比特币(BTC)harga melewati angka 90.000 USD untuk pertama kalinya sejak pertengahan Desember 2025, dengan harga saat ini 91.313,75 USD, kenaikan 1,57% dalam 24 jam. Rebound kali ini bukan didorong oleh satu faktor tunggal, melainkan hasil dari kombinasi aliran dana ETF spot yang kembali, perbaikan likuiditas makro, dan ekspektasi regulasi. Di antaranya, pasar ETF spot Bitcoin di AS setelah dua minggu berturut-turut mengalami arus keluar dana, mencatat sekitar 4,59 miliar USD masuk bersih dalam satu minggu hingga 2 Januari, menjadi pendukung penting.
Aliran Dana Institusional Kembali: Dari Keluar ke Masuk Bersih
Pergerakan dana ETF spot sering mencerminkan sikap nyata investor institusional. Berita cepat menunjukkan bahwa produk institusional terkemuka menjadi pendorong utama rebound ini. iShares Bitcoin Trust dan Fidelity Bitcoin ETF masing-masing mencatat masuk dana bersih sebesar beberapa ratus juta dolar, yang merupakan perubahan signifikan.
Mengapa Pembelian Institusional Sangat Penting
Pembelian berkelanjutan ETF spot langsung mempengaruhi struktur penawaran dan permintaan Bitcoin. Ketika institusi membeli dalam jumlah besar melalui ETF, itu setara dengan menyerap likuiditas dari pasar, yang dapat mendorong harga naik dan menjaga level support. Data menunjukkan bahwa arus masuk bersih sebesar 4,59 miliar USD dalam satu minggu cukup untuk menjaga BTC di sekitar 90.000 USD.
Sebaliknya, dua minggu berturut-turut arus keluar dana sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran tentang kurangnya kepercayaan institusional. Kini, perubahan ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor institusional terhadap prospek jangka menengah dan pendek Bitcoin sedang pulih. Pemulihan ini bukan tanpa dasar, melainkan didasarkan pada penilaian terhadap perbaikan lingkungan makro.
Likuiditas Makro: Risiko Arbitrase Yen Berkurang
Faktor makro yang disebutkan juga tidak boleh diabaikan. Baru-baru ini, imbal hasil obligasi Jepang 10 tahun kembali turun dari level tertinggi, dan dolar AS terhadap yen kembali melemah, mengurangi kekhawatiran pasar terhadap posisi arbitrase yen (arbitrase Jepang) yang terkonsentrasi pada penutupan posisi.
Apa itu risiko penutupan posisi arbitrase Jepang?
Arbitrase Jepang adalah strategi meminjam yen di lingkungan suku bunga rendah Jepang, lalu menginvestasikan ke aset berimbal hasil tinggi (seperti kripto). Ketika dolar menguat dan yen melemah, posisi ini menghadapi tekanan besar untuk ditutup, yang sering memicu penjualan pasar. Penutupan posisi arbitrase yen pernah menjadi salah satu penyebab utama penurunan tajam pada 2024.
Dengan tekanan yen yang berkurang hari ini, risiko penutupan posisi besar tersebut berkurang. Selain itu, ekspektasi likuiditas global yang membaik dan arus dana ke aset risiko, termasuk Bitcoin sebagai representasi aset risiko, kembali menguat. Ekspektasi penurunan suku bunga Fed pada Maret juga tetap ada, meningkatkan preferensi risiko.
Ekspektasi Regulasi: Sinyal Masuknya Dana Jangka Panjang
Berita positif dari sisi kebijakan juga muncul. Kemajuan legislasi di AS terkait kerangka pasar kripto meningkatkan ekspektasi terhadap regulasi yang sesuai dan masuknya dana jangka panjang. Meski isi dan waktu pengesahan legislasi ini masih belum pasti, langkah ini sendiri mengirimkan sinyal bahwa sistem keuangan utama semakin menerima aset kripto.
Jika legislasi ini berjalan lancar, akan membantu memperluas partisipasi institusional di pasar Bitcoin dan kripto, serta memperbaiki struktur penawaran dan permintaan jangka menengah. Inilah salah satu alasan utama mengapa investor institusional memilih menambah alokasi saat ini.
Sentimen Pasar: Fase Super Jenuh dalam Ketakutan Ekstrem
Perlu dicatat bahwa meskipun harga menunjukkan rebound yang jelas, indeks ketakutan dan keserakahan Bitcoin tetap berada di zona “ketakutan ekstrem”. Apa arti dari ketidaksesuaian ini?
Makna Divergensi
Ketika harga naik tetapi sentimen tetap sangat takut, ini menunjukkan bahwa partisipan pasar belum sepenuhnya percaya bahwa rebound ini akan berkelanjutan. Keraguan ini justru membuka ruang untuk pemulihan lebih lanjut. Biasanya, fase ketakutan ekstrem adalah indikator oversold secara temporer, dan biasanya diikuti oleh pemulihan sentimen dan kenaikan harga.
Dari sudut pandang ini, menembus angka 90.000 USD mungkin baru awal dari proses pemulihan, bukan akhir.
Analisis Teknikal: Rata-rata Pergerakan dan Target Harga
Secara teknikal, Bitcoin masih berfluktuasi di bawah rata-rata pergerakan utama, tetapi selama level support 90.000 USD tidak ditembus secara efektif, target jangka pendek bisa menuju 95.000 USD, dan jangka menengah menuju angka psikologis 100.000 USD.
Risiko dan Peluang
Sebaliknya, jika kebijakan makro atau dana ETF kembali melemah, risiko harga kembali ke area 80.000 USD tetap ada. Ini menjadikan 90.000 USD sebagai titik kritis—apakah level ini mampu berubah menjadi support yang kokoh akan menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.
Informasi lain menunjukkan bahwa satu whale besar dalam 24 jam terakhir menarik 800 BTC dari Bitfinex, dan selama 6 hari terakhir mengumpulkan 1.000 BTC, senilai sekitar 89,04 juta USD. Perilaku akumulasi dari whale ini sering dianggap sebagai sinyal bullish. Selain itu, Tether membeli 8888.8888888 BTC di Q4, menunjukkan minat besar dari institusi dan whale terhadap Bitcoin.
Kesimpulan
Penembusan angka 90.000 USD bukanlah peristiwa tunggal, melainkan hasil dari kombinasi aliran dana ETF spot, perbaikan likuiditas makro, dan ekspektasi regulasi. Pemulihan kepercayaan institusional, risiko arbitrase yen yang berkurang, sentimen positif dari kebijakan, dan pemulihan dari ketakutan ekstrem semuanya mendorong rebound ini.
Apakah angka 90.000 USD akan berubah menjadi support yang efektif? Jika mampu bertahan, target jangka pendek bisa ke 95.000 USD, dan jangka menengah ke 100.000 USD. Namun, ketakutan ekstrem di pasar juga mengingatkan bahwa keberlanjutan rebound ini masih harus diamati, terutama dari aliran dana ETF dan perkembangan kebijakan makro selanjutnya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
BTC menembus $90.000: arus dana institusional kembali dan faktor makro yang menguntungkan bertambah
比特币(BTC)harga melewati angka 90.000 USD untuk pertama kalinya sejak pertengahan Desember 2025, dengan harga saat ini 91.313,75 USD, kenaikan 1,57% dalam 24 jam. Rebound kali ini bukan didorong oleh satu faktor tunggal, melainkan hasil dari kombinasi aliran dana ETF spot yang kembali, perbaikan likuiditas makro, dan ekspektasi regulasi. Di antaranya, pasar ETF spot Bitcoin di AS setelah dua minggu berturut-turut mengalami arus keluar dana, mencatat sekitar 4,59 miliar USD masuk bersih dalam satu minggu hingga 2 Januari, menjadi pendukung penting.
Aliran Dana Institusional Kembali: Dari Keluar ke Masuk Bersih
Pergerakan dana ETF spot sering mencerminkan sikap nyata investor institusional. Berita cepat menunjukkan bahwa produk institusional terkemuka menjadi pendorong utama rebound ini. iShares Bitcoin Trust dan Fidelity Bitcoin ETF masing-masing mencatat masuk dana bersih sebesar beberapa ratus juta dolar, yang merupakan perubahan signifikan.
Mengapa Pembelian Institusional Sangat Penting
Pembelian berkelanjutan ETF spot langsung mempengaruhi struktur penawaran dan permintaan Bitcoin. Ketika institusi membeli dalam jumlah besar melalui ETF, itu setara dengan menyerap likuiditas dari pasar, yang dapat mendorong harga naik dan menjaga level support. Data menunjukkan bahwa arus masuk bersih sebesar 4,59 miliar USD dalam satu minggu cukup untuk menjaga BTC di sekitar 90.000 USD.
Sebaliknya, dua minggu berturut-turut arus keluar dana sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran tentang kurangnya kepercayaan institusional. Kini, perubahan ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor institusional terhadap prospek jangka menengah dan pendek Bitcoin sedang pulih. Pemulihan ini bukan tanpa dasar, melainkan didasarkan pada penilaian terhadap perbaikan lingkungan makro.
Likuiditas Makro: Risiko Arbitrase Yen Berkurang
Faktor makro yang disebutkan juga tidak boleh diabaikan. Baru-baru ini, imbal hasil obligasi Jepang 10 tahun kembali turun dari level tertinggi, dan dolar AS terhadap yen kembali melemah, mengurangi kekhawatiran pasar terhadap posisi arbitrase yen (arbitrase Jepang) yang terkonsentrasi pada penutupan posisi.
Apa itu risiko penutupan posisi arbitrase Jepang?
Arbitrase Jepang adalah strategi meminjam yen di lingkungan suku bunga rendah Jepang, lalu menginvestasikan ke aset berimbal hasil tinggi (seperti kripto). Ketika dolar menguat dan yen melemah, posisi ini menghadapi tekanan besar untuk ditutup, yang sering memicu penjualan pasar. Penutupan posisi arbitrase yen pernah menjadi salah satu penyebab utama penurunan tajam pada 2024.
Dengan tekanan yen yang berkurang hari ini, risiko penutupan posisi besar tersebut berkurang. Selain itu, ekspektasi likuiditas global yang membaik dan arus dana ke aset risiko, termasuk Bitcoin sebagai representasi aset risiko, kembali menguat. Ekspektasi penurunan suku bunga Fed pada Maret juga tetap ada, meningkatkan preferensi risiko.
Ekspektasi Regulasi: Sinyal Masuknya Dana Jangka Panjang
Berita positif dari sisi kebijakan juga muncul. Kemajuan legislasi di AS terkait kerangka pasar kripto meningkatkan ekspektasi terhadap regulasi yang sesuai dan masuknya dana jangka panjang. Meski isi dan waktu pengesahan legislasi ini masih belum pasti, langkah ini sendiri mengirimkan sinyal bahwa sistem keuangan utama semakin menerima aset kripto.
Jika legislasi ini berjalan lancar, akan membantu memperluas partisipasi institusional di pasar Bitcoin dan kripto, serta memperbaiki struktur penawaran dan permintaan jangka menengah. Inilah salah satu alasan utama mengapa investor institusional memilih menambah alokasi saat ini.
Sentimen Pasar: Fase Super Jenuh dalam Ketakutan Ekstrem
Perlu dicatat bahwa meskipun harga menunjukkan rebound yang jelas, indeks ketakutan dan keserakahan Bitcoin tetap berada di zona “ketakutan ekstrem”. Apa arti dari ketidaksesuaian ini?
Makna Divergensi
Ketika harga naik tetapi sentimen tetap sangat takut, ini menunjukkan bahwa partisipan pasar belum sepenuhnya percaya bahwa rebound ini akan berkelanjutan. Keraguan ini justru membuka ruang untuk pemulihan lebih lanjut. Biasanya, fase ketakutan ekstrem adalah indikator oversold secara temporer, dan biasanya diikuti oleh pemulihan sentimen dan kenaikan harga.
Dari sudut pandang ini, menembus angka 90.000 USD mungkin baru awal dari proses pemulihan, bukan akhir.
Analisis Teknikal: Rata-rata Pergerakan dan Target Harga
Secara teknikal, Bitcoin masih berfluktuasi di bawah rata-rata pergerakan utama, tetapi selama level support 90.000 USD tidak ditembus secara efektif, target jangka pendek bisa menuju 95.000 USD, dan jangka menengah menuju angka psikologis 100.000 USD.
Risiko dan Peluang
Sebaliknya, jika kebijakan makro atau dana ETF kembali melemah, risiko harga kembali ke area 80.000 USD tetap ada. Ini menjadikan 90.000 USD sebagai titik kritis—apakah level ini mampu berubah menjadi support yang kokoh akan menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.
Informasi lain menunjukkan bahwa satu whale besar dalam 24 jam terakhir menarik 800 BTC dari Bitfinex, dan selama 6 hari terakhir mengumpulkan 1.000 BTC, senilai sekitar 89,04 juta USD. Perilaku akumulasi dari whale ini sering dianggap sebagai sinyal bullish. Selain itu, Tether membeli 8888.8888888 BTC di Q4, menunjukkan minat besar dari institusi dan whale terhadap Bitcoin.
Kesimpulan
Penembusan angka 90.000 USD bukanlah peristiwa tunggal, melainkan hasil dari kombinasi aliran dana ETF spot, perbaikan likuiditas makro, dan ekspektasi regulasi. Pemulihan kepercayaan institusional, risiko arbitrase yen yang berkurang, sentimen positif dari kebijakan, dan pemulihan dari ketakutan ekstrem semuanya mendorong rebound ini.
Apakah angka 90.000 USD akan berubah menjadi support yang efektif? Jika mampu bertahan, target jangka pendek bisa ke 95.000 USD, dan jangka menengah ke 100.000 USD. Namun, ketakutan ekstrem di pasar juga mengingatkan bahwa keberlanjutan rebound ini masih harus diamati, terutama dari aliran dana ETF dan perkembangan kebijakan makro selanjutnya.