Pusat data Amerika akan segera menciptakan masalah besar bagi pasar gas alam. Menurut analisis terbaru Bloomberg NEF, lonjakan infrastruktur komputasi—yang didorong oleh ekspansi AI—akan mendorong sektor gas AS ke dalam defisit mulai tahun 2026. Proyeksi ini menimbulkan keheranan di dalam sektor energi, terutama mengingat asumsi sebelumnya bahwa gas alam saja dapat secara andal memasok daya untuk generasi berikutnya dari fasilitas data. Kritikus menunjukkan ketidaksesuaian: pembuat kebijakan dan pelaku industri meremehkan peran energi nuklir dalam menyelesaikan masalah ini, malah bertaruh bahwa infrastruktur gas dapat menanggung seluruh beban. Tetapi angka-angka menunjukkan cerita yang berbeda. Seiring permintaan pusat data meningkat, produksi gas dan kapasitas pipa tidak akan cukup cepat untuk memenuhi permintaan jaringan tradisional dan beban komputasi yang sedang berkembang. Hasilnya? Ketatnya pasar, potensi lonjakan harga, dan tekanan yang semakin besar untuk mempertimbangkan kembali strategi energi untuk proyek infrastruktur skala besar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ForkInTheRoad
· 2025-12-20 14:04
Gas alam benar-benar tidak mampu bertahan, energi nuklir adalah jalan yang benar, sayangnya tidak ada yang mendengarkan
Lihat AsliBalas0
BrokenYield
· 2025-12-17 16:57
lol mereka benar-benar berpikir gas alam bisa menangani ledakan AI? kasus klasik meremehkan risiko sistemik... kekurangan pasokan 2026 akan datang, uang pintar sudah menempatkan posisi di permainan nuklir ngl
Lihat AsliBalas0
GateUser-74b10196
· 2025-12-17 16:56
Energi nuklir adalah masa depan. Jalur gas alam ini tidak berhasil. Bloomberg bahkan mengatakan bahwa pada 2026 akan berakhir.
Lihat AsliBalas0
down_only_larry
· 2025-12-17 16:51
Haha datang lagi, gas alam mau bertahan? Pada tahun 2026 sudah bangkrut, orang-orang ini benar-benar terlalu naif
Pusat data Amerika akan segera menciptakan masalah besar bagi pasar gas alam. Menurut analisis terbaru Bloomberg NEF, lonjakan infrastruktur komputasi—yang didorong oleh ekspansi AI—akan mendorong sektor gas AS ke dalam defisit mulai tahun 2026. Proyeksi ini menimbulkan keheranan di dalam sektor energi, terutama mengingat asumsi sebelumnya bahwa gas alam saja dapat secara andal memasok daya untuk generasi berikutnya dari fasilitas data. Kritikus menunjukkan ketidaksesuaian: pembuat kebijakan dan pelaku industri meremehkan peran energi nuklir dalam menyelesaikan masalah ini, malah bertaruh bahwa infrastruktur gas dapat menanggung seluruh beban. Tetapi angka-angka menunjukkan cerita yang berbeda. Seiring permintaan pusat data meningkat, produksi gas dan kapasitas pipa tidak akan cukup cepat untuk memenuhi permintaan jaringan tradisional dan beban komputasi yang sedang berkembang. Hasilnya? Ketatnya pasar, potensi lonjakan harga, dan tekanan yang semakin besar untuk mempertimbangkan kembali strategi energi untuk proyek infrastruktur skala besar.