Mengapa altcoin secara konsisten mengalami kinerja yang lebih rendah dibandingkan Bitcoin sejak akhir tahun 2024?

Pasar
Diperbarui: 2026-02-09 07:26

Ketika Bitcoin memicu gelombang aksi jual pada akhir Januari, menghapus hampir $500 miliar dari pasar dalam waktu kurang dari satu minggu, sebuah realitas yang lebih halus mulai terlihat. Sejak Desember 2024, pasar token non-Bitcoin sebenarnya telah memasuki fase bearish.

Akibatnya, tahun 2025 menjadi periode yang ingin segera dilupakan oleh banyak pemegang altcoin. Bahkan ketika Bitcoin mencetak rekor tertinggi baru, altcoin justru kesulitan untuk mengikuti laju tersebut.

Pasar di Persimpangan Jalan

Perbedaan yang terjadi di pasar kripto kini tak terbantahkan lagi. Pada Februari 2026, perpecahan di pasar telah berkembang melampaui sekadar rotasi antara Bitcoin dan altcoin, menjadi sebuah penyesuaian struktural yang mendalam.

Perpecahan ini paling jelas terlihat pada perbedaan harga yang mencolok. Per 2 Februari, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $78.688,76, sementara Ethereum berada di harga $2.344,36. Dalam satu minggu, harga Bitcoin turun 8,7%, namun Ethereum anjlok hingga 19,4%.

Kerugian di pasar altcoin secara keseluruhan bahkan lebih parah. Berdasarkan kategori "Others" dari TradingView—yang melacak sektor altcoin—harga telah turun 43% sejak awal tahun. Penurunan tajam ini sangat kontras dengan S&P 500 yang justru naik 17% pada periode yang sama.

Tantangan Struktural

Cosmo Jiang, Head of Liquid Token Strategies di Pantera Capital, menggambarkan kondisi pasar saat ini sebagai "bear market bergulir" untuk altcoin. Karakterisasi yang tepat ini mengungkap persoalan yang lebih dalam dari sekadar fluktuasi harga: pasar sedang mengalami pembersihan struktural.

Proyek-proyek yang sebelumnya memimpin siklus lalu kini kehilangan daya tarik. Token LINK turun 40% dalam setahun terakhir dan 76% dari rekor tertingginya. AAVE bahkan mengalami nasib lebih buruk, anjlok 53% tahun ini dan 78% dari puncaknya.

Beberapa proyek yang dulunya menonjol, seperti token DOT milik Polkadot, anjlok 73% dalam setahun terakhir dan kini sudah turun hingga 97% dari puncak November 2021.

Pergeseran Arus Modal

Sejak disetujuinya ETF Bitcoin dan Ethereum spot di AS, arus modal di pasar berubah secara fundamental. Produk-produk ini menarik investasi institusional dalam jumlah besar, namun sebagian besar modal tersebut berorientasi jangka panjang sehingga mengurangi likuiditas harian di pasar.

Data awal Februari 2026 menunjukkan dampaknya: ETF Bitcoin mencatat arus keluar bersih sebesar $1,49 miliar, arus keluar mingguan terbesar kedua dalam sejarah. ETF Ethereum juga mengalami arus keluar sebesar $326,9 juta.

Salah satu indikator utama adalah total value locked (TVL) di decentralized finance yang masih berada di bawah puncak siklus pasar sebelumnya. Hal ini menandakan dana tidak lagi mengalir deras ke platform asli kripto seperti DeFi, sehingga semakin sulit bagi modal untuk menjangkau pasar altcoin secara luas.

Ketidakseimbangan Permintaan dan Penawaran

Salah satu tantangan utama yang dihadapi altcoin adalah ketidakseimbangan tajam antara penawaran dan permintaan. Dalam dua tahun terakhir, hambatan untuk menciptakan dan meluncurkan token baru menurun drastis, membanjiri pasar dengan proyek-proyek baru.

Platform seperti pump.fun yang dibangun di atas Solana membuat pembuatan token menjadi sangat mudah, bahkan pengguna non-teknis bisa meluncurkan token dalam hitungan menit. Pada hari-hari tertentu, pump.fun saja mencatat lebih dari 10.000 token baru yang dibuat.

Sementara pasokan melonjak, permintaan tetap lemah. Tahun ini, diperkirakan sekitar $2 miliar token akan di-unlock—lebih dari tiga kali lipat nilai dolar token yang di-unlock pada 2022. Pertumbuhan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jauh melampaui permintaan baik dari ritel maupun institusi, sehingga menciptakan ketidakseimbangan yang signifikan.

Narasi Pasar yang Semakin Cepat Berubah

Narasi pasar kini berganti dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada siklus sebelumnya, tema dominan seperti DeFi atau NFT bisa menarik perhatian selama berbulan-bulan. Kini, siklus hype jauh lebih singkat, dengan tren yang muncul dan memudar hanya dalam hitungan hari atau minggu.

Pergantian cepat ini membuat baik investor ritel maupun institusi kesulitan membangun keyakinan jangka panjang, sehingga mendorong pelaku pasar untuk mengejar keuntungan jangka pendek. Bahkan dalam satu sektor yang sama, kinerja bisa sangat bervariasi.

Sebagai contoh, koin privasi melonjak pada kuartal IV 2025, dengan Zcash (ZEC) naik 800% sepanjang tahun dan Monero (XMR) menguat 126%. Namun pada Februari 2026, keduanya terkoreksi tajam, masing-masing turun lebih dari 20% hanya dalam satu minggu.

Peluang dan Struktur Pasar

Meski secara umum lemah, pasar masih menyisakan peluang struktural. Pada awal Februari, token HYPE milik Hyperliquid menonjol dengan reli 45,8% dalam satu minggu.

Kinerja kuat HYPE sebagian didorong oleh lonjakan aktivitas perdagangan komoditas di protokol HIP-3, serta dukungan publik dari Cathie Wood dari Ark Invest yang menyebut Hyperliquid sebagai investasi menarik dan meningkatkan kepercayaan investor. Aset tangguh lainnya adalah token CC dari Canton Network yang berfokus pada keuangan institusional dan naik 20% dalam seminggu.

Performa menonjol ini menunjukkan logika pasar saat ini: investor mulai beralih ke aset berkualitas dan berbasis fundamental. Joscha Kuplewatzky dari Wintermute Ventures mencatat bahwa selama trader ritel belum kembali, reli yang terjadi kemungkinan hanya bersifat sementara dan terbatas pada sektor tertentu.

Pola Perilaku Investor

Dalam kondisi pasar yang lesu ini, perilaku investor berubah signifikan. Gate Ventures dalam laporan pasar Februari mencatat bahwa sentimen semakin memburuk, dengan Fear & Greed Index anjlok ke level 14—wilayah "ketakutan ekstrem".

Pembacaan ketakutan ekstrem ini sejalan dengan penurunan luas di altcoin, menunjukkan minimnya kepercayaan investor.

Menghadapi situasi ini, banyak investor kini melihat kripto sebagai tujuan yang kurang menarik untuk modal baru. Pergeseran pola pikir ini semakin mengurangi arus masuk ke pasar altcoin dan menciptakan lingkaran umpan balik negatif.

Pada saat yang sama, tekanan baru mulai bermunculan. Sebagai contoh, Trend Research mengidentifikasi level likuidasi untuk posisi DeFi ETH di Aave di kisaran $1.880, menyoroti risiko penurunan yang meningkat jika tekanan jual berlanjut.

Kesimpulan

Harga Bitcoin mengalami volatilitas tajam pada 9 Februari, sempat pulih ke sekitar $72.000 sebelum stabil di kisaran $70.700. Crypto Fear & Greed Index turun ke level "ketakutan ekstrem" di 17/100 pada awal Februari. Seiring pasar menyesuaikan diri dan arus keluar modal semakin cepat, trader yang telah beralih ke logam mulia terpaksa menjual aset kripto untuk memenuhi margin call.

Pembersihan struktural di pasar masih berlangsung. Hanya setelah kelebihan pasokan tersingkir, proyek-proyek yang benar-benar bernilai akan mampu menonjol. "Alt season" yang selama ini dinantikan tidak kunjung terjadi seperti pada siklus sebelumnya.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
1