Kekhawatiran Penurunan Bitcoin 30% dengan Jepang Berencana Naikkan Suku Bunga.. Akankah Turun ke $70.000?
Bank Sentral Jepang bersiap untuk menaikkan suku bunga dari sekitar 0,5% menjadi 0,75%, dalam langkah yang merupakan yang pertama sejak 11 bulan lalu, dan mungkin mencapai level yang belum pernah tercatat selama 30 tahun. Perkembangan ini memicu kekhawatiran di pasar mata uang kripto, dengan prediksi bahwa keputusan tersebut akan menyebabkan fluktuasi tajam, terutama pada harga Bitcoin.
Para analis memperkirakan bahwa perubahan ini akan mendorong harga Bitcoin turun mendekati 70 ribu dolar, yaitu penurunan hingga 30%.
Rapat Bank Sentral Jepang dijadwalkan dimulai pada 18 Desember, dan keputusan akhir mengenai suku bunga akan diumumkan keesokan harinya, 19 Desember 2025.
👈 hubungan Bitcoin dan Jepang
Para ahli berpendapat bahwa Jepang merupakan "penggerak tersembunyi" dari pergerakan Bitcoin, karena selama bertahun-tahun investor bergantung pada transaksi Carry Trade, di mana Jepang menjadi sumber pinjaman berbiaya rendah, dengan bunga yang hampir nol, memungkinkan investor meminjam yen Jepang dan mengubahnya menjadi dolar atau euro, lalu menginvestasikannya dalam aset dengan hasil yang lebih tinggi, seperti saham dan mata uang kripto, serta memanfaatkan selisih hasil tersebut.
Namun, strategi ini kini menghadapi ancaman. Dengan meningkatnya suku bunga di Jepang, pinjaman dalam yen akan menjadi lebih mahal, yang akan menyusutkan margin keuntungan, serta meningkatkan risiko kenaikan nilai yen, yang dapat memperburuk kerugian bagi investor.
👈 hasilnya?
Investor mungkin terpaksa menjual aset mereka, terutama Bitcoin, untuk melunasi pinjaman yen, sebuah proses yang dikenal sebagai "pembongkaran transaksi Carry Trade", dan biasanya menyebabkan gelombang penjualan besar di pasar mata uang kripto, yang akan memberi tekanan besar pada harga.
Para analis mendasarkan prediksi mereka pada data historis yang menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga Jepang sebelumnya dikaitkan dengan penurunan tajam pada harga Bitcoin, dengan fenomena ini berulang tiga kali:
📌 Maret 2024: Kenaikan suku bunga ⬅️ Penurunan Bitcoin 23%
📌 Juli 2024: Kenaikan suku bunga ⬅️ Penurunan Bitcoin 26%
📌 Januari 2025: Kenaikan suku bunga ⬅️ Penurunan Bitcoin 31%
Mengacu pada indikator-indikator ini, para analis menyarankan investor untuk bersiap menghadapi periode fluktuasi tajam di pasar mata uang kripto, seiring dengan keputusan menaikkan suku bunga di Jepang. $BTC $ETH $XRP
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kekhawatiran Penurunan Bitcoin 30% dengan Jepang Berencana Naikkan Suku Bunga.. Akankah Turun ke $70.000?
Bank Sentral Jepang bersiap untuk menaikkan suku bunga dari sekitar 0,5% menjadi 0,75%, dalam langkah yang merupakan yang pertama sejak 11 bulan lalu, dan mungkin mencapai level yang belum pernah tercatat selama 30 tahun. Perkembangan ini memicu kekhawatiran di pasar mata uang kripto, dengan prediksi bahwa keputusan tersebut akan menyebabkan fluktuasi tajam, terutama pada harga Bitcoin.
Para analis memperkirakan bahwa perubahan ini akan mendorong harga Bitcoin turun mendekati 70 ribu dolar, yaitu penurunan hingga 30%.
Rapat Bank Sentral Jepang dijadwalkan dimulai pada 18 Desember, dan keputusan akhir mengenai suku bunga akan diumumkan keesokan harinya, 19 Desember 2025.
👈 hubungan Bitcoin dan Jepang
Para ahli berpendapat bahwa Jepang merupakan "penggerak tersembunyi" dari pergerakan Bitcoin, karena selama bertahun-tahun investor bergantung pada transaksi Carry Trade, di mana Jepang menjadi sumber pinjaman berbiaya rendah, dengan bunga yang hampir nol, memungkinkan investor meminjam yen Jepang dan mengubahnya menjadi dolar atau euro, lalu menginvestasikannya dalam aset dengan hasil yang lebih tinggi, seperti saham dan mata uang kripto, serta memanfaatkan selisih hasil tersebut.
Namun, strategi ini kini menghadapi ancaman. Dengan meningkatnya suku bunga di Jepang, pinjaman dalam yen akan menjadi lebih mahal, yang akan menyusutkan margin keuntungan, serta meningkatkan risiko kenaikan nilai yen, yang dapat memperburuk kerugian bagi investor.
👈 hasilnya?
Investor mungkin terpaksa menjual aset mereka, terutama Bitcoin, untuk melunasi pinjaman yen, sebuah proses yang dikenal sebagai "pembongkaran transaksi Carry Trade", dan biasanya menyebabkan gelombang penjualan besar di pasar mata uang kripto, yang akan memberi tekanan besar pada harga.
Para analis mendasarkan prediksi mereka pada data historis yang menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga Jepang sebelumnya dikaitkan dengan penurunan tajam pada harga Bitcoin, dengan fenomena ini berulang tiga kali:
📌 Maret 2024: Kenaikan suku bunga ⬅️ Penurunan Bitcoin 23%
📌 Juli 2024: Kenaikan suku bunga ⬅️ Penurunan Bitcoin 26%
📌 Januari 2025: Kenaikan suku bunga ⬅️ Penurunan Bitcoin 31%
Mengacu pada indikator-indikator ini, para analis menyarankan investor untuk bersiap menghadapi periode fluktuasi tajam di pasar mata uang kripto, seiring dengan keputusan menaikkan suku bunga di Jepang.
$BTC
$ETH
$XRP