Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) Desember 2025 pada 13 Januari 2026, pukul 13.30 UTC.
Konsensus pasar memperkirakan CPI utama akan naik 0,3% secara bulanan dan tetap di level 2,7% secara tahunan. CPI inti (tidak termasuk makanan dan energi) juga diproyeksikan meningkat 0,3% secara bulanan, dengan sedikit kenaikan menjadi 2,7% secara tahunan.
Rilis data ini bertepatan dengan periode tenang menjelang rapat kebijakan Federal Reserve pada 27–28 Januari. Pelaku pasar akan mencermati petunjuk terkait arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
01 Ekspektasi Data
Malam ini pukul 13.30 UTC, Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan mempublikasikan laporan CPI Desember. Rilis ini mendapat perhatian besar karena mencerminkan tingkat inflasi AS, yang menjadi faktor kunci dalam keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.
Konsensus pasar memperkirakan CPI utama akan naik 0,3% secara bulanan dan bertahan di 2,7% secara tahunan. Setelah mengeluarkan kategori makanan dan energi yang lebih volatil, CPI inti juga diperkirakan naik 0,3% secara bulanan, dengan sedikit kenaikan menjadi 2,7% secara tahunan.
Meski model Nowcast dari Cleveland Fed memproyeksikan CPI inti sedikit lebih rendah (0,22% secara bulanan), mayoritas analis Wall Street menilai inflasi belum benar-benar mereda.
02 Prospek Kebijakan Federal Reserve
Berdasarkan data CME Group, pasar memperkirakan peluang 95% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Januari. Kecuali data CPI malam ini menunjukkan kejutan besar, penurunan suku bunga bulan ini sangat kecil kemungkinannya.
Laporan ketenagakerjaan Desember menunjukkan perekrutan melambat, namun ada penambahan 50.000 pekerjaan baru dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,4%. Angka-angka ini menunjukkan pasar tenaga kerja tetap stabil.
Presiden Fed Richmond, Thomas Barkin, menyatakan bahwa pasar tenaga kerja mulai stabil. Dengan tidak adanya tanda-tanda penurunan cepat pada lapangan kerja dan inflasi masih mendekati 3%—di atas target The Fed sebesar 2%—bank sentral belum memiliki alasan kuat untuk segera menurunkan suku bunga.
Faktor politik juga dapat mendorong The Fed untuk tetap berhati-hati. Menghadapi potensi pengawasan dari pemerintahan Trump, yang mungkin akan menyelidiki Ketua The Fed Jerome Powell, bank sentral bisa memilih untuk menahan diri pada Januari agar tidak terkesan tunduk pada tekanan politik.
03 Kebisingan dan Distorsi Data
Perlu dicatat bahwa interpretasi rilis CPI kali ini membutuhkan keahlian khusus, karena penutupan pemerintahan federal pada Oktober dan November lalu mengganggu proses pengumpulan data.
Ekonom Bank of America menyoroti bahwa penutupan tersebut menghambat pengumpulan data Oktober, sehingga Biro Statistik Tenaga Kerja menggunakan "estimasi carryover" pada November. Artinya, angka Desember akan dibandingkan dengan harga-harga sebelumnya (misalnya dari Agustus), sehingga memunculkan bias teknis ke arah kenaikan.
Data November kemungkinan juga tertekan secara artifisial akibat promosi musim liburan yang datang lebih awal. Citi mencatat bahwa seiring efek ini memudar—dan dengan rebound pada harga hotel, tiket pesawat, serta pakaian—harga barang inti di Desember bisa mengalami "pemulihan mekanis".
Beberapa institusi, termasuk Bank of America dan Evercore ISI, memprediksi CPI inti bisa naik hingga 0,4% secara bulanan, melampaui konsensus pasar. Barclays bahkan menyatakan hingga rilis Maret 2026 nanti, pasar belum akan melihat laporan inflasi yang benar-benar "bersih" tanpa distorsi.
04 Prospek dan Tantangan Inflasi
Menatap tahun 2026, inflasi tetap menjadi tantangan utama. Banyak perusahaan telah menyampaikan dalam panggilan kinerja bahwa mereka berencana meneruskan kenaikan biaya tarif kepada konsumen mulai awal tahun depan.
Ekonom Santander memperingatkan hal ini bisa memicu putaran kenaikan harga berikutnya. Sementara itu, inflasi perumahan masih menjadi komponen terbesar dalam CPI.
Jika biaya perumahan tidak turun sesuai ekspektasi, maka akan terus menopang inflasi inti yang tinggi. Bagi pelaku pasar, ini berarti "tahapan akhir inflasi bisa sangat sulit," dan The Fed kemungkinan akan tetap bersabar, menunda awal penurunan suku bunga hingga pertengahan 2026.
05 Potensi Dampak pada Pasar Kripto
Pada 13 Januari 2026, aset kripto utama di Gate mencatat kinerja harga sebagai berikut:
| Cryptocurrency | Harga (USD) | Perubahan 24 jam |
|---|---|---|
| Bitcoin (BTC) | $41.500,00 | +1,2% |
| Ethereum (ETH) | $2.250,00 | +0,8% |
| GateToken (GT) | $10,30 | +0,09% |
| Solana (SOL) | $141,64 | +1,35% |
| Ripple (XRP) | $2,066 | +0,97% |
| Dogecoin (DOGE) | $0,13971 | +2,2% |
Bagi pasar kripto, data CPI dapat berdampak dalam berbagai cara. Di satu sisi, angka inflasi yang di atas ekspektasi dapat memperkuat sikap hawkish The Fed, menguatkan indeks dolar AS, dan menekan Bitcoin serta aset kripto lainnya.
Sebaliknya, jika data di bawah ekspektasi, harapan akan penurunan suku bunga bisa meningkat, sehingga mendongkrak aset berisiko.
Beberapa platform perdagangan telah mulai bersiap menghadapi rilis data malam ini. Salah satu institusi mengumumkan akan menyesuaikan persyaratan margin selama periode rilis untuk mengelola potensi risiko volatilitas.
Hal ini menunjukkan para profesional memperkirakan pergerakan pasar yang signifikan saat pengumuman CPI.
Emas, sebagai aset lindung nilai tradisional terhadap inflasi, juga patut diperhatikan terkait pergerakan harganya. Emas spot saat ini diperdagangkan dalam rentang sempit di kisaran $4.580 per ons, sedikit di bawah rekor tertinggi sesi sebelumnya di $4.630,08.
Kinerja emas dapat memberikan petunjuk bagaimana pasar bereaksi terhadap data inflasi, sekaligus menjadi referensi tren potensial bagi pasar kripto.
Outlook
Pada pukul 13.30 UTC, saat data CPI dirilis, ketenangan di pasar kripto akan pecah. Apakah angka yang keluar melebihi atau di bawah ekspektasi, volatilitas hampir pasti terjadi.
Bagi para trader di Gate, data malam ini bukan hanya ujian bagi ekonomi AS, tetapi juga tantangan bagi strategi perdagangan dan kemampuan manajemen risiko pribadi. Harapan dan kekhawatiran dunia terhadap inflasi kini tertuju pada laporan ini.
Harga Bitcoin telah bergerak fluktuatif menjelang rilis, dengan pasar menahan napas. Ekonom Bank of America mengisyaratkan CPI inti malam ini bisa mencapai 0,4% secara bulanan. Jika itu terjadi, para trader yang berharap The Fed segera beralih ke pelonggaran harus siap menghadapi keputusan baru.


