Aksi militer antara AS dan Venezuela yang meningkat selama akhir pekan tidak menggoyahkan Bitcoin, malah menyoroti posisinya sebagai aset safe haven yang unik. Di tengah latar risiko aset tradisional yang umumnya tertekan, BTC tetap bertahan di sekitar 90.000 USD, menunjukkan ketahanan pasar yang melebihi ekspektasi, dan ujian kali ini memberikan dukungan empiris baru terhadap sifat safe haven dari cryptocurrency.
“Ketenangan yang Tidak Biasa” di Tengah Guncangan Geopolitik
Konflik militer antara AS dan Venezuela yang pecah selama akhir pekan dengan cepat menarik perhatian global, tetapi performa Bitcoin sangat mengejutkan. Meskipun pada awal Sabtu sempat turun sementara di bawah 90.000 USD, segera pulih dengan cepat, dan secara keseluruhan reaksi terhadap kejadian mendadak ini relatif terbatas.
Berdasarkan data terbaru, harga BTC saat ini adalah 91.320,85 USD, dengan kenaikan 2,06% dalam 24 jam, dan kapitalisasi pasar tetap di angka 1,82 triliun USD, menyumbang 58,64% dari total kapitalisasi pasar cryptocurrency. Performa ini sangat kontras dengan reaksi aset keuangan tradisional dalam krisis geopolitik.
Nic Puckrin, pendiri Coin Bureau, menunjukkan bahwa dalam konteks AS melancarkan operasi militer dan menangkap pemimpin negara lain, harga Bitcoin hampir tidak mengalami fluktuasi yang signifikan, yang secara implisit mengirimkan sinyal penting. Ini menunjukkan bahwa pelaku pasar sedang memverifikasi secara nyata sifat safe haven dari Bitcoin.
Dukungan Teknis Masih Ada
Dari sudut pandang tren jangka pendek, fondasi teknis Bitcoin tetap kokoh. Analis Michaël van de Poppe menyatakan bahwa harga BTC masih bergerak di atas garis rata-rata 21 hari, yang biasanya dianggap sebagai level support penting jangka pendek. Selama suasana pasar secara keseluruhan tidak memburuk secara signifikan, Bitcoin tetap berpotensi untuk melanjutkan kenaikan di bulan Januari.
Struktur support saat ini meliputi:
Garis rata-rata 21 hari sebagai support teknis
90.000 USD sebagai level psikologis
Titik terendah historis di 80.000 USD sebagai support yang lebih dalam
Mengacu pada fakta bahwa Bitcoin sempat turun lebih dari 30% dari puncaknya di atas 125.000 USD pada Oktober, menjaga stabilitas di tengah kejadian geopolitik mendadak ini menjadi sangat penting.
Sinyal dari Aliran Dana Institusional
Sementara itu, aliran dana di tingkat institusi juga mengirimkan sinyal kompleks ke pasar. Berdasarkan data terbaru, ETF Bitcoin spot kemarin mencatat total masuk bersih sebesar 471 juta USD, dengan BlackRock IBIT memimpin dengan masuk bersih sebesar 287 juta USD, dan total masuk bersih ETF spot sejak awal mencapai 62,38 miliar USD.
Ini menunjukkan bahwa investor institusional memanfaatkan volatilitas geopolitik untuk melakukan penempatan. Namun, perlu dicatat bahwa BlackRock juga melakukan transfer aset besar-besaran—memasukkan 1.134 BTC dan 7.255 ETH ke Binance sejak awal 2026, yang mungkin mencerminkan strategi pengoptimalan portofolio atau persiapan menghadapi volatilitas jangka pendek.
Peringatan Risiko Sebelum Pembukaan Senin
Perlu ditekankan bahwa ketenangan saat ini mungkin bersifat tertinggal. Karena pasar keuangan tradisional tutup selama akhir pekan, partisipasi penuh dari investor institusional belum terjadi, sehingga reaksi pasar yang sebenarnya mungkin masih tertunda. Dengan pembukaan pasar AS pada hari Senin, dana institusional akan kembali masuk, dan volatilitas bisa kembali meningkat.
Beberapa trader memperingatkan bahwa jika tekanan jual baru muncul, Bitcoin bisa kembali menguji level support utama. Lebih dari 2,2 miliar USD opsi Bitcoin akan segera kedaluwarsa, yang juga dapat menjadi katalisator volatilitas jangka pendek.
Ekspektasi Optimis dari Perspektif Jangka Menengah dan Panjang
Meskipun ada risiko jangka pendek, secara umum para pelaku pasar tetap optimis dari sudut pandang jangka menengah dan panjang. Peneliti Linh Tran menyatakan bahwa koreksi akhir tahun 2025 bukan semata-mata didorong oleh sentimen retail, melainkan terkait dengan kondisi makroekonomi, aliran dana institusional, dan perubahan ekspektasi regulasi secara erat.
CEO Abra, Bill Barhydt, berpendapat bahwa seiring kebijakan moneter global yang secara bertahap melonggar, Bitcoin diperkirakan akan mendapatkan manfaat dari peningkatan likuiditas di tahun 2026, dan kembali menjadi opsi penting dalam alokasi aset risiko. Penilaian ini didukung oleh awal yang positif dari pasar saham Wall Street—futures indeks utama seperti Dow Jones dan S&P 500 menguat, menandakan bahwa minat risiko investor mulai pulih.
Kesimpulan
Performa stabil Bitcoin dalam konflik AS dan Venezuela kembali menegaskan posisinya sebagai aset safe haven, dengan level 90.000 USD menunjukkan dukungan yang kuat. Dari sudut pandang teknis, aliran dana, dan tren jangka menengah panjang, kondisi fundamental pasar tetap didukung. Namun, perlu diingat bahwa kembalinya dana institusional setelah pembukaan pasar AS Senin bisa mengubah ritme jangka pendek, sehingga perlindungan terhadap level support utama sangat krusial. Bagi investor, saat ini adalah momen penting untuk mengamati reaksi pasar yang sesungguhnya sekaligus menilai apakah minat risiko dapat bertahan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
BTC Bertahan di Tengah Badai Geopolitik: Mengapa Ambang 90.000 Dolar Menjadi Benteng Perlindungan
Aksi militer antara AS dan Venezuela yang meningkat selama akhir pekan tidak menggoyahkan Bitcoin, malah menyoroti posisinya sebagai aset safe haven yang unik. Di tengah latar risiko aset tradisional yang umumnya tertekan, BTC tetap bertahan di sekitar 90.000 USD, menunjukkan ketahanan pasar yang melebihi ekspektasi, dan ujian kali ini memberikan dukungan empiris baru terhadap sifat safe haven dari cryptocurrency.
“Ketenangan yang Tidak Biasa” di Tengah Guncangan Geopolitik
Konflik militer antara AS dan Venezuela yang pecah selama akhir pekan dengan cepat menarik perhatian global, tetapi performa Bitcoin sangat mengejutkan. Meskipun pada awal Sabtu sempat turun sementara di bawah 90.000 USD, segera pulih dengan cepat, dan secara keseluruhan reaksi terhadap kejadian mendadak ini relatif terbatas.
Berdasarkan data terbaru, harga BTC saat ini adalah 91.320,85 USD, dengan kenaikan 2,06% dalam 24 jam, dan kapitalisasi pasar tetap di angka 1,82 triliun USD, menyumbang 58,64% dari total kapitalisasi pasar cryptocurrency. Performa ini sangat kontras dengan reaksi aset keuangan tradisional dalam krisis geopolitik.
Nic Puckrin, pendiri Coin Bureau, menunjukkan bahwa dalam konteks AS melancarkan operasi militer dan menangkap pemimpin negara lain, harga Bitcoin hampir tidak mengalami fluktuasi yang signifikan, yang secara implisit mengirimkan sinyal penting. Ini menunjukkan bahwa pelaku pasar sedang memverifikasi secara nyata sifat safe haven dari Bitcoin.
Dukungan Teknis Masih Ada
Dari sudut pandang tren jangka pendek, fondasi teknis Bitcoin tetap kokoh. Analis Michaël van de Poppe menyatakan bahwa harga BTC masih bergerak di atas garis rata-rata 21 hari, yang biasanya dianggap sebagai level support penting jangka pendek. Selama suasana pasar secara keseluruhan tidak memburuk secara signifikan, Bitcoin tetap berpotensi untuk melanjutkan kenaikan di bulan Januari.
Struktur support saat ini meliputi:
Mengacu pada fakta bahwa Bitcoin sempat turun lebih dari 30% dari puncaknya di atas 125.000 USD pada Oktober, menjaga stabilitas di tengah kejadian geopolitik mendadak ini menjadi sangat penting.
Sinyal dari Aliran Dana Institusional
Sementara itu, aliran dana di tingkat institusi juga mengirimkan sinyal kompleks ke pasar. Berdasarkan data terbaru, ETF Bitcoin spot kemarin mencatat total masuk bersih sebesar 471 juta USD, dengan BlackRock IBIT memimpin dengan masuk bersih sebesar 287 juta USD, dan total masuk bersih ETF spot sejak awal mencapai 62,38 miliar USD.
Ini menunjukkan bahwa investor institusional memanfaatkan volatilitas geopolitik untuk melakukan penempatan. Namun, perlu dicatat bahwa BlackRock juga melakukan transfer aset besar-besaran—memasukkan 1.134 BTC dan 7.255 ETH ke Binance sejak awal 2026, yang mungkin mencerminkan strategi pengoptimalan portofolio atau persiapan menghadapi volatilitas jangka pendek.
Peringatan Risiko Sebelum Pembukaan Senin
Perlu ditekankan bahwa ketenangan saat ini mungkin bersifat tertinggal. Karena pasar keuangan tradisional tutup selama akhir pekan, partisipasi penuh dari investor institusional belum terjadi, sehingga reaksi pasar yang sebenarnya mungkin masih tertunda. Dengan pembukaan pasar AS pada hari Senin, dana institusional akan kembali masuk, dan volatilitas bisa kembali meningkat.
Beberapa trader memperingatkan bahwa jika tekanan jual baru muncul, Bitcoin bisa kembali menguji level support utama. Lebih dari 2,2 miliar USD opsi Bitcoin akan segera kedaluwarsa, yang juga dapat menjadi katalisator volatilitas jangka pendek.
Ekspektasi Optimis dari Perspektif Jangka Menengah dan Panjang
Meskipun ada risiko jangka pendek, secara umum para pelaku pasar tetap optimis dari sudut pandang jangka menengah dan panjang. Peneliti Linh Tran menyatakan bahwa koreksi akhir tahun 2025 bukan semata-mata didorong oleh sentimen retail, melainkan terkait dengan kondisi makroekonomi, aliran dana institusional, dan perubahan ekspektasi regulasi secara erat.
CEO Abra, Bill Barhydt, berpendapat bahwa seiring kebijakan moneter global yang secara bertahap melonggar, Bitcoin diperkirakan akan mendapatkan manfaat dari peningkatan likuiditas di tahun 2026, dan kembali menjadi opsi penting dalam alokasi aset risiko. Penilaian ini didukung oleh awal yang positif dari pasar saham Wall Street—futures indeks utama seperti Dow Jones dan S&P 500 menguat, menandakan bahwa minat risiko investor mulai pulih.
Kesimpulan
Performa stabil Bitcoin dalam konflik AS dan Venezuela kembali menegaskan posisinya sebagai aset safe haven, dengan level 90.000 USD menunjukkan dukungan yang kuat. Dari sudut pandang teknis, aliran dana, dan tren jangka menengah panjang, kondisi fundamental pasar tetap didukung. Namun, perlu diingat bahwa kembalinya dana institusional setelah pembukaan pasar AS Senin bisa mengubah ritme jangka pendek, sehingga perlindungan terhadap level support utama sangat krusial. Bagi investor, saat ini adalah momen penting untuk mengamati reaksi pasar yang sesungguhnya sekaligus menilai apakah minat risiko dapat bertahan.