Berita Gate, 19 Maret — Korelasi antara Bitcoin dan emas telah turun ke level terendah sejak pasar bearish November 2022. Data terbaru menunjukkan bahwa saat harga Bitcoin menembus angka psikologis penting di $70.000, koefisien korelasi sempat turun ke -0,88, menunjukkan pergerakan Bitcoin yang jelas berbeda dari emas (XAU).
Lembaga analisis pasar CryptoQuant menunjukkan bahwa tren ini dimulai sejak Oktober 2025, ketika korelasi Bitcoin dan emas mencapai puncaknya di 0,289. Namun, setelah itu, harga Bitcoin menurun sementara emas tampil baik di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, menyebabkan korelasi cepat turun ke -0,55. Kemudian, meskipun korelasi sempat pulih ke -0,22 dalam jangka pendek, baru-baru ini kembali menurun ke titik terendah sejarah, menandakan kedua aset ini terus bergerak berlawanan.
Secara spesifik, dari akhir September 2025 saat harga Bitcoin rebound dari $65.868 ke sekitar $71.000, volume perdagangan BTC/XAU meningkat dari 12 ons menjadi 15 ons. Namun, momentum rebound Bitcoin terhenti di sekitar $70.000, dan para short seller berusaha menurunkannya di bawah level psikologis tersebut. Hingga berita ini ditulis, harga Bitcoin sekitar $71.330, berusaha mempertahankan support di $71.000 agar stabil sebelum kenaikan berikutnya.
Data historis menunjukkan bahwa setiap kali korelasi Bitcoin dan emas turun di bawah -0,48, biasanya disertai kenaikan harga Bitcoin atau penurunan harga emas, dan korelasi pun cenderung rebound. Misalnya, pada April 2025, koefisien korelasi turun ke -0,611 saat Bitcoin naik dari $80.000 ke $106.000, dan korelasi kembali ke 0,60. Pola serupa juga terlihat antara Oktober hingga Desember 2025.
Para analis berpendapat bahwa meskipun dalam jangka pendek korelasi Bitcoin dan emas menunjukkan perbedaan, jika Bitcoin terus menguat atau harga emas turun, korelasi ini mungkin akan kembali pulih. Investor perlu memperhatikan level support utama Bitcoin dan pergerakan harga emas untuk menilai arah pasar berikutnya.