
Sumber: https://lighter.xyz/
Lighter merupakan platform perdagangan kontrak perpetual terdesentralisasi berbasis arsitektur Ethereum Layer-2. Platform ini bertujuan utama menyediakan pengalaman trading non-kustodian untuk kontrak perpetual dengan latensi rendah dan biaya minimal. Dengan pemanfaatan teknologi Layer-2, Lighter secara signifikan menekan biaya gas sekaligus meningkatkan efisiensi eksekusi transaksi, sehingga mampu menyeimbangkan performa tinggi dengan prinsip desentralisasi.
Pada akhir 2025, Lighter secara resmi meluncurkan token native mereka, Lighter Infrastructure Token (LIT), yang menjadi aset inti untuk insentif ekosistem dan tata kelola. Peluncuran LIT menandai transformasi penting bagi Lighter, dari sekadar protokol trading menjadi ekosistem yang menyeluruh.
LIT tidak hanya menjadi mekanisme insentif pengguna, tetapi juga instrumen utama untuk meningkatkan keterlibatan protokol, memperkuat partisipasi komunitas, dan mengoptimalkan efisiensi tata kelola. Lighter membagikan sebagian token secara langsung kepada pengguna aktif awal melalui penukaran poin dan kampanye airdrop, mempercepat adopsi pengguna serta memperkuat fondasi komunitasnya.
Berdasarkan data publik, LIT memiliki total suplai tetap (misal, 1 miliar token) dengan skema alokasi sederhana yang terbagi dalam dua kategori utama: insentif ekosistem dan insentif internal:
Dari alokasi ekosistem, sekitar 25% token telah didistribusikan sebagai airdrop kepada pengguna yang memenuhi syarat melalui program Points Season 1 dan 2. Airdrop ini dikreditkan secara otomatis—tanpa klaim manual. Sisa token ekosistem akan mendukung insentif musiman dan kolaborasi proyek ke depan.
Skema distribusi ini, meski berupaya menyeimbangkan reward pengguna awal dengan pertumbuhan ekosistem jangka panjang, tetap menjadi sorotan dan perdebatan di komunitas.
Sejumlah anggota komunitas DeFi menilai tokenomik LIT transparan dengan struktur insentif yang jelas. Khususnya, distribusi token kepada pengguna awal yang aktif melalui airdrop berbasis poin dianggap sebagai pengembalian nilai yang cukup adil. Selain itu, periode lock-up yang panjang untuk token tim dan investor dinilai mampu mengurangi tekanan jual jangka pendek.
Pendukung umumnya berpendapat bahwa pada proyek DeFi berbasis infrastruktur, insentif yang proporsional bagi tim dan modal sangat penting untuk menjamin keberlanjutan pengembangan serta evolusi produk, sehingga mendukung pertumbuhan protokol secara berkesinambungan.
Sebaliknya, sebagian anggota komunitas mempertanyakan skema alokasi LIT. Mereka menilai alokasi 50% token untuk tim dan investor terlalu besar dan berpotensi menimbulkan tekanan jual berkelanjutan saat periode unlock mendatang. Beberapa kritikus menganggap struktur ini lebih menguntungkan pihak internal, alih-alih mewujudkan “fair launch” yang sesungguhnya.
Kritikus juga menyoroti bahwa di sektor DeFi yang mengedepankan tata kelola terdesentralisasi, distribusi token yang sangat terkonsentrasi dapat menghambat desentralisasi protokol dan menggerus kepercayaan komunitas dalam jangka panjang.

Sumber: https://www.gate.com/trade/LIT_USDT
Pasca airdrop, LIT mengalami volatilitas harga jangka pendek yang cukup tajam. Data menunjukkan bahwa pada pra-pasar atau awal perdagangan, harga LIT sempat anjlok lebih dari 10%, menandakan sebagian penerima airdrop langsung melakukan aksi ambil untung, sehingga menimbulkan tekanan jual terfokus.
Pola ini sejalan dengan fenomena “sell the news”, di mana pasar cenderung melakukan aksi ambil untung jangka pendek usai peristiwa besar. Tren serupa juga kerap terjadi pada proyek airdrop terdahulu dan bukan hal yang langka.
Yang perlu dicermati, likuiditas terbatas pada fase awal token dapat memperbesar aktivitas trading dan menyebabkan fluktuasi harga yang jauh lebih ekstrem dibanding pasar yang sudah mapan.
Peluncuran token LIT oleh Lighter menandai evolusi penting dari produk trading menjadi ekosistem penuh. Token ini tidak hanya memenuhi kebutuhan insentif pengguna, tetapi juga membangun fondasi tata kelola protokol dan mekanisme insentif jangka panjang.
Walaupun komunitas DeFi masih terpecah terkait skema alokasi, diskusi ini mencerminkan tantangan sektor dalam menyeimbangkan aspek keadilan, efisiensi insentif, dan pertumbuhan berkelanjutan. Ke depan, pasar perlu memantau performa harga LIT setelah listing, jadwal vesting token, serta perubahan aktivitas komunitas dan ekosistem guna menilai nilai jangka panjangnya sebagai token infrastruktur.





