Berita Gate News, pada 23 Maret, analis Morgan Stanley menyatakan dalam laporan riset bahwa jika harga minyak naik menjadi 120 dolar AS per barel, hal itu dapat menjadi ancaman besar terhadap pertumbuhan ekonomi Asia. Analis berpendapat bahwa kenaikan harga minyak sebesar 10 dolar AS per barel secara terus-menerus kemungkinan besar akan langsung memberikan dampak negatif sebesar 20 hingga 30 basis poin terhadap pertumbuhan PDB Asia. Laporan tersebut menunjukkan bahwa jika harga minyak mencapai 120 dolar AS per barel, pengeluaran untuk minyak dan gas alam di Asia akan menyumbang 6,3% dari PDB. Selain itu, jika konflik berlanjut dan harga komoditas tetap tinggi, kekuatan kebijakan buffer akan berkurang. Jika konflik terus berlanjut, bank sentral Filipina, Indonesia, India, dan Korea Selatan mungkin harus mulai menaikkan suku bunga dari akhir kuartal ketiga atau kuartal keempat.