Dalam konteks kontrak pintar, “backdoor” tidak selalu merupakan pintu masuk tersembunyi dalam malware, melainkan merujuk pada hak kontrol terpusat yang disimpan oleh pengembang. Kebanyakan investor ritel biasa mengetahui konsep ini, tetapi pemahaman mereka kabur atau mengabaikannya. Kebanyakan orang “pernah mendengar” bahwa kontrak pintar memiliki risiko, ada proyek yang kabur, dan audit keamanan sangat penting. Tetapi tindakan mereka tertinggal: Dalam praktiknya, karena kurangnya pengetahuan teknis, tergoda oleh keuntungan besar, dan adanya psikologi FOMO (takut kehilangan), banyak orang tidak akan memeriksa laporan audit secara langsung, bahkan tidak tahu di mana melihat laporan audit tersebut. Mereka cenderung bergantung pada “konsensus komunitas”, “rekomendasi dari influencer besar” atau reputasi proyek untuk membuat keputusan. · Kepercayaan selektif: Mereka tahu secara teori bahwa ada backdoor, tetapi beranggapan “proyek bintang ini / proyek yang sudah masuk bursa besar seharusnya tidak ada masalah”.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
“”backdoor” secara spesifik merujuk pada apa?
Dalam konteks kontrak pintar, “backdoor” tidak selalu merupakan pintu masuk tersembunyi dalam malware, melainkan merujuk pada hak kontrol terpusat yang disimpan oleh pengembang.
Kebanyakan investor ritel biasa mengetahui konsep ini, tetapi pemahaman mereka kabur atau mengabaikannya.
Kebanyakan orang “pernah mendengar” bahwa kontrak pintar memiliki risiko, ada proyek yang kabur, dan audit keamanan sangat penting.
Tetapi tindakan mereka tertinggal: Dalam praktiknya, karena kurangnya pengetahuan teknis, tergoda oleh keuntungan besar, dan adanya psikologi FOMO (takut kehilangan), banyak orang tidak akan memeriksa laporan audit secara langsung, bahkan tidak tahu di mana melihat laporan audit tersebut. Mereka cenderung bergantung pada “konsensus komunitas”, “rekomendasi dari influencer besar” atau reputasi proyek untuk membuat keputusan.
· Kepercayaan selektif: Mereka tahu secara teori bahwa ada backdoor, tetapi beranggapan “proyek bintang ini / proyek yang sudah masuk bursa besar seharusnya tidak ada masalah”.