Melihat berita ini, banyak trader langsung merasa lega: "Pemotongan suku bunga sudah datang, aset risiko akan melambung."
Tapi jika hanya memahami begitu saja, maka kamu benar-benar hanya melihat permukaannya.
Kuncinya bukan pada kata "pemotongan suku bunga" itu sendiri, melainkan apa yang diinginkan oleh pemimpin baru ini. Dia bukanlah untuk memberi pelonggaran semata, yang dia inginkan adalah—mengembalikan kendali suara Federal Reserve ke tangan sendiri.
**1. Pertama, ambil kesimpulan: orang ini bukan dovish maupun hawkish**
Dia adalah **penjaga ketertiban**.
Lihat apa yang dia dukung:
✔️ Pemotongan suku bunga (tapi tujuannya bukan untuk menyelamatkan pasar) ✔️ Melanjutkan pengurangan neraca aset ✔️ Membatasi pengaruh fiskal terhadap kebijakan moneter ✔️ Mengembalikan inflasi ke "keadaan terkendali", bukan ke "akibat yang tidak terkendali"
Sederhananya: uang bisa lebih murah, tapi seluruh sistem harus lebih teratur.
**2. Mengapa pemotongan suku bunga dan pengurangan neraca aset dilakukan bersamaan, malah membuat pasar tidak tenang?**
Ini memang terbalik dari intuisi—
Kalau sudah dipotong, mengapa masih melakukan pengurangan neraca aset yang bersifat ketat?
Ini adalah inti dari pemikirannya.
Dalam kerangkanya:
Suku bunga adalah alat penyesuaian harga
Neraca aset adalah alat kekuasaan
Lebih dari sepuluh tahun terakhir, masalah utama Federal Reserve bukan pada berapa tinggi suku bunga yang ditetapkan, tetapi—
👉 Mengubah neraca aset menjadi alat kebijakan harian.
Apa yang dia lakukan sekarang adalah membalikkan keadaan ini.
**3. Mengapa kalimat "inflasi adalah sebuah pilihan" terdengar begitu keras?**
Secara permukaan terdengar seperti debat akademik, padahal dalam sistem bank sentral, ini sama dengan mengatakan——
Inflasi bukan bencana alam, melainkan hasil dari pilihan kebijakan bank sentral.
Ini adalah tuduhan yang sangat berat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
6 Suka
Hadiah
6
2
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
BasementAlchemist
· 2025-12-16 06:51
Penurunan suku bunga tidak sama dengan melonggarkan kebijakan, hal ini memang dipahami secara terbalik oleh trader tradisional. Mengembalikan kekuasaan memanglah inti sebenarnya, paham.
Lihat AsliBalas0
FlashLoanPhantom
· 2025-12-16 06:45
Penurunan suku bunga tidak sama dengan pelonggaran likuiditas, orang ini benar-benar ingin mengonsolidasikan kekuasaan, tidak heran pasar bereaksi sebesar ini
Melihat berita ini, banyak trader langsung merasa lega: "Pemotongan suku bunga sudah datang, aset risiko akan melambung."
Tapi jika hanya memahami begitu saja, maka kamu benar-benar hanya melihat permukaannya.
Kuncinya bukan pada kata "pemotongan suku bunga" itu sendiri, melainkan apa yang diinginkan oleh pemimpin baru ini. Dia bukanlah untuk memberi pelonggaran semata, yang dia inginkan adalah—mengembalikan kendali suara Federal Reserve ke tangan sendiri.
**1. Pertama, ambil kesimpulan: orang ini bukan dovish maupun hawkish**
Dia adalah **penjaga ketertiban**.
Lihat apa yang dia dukung:
✔️ Pemotongan suku bunga (tapi tujuannya bukan untuk menyelamatkan pasar)
✔️ Melanjutkan pengurangan neraca aset
✔️ Membatasi pengaruh fiskal terhadap kebijakan moneter
✔️ Mengembalikan inflasi ke "keadaan terkendali", bukan ke "akibat yang tidak terkendali"
Sederhananya: uang bisa lebih murah, tapi seluruh sistem harus lebih teratur.
**2. Mengapa pemotongan suku bunga dan pengurangan neraca aset dilakukan bersamaan, malah membuat pasar tidak tenang?**
Ini memang terbalik dari intuisi—
Kalau sudah dipotong, mengapa masih melakukan pengurangan neraca aset yang bersifat ketat?
Ini adalah inti dari pemikirannya.
Dalam kerangkanya:
Suku bunga adalah alat penyesuaian harga
Neraca aset adalah alat kekuasaan
Lebih dari sepuluh tahun terakhir, masalah utama Federal Reserve bukan pada berapa tinggi suku bunga yang ditetapkan, tetapi—
👉 Mengubah neraca aset menjadi alat kebijakan harian.
Apa yang dia lakukan sekarang adalah membalikkan keadaan ini.
**3. Mengapa kalimat "inflasi adalah sebuah pilihan" terdengar begitu keras?**
Secara permukaan terdengar seperti debat akademik, padahal dalam sistem bank sentral, ini sama dengan mengatakan——
Inflasi bukan bencana alam, melainkan hasil dari pilihan kebijakan bank sentral.
Ini adalah tuduhan yang sangat berat.