Menurut Tether, audit akan mencakup campuran kompleks aset digital, cadangan tradisional, dan kewajiban yang telah ditokenisasi. Perusahaan menyatakan bahwa proses onboarding dimulai beberapa minggu lalu, dengan firma audit meninjau sistem internal dan pengendalian.
Yang menarik, beberapa firma menunjukkan minat selama proses pemilihan karena skala Tether. Peninjauan ini melibatkan koordinasi ketat dengan para pemangku kepentingan di seluruh bisnis. Tether mengatakan bahwa keterlibatan ini melampaui attestasi standar yang biasanya digunakan oleh penerbit stablecoin.
Selain itu, perusahaan berencana untuk memindahkan sekuritas yang terdaftar dalam beberapa hari mendatang. Penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan cadangan yang lebih luas menjelang audit.
Tether menyoroti perubahan internal yang mendukung proses ini. Perusahaan menunjuk Simon McWilliams sebagai Chief Financial Officer pada awal 2025. Menurut Tether, perannya fokus pada penguatan pelaporan keuangan dan kesiapan audit.
McWilliams menyatakan bahwa firma yang dipilih mengikuti proses evaluasi kompetitif. Ia menambahkan bahwa Tether sudah beroperasi sesuai standar yang sejalan dengan persyaratan audit utama.
Sementara itu, CEO Paolo Ardoino membahas tujuan audit. Ia mengatakan bahwa perusahaan telah membangun sistem selama beberapa tahun untuk memenuhi standar keuangan yang ketat. Ia menekankan bahwa audit ini akan memberikan pengawasan yang lebih mendalam terhadap operasi dan cadangan.
Tether melaporkan bahwa mereka terus mempertahankan laba dalam ekosistemnya. Dana ini tetap tersedia untuk mendukung stabilitas dan likuiditas USDT. Perusahaan juga menyimpan sumber daya di entitas terkait untuk memberikan fleksibilitas neraca tambahan.
Pada saat yang sama, Tether mencatat adanya pembaruan transparansi dan upaya kepatuhan yang berkelanjutan. Mereka menyatakan telah bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengidentifikasi aktivitas ilegal dan membekukan dana jika diperlukan.
Audit ini akan memberikan gambaran rinci tentang komposisi cadangan dan posisi keuangan. Menurut Tether, proses ini mencerminkan fokus mereka yang lebih luas pada pengawasan operasional dan standar pelaporan.