Pada 19 Desember 2025 pukul 11:00 pagi (Waktu Tokyo), Bank of Japan mengumumkan berakhirnya kebijakan suku bunga negatif dan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Setelah pengumuman tersebut, pasar kripto global langsung bereaksi—Bitcoin merosot 8% dalam 5 menit, Ethereum bahkan jatuh 12%, sementara indeks Nikkei hari yang sama turun 2,3%. Fluktuasi tajam pasar kali ini sebenarnya mencerminkan ujian likuiditas yang sudah lama dipersiapkan.
Banyak trader yang panik melihat candlestick tiba-tiba anjlok, tetapi penurunan ini bukanlah kejadian black swan yang mendadak, melainkan hasil yang tak terelakkan dari akumulasi konflik ekonomi Jepang dalam jangka panjang. Pertama, lihat tiga data inti: CPI inti Jepang telah melampaui target 2% selama 24 bulan berturut-turut, menunjukkan tekanan inflasi sudah ada sejak lama; nilai yen melemah ke level terendah sejarah, menyebabkan biaya impor melonjak tajam, memperberat beban perusahaan dan rumah tangga; bank sentral utama dunia sudah memasuki era suku bunga tinggi, sementara Jepang mempertahankan suku bunga negatif dalam waktu yang lama, menyebabkan aliran modal keluar yang terus-menerus. Faktor-faktor ini saling bertumpuk, sehingga kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan sebenarnya adalah pilihan yang dipaksa.
Dari sudut pandang likuiditas, posisi arbitrase yen yang besar yang terbentuk dalam lingkungan suku bunga negatif sedang dengan cepat dilikuidasi. Dana yang meminjam yen murah untuk berinvestasi di aset lain mulai menarik diri, dan pasar kripto sebagai aset risiko menjadi yang paling terdampak. Dalam jangka pendek, guncangan likuiditas ini akan terus mempengaruhi ritme pasar, tetapi berdasarkan pengalaman sejarah, pasar biasanya akan secara bertahap menyerap perubahan kebijakan ini dalam beberapa minggu hingga bulan. Yang utama tetap tergantung pada langkah kebijakan bank sentral masing-masing negara dan reaksi pasar yang sebenarnya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
20 Suka
Hadiah
20
2
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GasWhisperer
· 2025-12-20 07:53
yo saya sudah melihat unwind JPY yang akan datang dari kejauhan... mempool sudah berteriak tentang itu jujur saja
Lihat AsliBalas0
RamenStacker
· 2025-12-20 07:46
Bank of Japan ini sebenarnya sudah terpojok dengan langkah ini. Sudah bertahun-tahun menerapkan suku bunga negatif, seharusnya sudah berakhir.
Pada 19 Desember 2025 pukul 11:00 pagi (Waktu Tokyo), Bank of Japan mengumumkan berakhirnya kebijakan suku bunga negatif dan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Setelah pengumuman tersebut, pasar kripto global langsung bereaksi—Bitcoin merosot 8% dalam 5 menit, Ethereum bahkan jatuh 12%, sementara indeks Nikkei hari yang sama turun 2,3%. Fluktuasi tajam pasar kali ini sebenarnya mencerminkan ujian likuiditas yang sudah lama dipersiapkan.
Banyak trader yang panik melihat candlestick tiba-tiba anjlok, tetapi penurunan ini bukanlah kejadian black swan yang mendadak, melainkan hasil yang tak terelakkan dari akumulasi konflik ekonomi Jepang dalam jangka panjang. Pertama, lihat tiga data inti: CPI inti Jepang telah melampaui target 2% selama 24 bulan berturut-turut, menunjukkan tekanan inflasi sudah ada sejak lama; nilai yen melemah ke level terendah sejarah, menyebabkan biaya impor melonjak tajam, memperberat beban perusahaan dan rumah tangga; bank sentral utama dunia sudah memasuki era suku bunga tinggi, sementara Jepang mempertahankan suku bunga negatif dalam waktu yang lama, menyebabkan aliran modal keluar yang terus-menerus. Faktor-faktor ini saling bertumpuk, sehingga kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan sebenarnya adalah pilihan yang dipaksa.
Dari sudut pandang likuiditas, posisi arbitrase yen yang besar yang terbentuk dalam lingkungan suku bunga negatif sedang dengan cepat dilikuidasi. Dana yang meminjam yen murah untuk berinvestasi di aset lain mulai menarik diri, dan pasar kripto sebagai aset risiko menjadi yang paling terdampak. Dalam jangka pendek, guncangan likuiditas ini akan terus mempengaruhi ritme pasar, tetapi berdasarkan pengalaman sejarah, pasar biasanya akan secara bertahap menyerap perubahan kebijakan ini dalam beberapa minggu hingga bulan. Yang utama tetap tergantung pada langkah kebijakan bank sentral masing-masing negara dan reaksi pasar yang sebenarnya.