Menurut laporan yang mengutip orang dalam dari Bloomberg, perusahaan eksplorasi luar angkasa SpaceX yang dimiliki oleh Elon Musk, telah secara resmi mengajukan permohonan IPO pertamanya secara rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Perusahaan tersebut menargetkan valuasi setinggi 1,75 triliun dolar, dan berencana mengumpulkan dana sebesar 75 miliar dolar yang akan menjadi rekor baru. Jika berhasil melantai, ini akan menjadi penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah global.
(Penjelasan sebelumnya: REX Shares mengajukan lebih dulu “ETF leverage 2x”, melacak SpaceX dan Anthropic yang belum terdaftar)
(Tambahan konteks: SpaceX dikabarkan paling cepat minggu ini mengajukan permohonan untuk go public: penggalangan dana 75 miliar dolar, IPO terbesar dalam sejarah umat manusia sedang berlangsung)
Daftar Isi
Toggle
Pasar modal global bersiap menyambut raksasa teknologi tanpa preseden. Menurut laporan Bloomberg, SpaceX milik Elon Musk telah menyerahkan dokumen permohonan IPO yang bersifat rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), untuk meletakkan dasar bagi raksasa yang mengganggu industri dirgantara global tersebut agar memasuki pasar publik.
Menurut informasi dari orang dalam, valuasi pencatatan yang dicari SpaceX kali ini mencapai nilai yang mengagetkan yaitu 1,75 triliun dolar. Yang membuat Wall Street makin kaget adalah perusahaan tersebut berencana menghimpun dana hingga 75 miliar dolar melalui penerbitan kali ini. Dengan asumsi rencana ini menjadi kenyataan, hal itu dengan mudah akan memecahkan rekor sejarah IPO global.
Menilik sejarah, saat ini IPO dengan skala terbesar di pasar AS adalah Alibaba, raksasa e-commerce asal Tiongkok, yang pada 2014 mencatat nilai 220 miliar dolar, disusul oleh Visa yang pada 2008 menggalang hampir 180 miliar dolar. Target penggalangan dana SpaceX bahkan lebih dari 3 kali lipat Alibaba.
Berdasarkan ketentuan SEC, penyerahan dokumen secara rahasia (Confidential filing) memungkinkan perusahaan untuk melakukan peninjauan internal oleh regulator terlebih dahulu, sebelum memublikasikan kondisi keuangan kepada publik dan investor potensial. SpaceX harus mengumumkan dokumen tersebut setidaknya 15 hari sebelum memulai road show IPO-nya.
SpaceX didirikan pada 2002, awalnya berfokus pada pengembangan teknologi roket yang dapat digunakan kembali. Setelah NASA mengakhiri program Space Shuttle pada 2011, SpaceX dengan cepat bangkit menjadi mitra peluncuran terbesar NASA. Perlu dicatat, pada bulan Februari tahun ini, SpaceX secara resmi menggabungkan diri dengan startup kecerdasan buatan milik Musk yang bernama xAI; saat itu valuasi internal entitas gabungannya sekitar 1,25 triliun dolar. Kini valuasi target 1,75 triliun dolar menunjukkan tingginya harapan pasar terhadap “infrastruktur luar angkasa + kecerdasan buatan serbaguna” sebagai dua mesin penggerak.
Begitu SpaceX berhasil go public, Musk akan menciptakan rekor sejarah lainnya: menjadi CEO pertama di dunia yang memimpin secara bersamaan dua perusahaan publik kelas “triliun dolar”.
Keberanian SpaceX menantang valuasi sebesar itu terutama berkat keterikatannya yang dalam dengan pemerintah AS. Berdasarkan data dari lembaga riset belanja federal dan kontrak pemerintah FedScout, sejak 2008, SpaceX telah memperoleh lebih dari 24,4 miliar dolar pendapatan dari kerja sama dengan pemerintah federal AS. Pelanggan utamanya tidak hanya mencakup NASA, tetapi juga mencakup lembaga-lembaga kunci yang terkait keamanan nasional seperti Angkatan Udara AS (Air Force) dan Space Force.
Para analis menilai bahwa go public SpaceX tidak hanya akan menyuntikkan likuiditas besar dan menciptakan banyak perbincangan ke pasar saham global, tetapi juga menandai bahwa kapitalisasi teknologi kedirgantaraan swasta dan AI telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Investor sedang menahan napas menunggu prospektus yang akan segera dipublikasikan, untuk mengintip peta keuangan sebenarnya dari kerajaan teknologi misterius ini.