Hasil obligasi pemerintah Jepang jangka 10 tahun telah meningkat menjadi 2,30%, level tertinggi sejak tahun 1999 dan melampaui puncak krisis keuangan 2008 sekitar 30 basis poin. Kenaikan ini mencerminkan tekanan yang semakin besar di pasar obligasi di tengah harapan bahwa Bank Sentral Jepang akan menormalisasi kebijakan moneter.
Para investor mulai menilai kemungkinan pengencatan kebijakan saat inflasi menunjukkan tanda-tanda bertahan. Perkembangan ini menandai perubahan besar bagi pasar modal yang terbiasa dengan suku bunga sangat rendah. Hasil yang lebih tinggi dapat mempengaruhi aliran modal global dan biaya pinjaman. Di dalam negeri, hal ini berdampak pada keuangan pemerintah, biaya utang perusahaan, sekaligus meningkatkan hasil bagi para deposan.