perdagangan blok

Block trading adalah metode negosiasi yang digunakan untuk mengeksekusi order beli atau jual dalam jumlah besar, dengan tujuan menyelesaikan transaksi tanpa mempengaruhi harga pasar secara signifikan. Pendekatan ini biasanya memanfaatkan saluran dan mekanisme penawaran khusus, seperti block trade berbasis bursa atau platform RFQ (Request for Quote), layanan OTC (over-the-counter), atau alat pemecahan order on-chain seperti TWAP (Time-Weighted Average Price). Block trading umumnya digunakan oleh institusi, dana, tim proyek, serta pemegang aset dalam jumlah besar (“whales”).
Abstrak
1.
Arti: Transaksi tunggal yang melibatkan volume besar aset kripto, biasanya digunakan oleh investor institusional, dengan volume yang jauh melebihi perdagangan ritel biasa.
2.
Asal & Konteks: Berasal dari konsep block trade di keuangan tradisional. Seiring institusionalisasi pasar kripto setelah 2017, bursa utama dan meja OTC mulai menawarkan layanan block trading khusus untuk memenuhi kebutuhan investor institusional dalam memasuki dan keluar pasar dalam skala besar secara cepat.
3.
Dampak: Block trade melewati pasar publik dan terjadi langsung antara pembeli dan penjual, sehingga menghindari fluktuasi harga yang tajam. Block trade sangat memengaruhi likuiditas pasar dan penemuan harga, serta sering menjadi sinyal aktivitas institusional.
4.
Kesalahpahaman Umum: Mengira block trade sama dengan perdagangan OTC (over-the-counter). Faktanya, block trade adalah metode transaksi yang bisa terjadi di platform block trading bursa maupun di luar bursa; OTC secara spesifik mengacu pada perdagangan yang tidak terjadi di bursa.
5.
Tips Praktis: Pemula dapat memantau data block trade yang dipublikasikan oleh bursa (Binance, Kraken, dll.) untuk melacak aktivitas institusi. Gunakan alat analisis on-chain seperti Glassnode untuk memantau transfer besar dan menyimpulkan apakah institusi sedang akumulasi atau menjual.
6.
Pengingat Risiko: Block trade membawa risiko manipulasi pasar. Pembelian/penjualan institusional dalam jumlah besar dapat menyebabkan fluktuasi harga yang tidak normal dan menjebak investor ritel. Waspadai informasi block trade palsu yang digunakan untuk hype pasar dan spekulasi.
perdagangan blok

Apa Itu Block Trade?

Block trade adalah metode negosiasi untuk mengeksekusi transaksi dalam skala besar.

Block trade merupakan jalur eksekusi khusus yang memungkinkan pembeli dan penjual bertransaksi aset dalam jumlah besar dalam satu kesepakatan, dengan tujuan utama meminimalkan dampak terhadap harga pasar. Praktik umum meliputi penggunaan block trade berbasis bursa atau saluran RFQ (Request for Quote), venue OTC (over-the-counter), atau strategi split-order on-chain. Peserta umumnya terdiri dari institusi, dana, market maker, tim proyek, dan “whale” yang memegang volume aset signifikan.

Mengapa Penting Memahami Block Trade?

Block trade memiliki pengaruh besar terhadap harga dan likuiditas, sehingga menjadi kunci untuk memahami volatilitas pasar. Order beli atau jual dalam jumlah besar yang langsung masuk ke order book publik dapat dengan cepat “menghapus” bid atau ask yang tersedia, menyebabkan lonjakan harga dan slippage secara tiba-tiba.

Bagi pengguna umum, block trade membantu menjelaskan lonjakan atau penurunan harga secara mendadak. Untuk institusi, block trade sangat penting dalam mengendalikan biaya trading dan mengelola risiko kebocoran informasi. Tim proyek dan manajer dana juga memanfaatkan block trade untuk menyeimbangkan portofolio atau mendistribusikan aset unlocked secara diam-diam, sehingga menghindari kepanikan yang tidak perlu di pasar.

Bagaimana Mekanisme Block Trade?

Block trade umumnya terdiri dari dua tahapan utama: negosiasi harga dan penyelesaian dengan perlindungan risiko. Fase penentuan harga sering kali menggunakan mekanisme RFQ, di mana pembeli menentukan jumlah dan waktu, lalu market maker atau bursa memberikan harga bersih atau spread. Di on-chain, peserta dapat menerapkan strategi split berdasarkan waktu dan volume (seperti TWAP—Time Weighted Average Price) untuk mengeksekusi secara bertahap dan mengurangi dampak langsung ke pasar.

Penyelesaian dan lindung nilai biasanya dilakukan setelah tercapai kesepakatan harga. Misalnya, setelah settlement dalam USDT atau USDC, market maker dapat melakukan hedging di pasar spot atau perpetual untuk menjaga keseimbangan inventaris. Jika menggunakan saluran block trade bursa, order tidak muncul di order book publik, sehingga meminimalkan risiko copy-trading atau strategi predator dari pihak lain.

Bagaimana Block Trade Umumnya Terjadi di Dunia Crypto?

Block trade paling sering terjadi di bursa terpusat dan platform OTC, namun juga terjadi secara on-chain. Di bursa, institusi dapat menggunakan saluran block trade atau RFQ untuk mendapatkan kuotasi pasti atas keseluruhan order, lalu melakukan hedging di pasar spot atau perpetual; misalnya, di OTC desk Gate, pihak lawan dapat menegosiasikan transaksi senilai jutaan USDT dan kemudian mengunci risiko arah menggunakan perpetual contract.

Di on-chain, whale sering membagi penjualan token besar ke beberapa batch kecil di decentralized exchange, atau menggunakan bot TWAP/limit order untuk menghindari guncangan AMM pool akibat satu transaksi besar. Transfer stablecoin antar chain dan bursa juga sering dilakukan dengan split transaksi dan cross-chain bridge untuk meminimalkan eksposur per transaksi.

Tim proyek NFT atau token dapat bermitra dengan market maker saat unlock atau buyback, mengatur eksekusi block-style di mana pihak lawan mendistribusikan penjualan ke pasar sekunder—sehingga tekanan jual yang terlihat dapat dikurangi.

Bagaimana Cara Meminimalkan Dampak Block Trade?

  1. Nilai kedalaman dan kapasitas pasangan trading: Periksa likuiditas order book dan volume trading terbaru untuk memperkirakan potensi slippage dari order besar.
  2. Pilih saluran eksekusi yang tepat: Untuk transaksi sangat besar dan sensitif waktu, gunakan saluran RFQ atau block trade bursa; untuk transaksi dengan fleksibilitas waktu lebih, pertimbangkan eksekusi TWAP on-chain.
  3. Tentukan aset settlement dan syarat penguncian harga: Settlement umumnya menggunakan USDT atau USDC dengan harga bersih, spread, periode validitas, dan ukuran minimum/maksimum yang telah disepakati guna mencegah perubahan mendadak.
  4. Koordinasikan rencana hedging: Segera lakukan hedging di pasar spot atau perpetual setelah eksekusi untuk menjaga risiko arah tetap terkendali; sesuaikan ukuran dan kecepatan hedging dengan progres transaksi.
  5. Kelola risiko kebocoran informasi dan kepatuhan: Batasi sinyal publik (seperti transfer besar on-chain yang tidak biasa), verifikasi kredensial pihak lawan dan kontrol risiko, serta minimalkan risiko gagal settlement.

Pada 2025 (berdasarkan data setahun penuh), institusi menunjukkan preferensi menggabungkan eksekusi berbasis RFQ dengan strategi hedging. Riset industri pada Q3 2025 menunjukkan bahwa transaksi RFQ menyumbang sekitar 40% volume trading institusi di beberapa bursa utama—tren ini didorong oleh partisipasi market maker yang lebih luas dan integrasi pasar spot/perpetual yang semakin erat.

Di on-chain, transfer BTC dan ETH bernilai besar tetap aktif sepanjang 2025. Analitik publik menunjukkan rata-rata harian puluhan transaksi di atas 1.000 BTC per transaksi, memuncak selama periode volatilitas atau arus ETF—menyoroti kebutuhan rebalancing dan settlement OTC.

Migrasi stablecoin juga semakin sering. Pada paruh kedua 2025, transfer USDT/USDC antar bursa dan chain di atas USD 10 juta melonjak pada hari-hari volatil seiring institusi melakukan arbitrase selisih harga dan mengelola likuiditas antar pasar.

Sebagai gambaran, penggunaan block dan RFQ relatif rendah saat bull run awal 2024. Dengan membesarnya pasar dan makin banyak market maker patuh regulasi pada 2025, permintaan eksekusi terpusat meningkat tajam. Pada awal 2026, eksekusi block yang tersembunyi dan berdampak rendah telah menjadi standar industri.

Apa Perbedaan Block Trade dan OTC Trading?

Kedua istilah ini sering digunakan bergantian, namun memiliki fokus berbeda. Block trading menekankan eksekusi “volume besar, dampak rendah” yang dicapai melalui saluran khusus bursa atau metode split-order on-chain. OTC (“over-the-counter”) trading lebih merujuk pada transaksi bilateral yang diselesaikan di luar order book publik.

Di dunia crypto, banyak block trade dieksekusi melalui saluran OTC, namun sebagian terjadi di internal block trade/RFQ desk bursa dengan hedging dari market maker. Anggap OTC sebagai jalur, sementara block trading adalah kebutuhan atau metode eksekusi—keduanya bisa tumpang tindih, namun tidak identik.

  • Blockchain: Teknologi ledger terdistribusi yang memastikan catatan transaksi tidak dapat diubah melalui kriptografi dan consensus mechanism.
  • Smart Contract: Kode program yang secara otomatis mengeksekusi transaksi di blockchain ketika kondisi tertentu terpenuhi.
  • Gas Fees: Biaya transaksi yang dibayarkan pengguna untuk mengeksekusi transfer atau kontrak di jaringan blockchain.
  • Consensus Mechanism: Sekumpulan aturan yang digunakan node jaringan blockchain untuk mencapai kesepakatan atas validitas data dan keamanan transaksi.
  • Block Trade: Transaksi besar yang dieksekusi secara on-chain, biasanya melibatkan transfer aset utama antar institusi.

FAQ

Apa Syarat Berpartisipasi dalam Block Trade?

Berpartisipasi dalam block trade umumnya mengharuskan memenuhi kriteria seperti modal minimum, level akun, atau verifikasi identitas. Setiap platform menetapkan standar sendiri—misalnya, bursa terkemuka seperti Gate memiliki persyaratan khusus untuk peserta block trade. Selalu tinjau aturan platform terlebih dahulu untuk memastikan akun Anda memenuhi syarat.

Bagaimana Dampak Block Trade terhadap Harga Crypto?

Karena skalanya, block trade dapat memberikan tekanan besar pada harga—sering kali menyebabkan volatilitas meningkat atau tekanan turun jangka pendek. Inilah sebabnya block trade sering menggunakan eksekusi split atau mekanisme lock-up untuk meredam dampak pasar. Investor baru sebaiknya memantau pengumuman block trade agar tetap mengetahui potensi pergerakan harga.

Bisakah Investor Individu Berpartisipasi dalam Block Trade?

Block trade umumnya dirancang untuk investor institusi dan individu dengan kekayaan tinggi, namun aturan dapat bervariasi di setiap platform. Beberapa platform seperti Gate memungkinkan individu yang memenuhi syarat mengakses saluran block trading. Hubungi customer support untuk detail kelayakan; tidak semua pengguna ritel dapat berpartisipasi langsung.

Bagaimana Penentuan Harga dalam Block Trade?

Harga block trade umumnya dinegosiasikan antara pembeli dan penjual—kadang berdasarkan harga pasar saat ini atau kesepakatan bersama. Pendekatan fleksibel ini memberikan ruang negosiasi lebih besar dibanding order standar; faktor seperti ukuran transaksi dan diskon likuiditas sering dipertimbangkan.

Berapa Lama Dana Diselesaikan Setelah Block Trade?

Waktu settlement tergantung pada aturan platform dan kesepakatan bersama, namun biasanya berkisar antara satu hingga tiga hari kerja setelah konfirmasi. Pastikan timeline settlement sebelum trading agar ekspektasi tidak meleset—bursa seperti Gate mencantumkan detail ini dalam perjanjian mereka.

Referensi & Bacaan Lanjutan

Sebuah “suka” sederhana bisa sangat berarti

Bagikan

Glosarium Terkait
FOMO
Fear of Missing Out (FOMO) adalah fenomena psikologis ketika seseorang merasa cemas tertinggal setelah melihat orang lain meraih keuntungan atau menyaksikan lonjakan tren pasar secara tiba-tiba, sehingga tergesa-gesa untuk ikut berpartisipasi. Perilaku ini sering ditemukan dalam perdagangan kripto, Initial Exchange Offerings (IEO), minting NFT, dan klaim airdrop. FOMO dapat mendorong peningkatan volume perdagangan dan volatilitas pasar, sekaligus memperbesar risiko kerugian. Pemahaman serta pengelolaan FOMO sangat penting bagi pemula agar tidak melakukan pembelian secara impulsif saat harga melonjak maupun penjualan panik ketika pasar mengalami penurunan.
leverage
Leverage adalah praktik memanfaatkan sebagian kecil modal pribadi sebagai margin untuk memperbesar dana trading atau investasi Anda. Dengan demikian, Anda dapat mengambil posisi yang lebih besar meskipun modal awal terbatas. Di pasar kripto, leverage biasanya digunakan dalam perpetual contracts, leveraged tokens, dan DeFi collateralized lending. Leverage dapat meningkatkan efisiensi modal serta memperkuat strategi hedging, namun juga menimbulkan risiko seperti forced liquidation, funding rates, dan volatilitas harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko yang baik dan mekanisme stop-loss sangat penting saat menggunakan leverage.
amm
Automated Market Maker (AMM) merupakan mekanisme perdagangan on-chain yang menggunakan aturan yang telah ditetapkan untuk menentukan harga dan menjalankan transaksi. Pengguna menyediakan dua atau lebih aset ke dalam kumpulan likuiditas bersama, di mana harga akan otomatis menyesuaikan berdasarkan rasio aset dalam kumpulan tersebut. Biaya perdagangan didistribusikan secara proporsional kepada penyedia likuiditas. Tidak seperti bursa tradisional, AMM tidak bergantung pada buku pesanan; sebaliknya, partisipan arbitrase berperan menjaga harga kumpulan tetap selaras dengan harga pasar secara umum.
Arbitraseur
Arbitrase adalah individu yang memanfaatkan perbedaan harga, tingkat, atau urutan eksekusi di berbagai pasar atau instrumen dengan melakukan pembelian dan penjualan secara bersamaan untuk mengunci margin keuntungan yang stabil. Dalam konteks kripto dan Web3, peluang arbitrase dapat muncul di pasar spot dan derivatif pada exchange, antara pool likuiditas AMM dan order book, atau pada cross-chain bridge dan private mempool. Tujuan utama arbitrase adalah menjaga netralitas pasar sambil mengelola risiko dan biaya.
wallstreetbets
Wallstreetbets merupakan komunitas perdagangan di Reddit yang terkenal berkat fokusnya pada spekulasi berisiko tinggi dan volatilitas ekstrem. Para anggota kerap memanfaatkan meme, humor, serta sentimen kolektif untuk mendorong diskusi seputar aset yang sedang tren. Kelompok ini telah memengaruhi pergerakan pasar jangka pendek pada opsi saham Amerika Serikat dan aset kripto, menjadikannya contoh utama dari "perdagangan berbasis sosial." Setelah fenomena short squeeze GameStop pada tahun 2021, Wallstreetbets meraih perhatian luas, dengan pengaruhnya meluas ke koin meme dan peringkat popularitas bursa. Memahami budaya dan sinyal dari komunitas ini dapat membantu Anda mengenali tren pasar yang digerakkan oleh sentimen serta potensi risiko yang ada.

Artikel Terkait

Bagaimana Melakukan Penelitian Anda Sendiri (DYOR)?
Pemula

Bagaimana Melakukan Penelitian Anda Sendiri (DYOR)?

"Penelitian berarti Anda tidak tahu, tetapi bersedia mencari tahu." - Charles F. Kettering.
2022-11-21 08:14:39
Analisis Teknis adalah apa?
Pemula

Analisis Teknis adalah apa?

Belajar dari masa lalu - Untuk menjelajahi hukum pergerakan harga dan kode kekayaan di pasar yang selalu berubah.
2022-11-21 10:04:58
Top 10 Platform Perdagangan Koin Meme
Pemula

Top 10 Platform Perdagangan Koin Meme

Dalam panduan ini, kami akan menjelajahi rincian perdagangan koin meme, platform teratas yang dapat Anda gunakan untuk melakukan perdagangan, dan tips tentang melakukan penelitian.
2024-10-15 10:27:38