
Block trade adalah metode negosiasi untuk mengeksekusi transaksi dalam skala besar.
Block trade merupakan jalur eksekusi khusus yang memungkinkan pembeli dan penjual bertransaksi aset dalam jumlah besar dalam satu kesepakatan, dengan tujuan utama meminimalkan dampak terhadap harga pasar. Praktik umum meliputi penggunaan block trade berbasis bursa atau saluran RFQ (Request for Quote), venue OTC (over-the-counter), atau strategi split-order on-chain. Peserta umumnya terdiri dari institusi, dana, market maker, tim proyek, dan “whale” yang memegang volume aset signifikan.
Block trade memiliki pengaruh besar terhadap harga dan likuiditas, sehingga menjadi kunci untuk memahami volatilitas pasar. Order beli atau jual dalam jumlah besar yang langsung masuk ke order book publik dapat dengan cepat “menghapus” bid atau ask yang tersedia, menyebabkan lonjakan harga dan slippage secara tiba-tiba.
Bagi pengguna umum, block trade membantu menjelaskan lonjakan atau penurunan harga secara mendadak. Untuk institusi, block trade sangat penting dalam mengendalikan biaya trading dan mengelola risiko kebocoran informasi. Tim proyek dan manajer dana juga memanfaatkan block trade untuk menyeimbangkan portofolio atau mendistribusikan aset unlocked secara diam-diam, sehingga menghindari kepanikan yang tidak perlu di pasar.
Block trade umumnya terdiri dari dua tahapan utama: negosiasi harga dan penyelesaian dengan perlindungan risiko. Fase penentuan harga sering kali menggunakan mekanisme RFQ, di mana pembeli menentukan jumlah dan waktu, lalu market maker atau bursa memberikan harga bersih atau spread. Di on-chain, peserta dapat menerapkan strategi split berdasarkan waktu dan volume (seperti TWAP—Time Weighted Average Price) untuk mengeksekusi secara bertahap dan mengurangi dampak langsung ke pasar.
Penyelesaian dan lindung nilai biasanya dilakukan setelah tercapai kesepakatan harga. Misalnya, setelah settlement dalam USDT atau USDC, market maker dapat melakukan hedging di pasar spot atau perpetual untuk menjaga keseimbangan inventaris. Jika menggunakan saluran block trade bursa, order tidak muncul di order book publik, sehingga meminimalkan risiko copy-trading atau strategi predator dari pihak lain.
Block trade paling sering terjadi di bursa terpusat dan platform OTC, namun juga terjadi secara on-chain. Di bursa, institusi dapat menggunakan saluran block trade atau RFQ untuk mendapatkan kuotasi pasti atas keseluruhan order, lalu melakukan hedging di pasar spot atau perpetual; misalnya, di OTC desk Gate, pihak lawan dapat menegosiasikan transaksi senilai jutaan USDT dan kemudian mengunci risiko arah menggunakan perpetual contract.
Di on-chain, whale sering membagi penjualan token besar ke beberapa batch kecil di decentralized exchange, atau menggunakan bot TWAP/limit order untuk menghindari guncangan AMM pool akibat satu transaksi besar. Transfer stablecoin antar chain dan bursa juga sering dilakukan dengan split transaksi dan cross-chain bridge untuk meminimalkan eksposur per transaksi.
Tim proyek NFT atau token dapat bermitra dengan market maker saat unlock atau buyback, mengatur eksekusi block-style di mana pihak lawan mendistribusikan penjualan ke pasar sekunder—sehingga tekanan jual yang terlihat dapat dikurangi.
Pada 2025 (berdasarkan data setahun penuh), institusi menunjukkan preferensi menggabungkan eksekusi berbasis RFQ dengan strategi hedging. Riset industri pada Q3 2025 menunjukkan bahwa transaksi RFQ menyumbang sekitar 40% volume trading institusi di beberapa bursa utama—tren ini didorong oleh partisipasi market maker yang lebih luas dan integrasi pasar spot/perpetual yang semakin erat.
Di on-chain, transfer BTC dan ETH bernilai besar tetap aktif sepanjang 2025. Analitik publik menunjukkan rata-rata harian puluhan transaksi di atas 1.000 BTC per transaksi, memuncak selama periode volatilitas atau arus ETF—menyoroti kebutuhan rebalancing dan settlement OTC.
Migrasi stablecoin juga semakin sering. Pada paruh kedua 2025, transfer USDT/USDC antar bursa dan chain di atas USD 10 juta melonjak pada hari-hari volatil seiring institusi melakukan arbitrase selisih harga dan mengelola likuiditas antar pasar.
Sebagai gambaran, penggunaan block dan RFQ relatif rendah saat bull run awal 2024. Dengan membesarnya pasar dan makin banyak market maker patuh regulasi pada 2025, permintaan eksekusi terpusat meningkat tajam. Pada awal 2026, eksekusi block yang tersembunyi dan berdampak rendah telah menjadi standar industri.
Kedua istilah ini sering digunakan bergantian, namun memiliki fokus berbeda. Block trading menekankan eksekusi “volume besar, dampak rendah” yang dicapai melalui saluran khusus bursa atau metode split-order on-chain. OTC (“over-the-counter”) trading lebih merujuk pada transaksi bilateral yang diselesaikan di luar order book publik.
Di dunia crypto, banyak block trade dieksekusi melalui saluran OTC, namun sebagian terjadi di internal block trade/RFQ desk bursa dengan hedging dari market maker. Anggap OTC sebagai jalur, sementara block trading adalah kebutuhan atau metode eksekusi—keduanya bisa tumpang tindih, namun tidak identik.
Berpartisipasi dalam block trade umumnya mengharuskan memenuhi kriteria seperti modal minimum, level akun, atau verifikasi identitas. Setiap platform menetapkan standar sendiri—misalnya, bursa terkemuka seperti Gate memiliki persyaratan khusus untuk peserta block trade. Selalu tinjau aturan platform terlebih dahulu untuk memastikan akun Anda memenuhi syarat.
Karena skalanya, block trade dapat memberikan tekanan besar pada harga—sering kali menyebabkan volatilitas meningkat atau tekanan turun jangka pendek. Inilah sebabnya block trade sering menggunakan eksekusi split atau mekanisme lock-up untuk meredam dampak pasar. Investor baru sebaiknya memantau pengumuman block trade agar tetap mengetahui potensi pergerakan harga.
Block trade umumnya dirancang untuk investor institusi dan individu dengan kekayaan tinggi, namun aturan dapat bervariasi di setiap platform. Beberapa platform seperti Gate memungkinkan individu yang memenuhi syarat mengakses saluran block trading. Hubungi customer support untuk detail kelayakan; tidak semua pengguna ritel dapat berpartisipasi langsung.
Harga block trade umumnya dinegosiasikan antara pembeli dan penjual—kadang berdasarkan harga pasar saat ini atau kesepakatan bersama. Pendekatan fleksibel ini memberikan ruang negosiasi lebih besar dibanding order standar; faktor seperti ukuran transaksi dan diskon likuiditas sering dipertimbangkan.
Waktu settlement tergantung pada aturan platform dan kesepakatan bersama, namun biasanya berkisar antara satu hingga tiga hari kerja setelah konfirmasi. Pastikan timeline settlement sebelum trading agar ekspektasi tidak meleset—bursa seperti Gate mencantumkan detail ini dalam perjanjian mereka.


