Laporan dari Jinse Caijing, pada 25 Maret, pemerintah AS melalui Pakistan mengajukan sebuah rencana penyelesaian konflik yang berisi 15 syarat kepada Iran, mencakup program nuklir, kemampuan rudal, dan isu regional. Dikatakan bahwa permintaan utama dari pihak AS meliputi: Iran membebaskan kemampuan nuklir yang ada, berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, melarang pengayaan uranium di dalam negeri, menyerahkan sekitar 60% stok uranium dengan tingkat kemurnian tinggi, membongkar fasilitas nuklir Natanz, Isfahan, dan Fordo, serta memungkinkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melakukan inspeksi menyeluruh. Selain itu, pihak AS juga menuntut Iran menghentikan dukungan terhadap kelompok bersenjata sekutu di kawasan, melarang pemberian dana, komando, dan dukungan senjata kepada mereka, serta membatasi skala dan jarak tembak rudal balistik, hanya untuk tujuan pertahanan, sekaligus memastikan Selat Hormuz tetap terbuka. Sebagai syarat tukar, Iran mungkin mendapatkan pencabutan sanksi internasional secara menyeluruh, dukungan dari AS untuk pengembangan program nuklir sipilnya, dan pembatalan mekanisme “pemulihan cepat” sanksi. Menurut informasi, pihak AS sedang mempertimbangkan untuk mendorong gencatan senjata selama satu bulan agar dapat melakukan negosiasi lebih lanjut mengenai ketentuan tersebut. Rencana ini didorong oleh penasihat Trump termasuk Jared Kushner dan Steve Witkoff. (CCTV News)