Ada sesuatu yang mendalam tentang bagaimana beberapa pembangun terbesar memadukan kebijaksanaan batin dengan penempatan modal strategis. Ambil jalur yang kurang dilalui—Steve Jobs bisa saja tetap terbenam dalam eksplorasi spiritual selama perjalanannya di India, namun memilih untuk kembali dan melahirkan Apple. Bertahun-tahun kemudian, saat menghadapi persimpangan lain di Jepang, dia tidak hanya berkelana; melainkan menyalurkan perspektif itu ke dalam pendanaan Pixar. Yang paling mencolok bukanlah pola geografisnya, tetapi iramanya: setiap kali gelombang turbulensi melanda, dia tidak bereaksi secara buta. Dia akan mundur ke dalam kontemplasi, membiarkan wawasan spiritual mengkalibrasi ulang pemikirannya, lalu menyalurkan modal dengan kejernihan. Persimpangan itu—di mana introspeksi bertemu tindakan tegas, di mana filosofi mendorong inovasi—terasa seperti cetak biru bagi pembangun yang benar-benar menggerakkan pasar. Mungkin itulah yang membedakan kebisingan dari warisan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GateUser-e87b21ee
· 2jam yang lalu
Sejujurnya, ritme "meditasi-bersihkan pikiran-mulai" dari Jobs memang luar biasa, tetapi masalahnya adalah kebanyakan orang tidak bisa mempelajarinya karena mereka sama sekali tidak bisa menunggu saat itu
Lihat AsliBalas0
RuntimeError
· 11jam yang lalu
Singkatnya, meditasi bisa membuat orang lebih pandai mengeluarkan uang, logika ini memang tidak saya pikirkan.
Lihat AsliBalas0
SybilSlayer
· 01-04 09:55
Sejujurnya, teori ini terdengar bagus, tetapi terasa seperti mempersonifikasi mitos Jobs... Keberhasilannya lebih banyak bergantung pada intuisi dan timing, bukan meditasi yang bisa menyelesaikannya.
Lihat AsliBalas0
SignatureDenied
· 01-04 09:52
Singkatnya, setelah bermeditasi baru mengeluarkan uang, terdengar keren tapi sebenarnya hanya beberapa orang yang benar-benar bisa melakukannya
Lihat AsliBalas0
CryptoSurvivor
· 01-04 09:47
Benar, refleksi→aksi→investasi adalah rahasia para ahli untuk mendapatkan uang besar, jangan cuma ngecek pasar terus-menerus
Lihat AsliBalas0
TommyTeacher
· 01-04 09:47
Sejujurnya, saya sudah mendengar banyak sekali tentang Jobs ini, tapi memang ini hanya sebuah template... Apakah setelah bermeditasi bisa membuat keputusan dengan jernih? Kebanyakan orang setelah bermeditasi malah mulai menyerah.
Lihat AsliBalas0
DegenGambler
· 01-04 09:28
Pada akhirnya, tetap harus punya uang agar bisa bermeditasi di India, yang tidak punya uang kita hanya bisa kerja 996 dan nge-scroll ponsel
Ada sesuatu yang mendalam tentang bagaimana beberapa pembangun terbesar memadukan kebijaksanaan batin dengan penempatan modal strategis. Ambil jalur yang kurang dilalui—Steve Jobs bisa saja tetap terbenam dalam eksplorasi spiritual selama perjalanannya di India, namun memilih untuk kembali dan melahirkan Apple. Bertahun-tahun kemudian, saat menghadapi persimpangan lain di Jepang, dia tidak hanya berkelana; melainkan menyalurkan perspektif itu ke dalam pendanaan Pixar. Yang paling mencolok bukanlah pola geografisnya, tetapi iramanya: setiap kali gelombang turbulensi melanda, dia tidak bereaksi secara buta. Dia akan mundur ke dalam kontemplasi, membiarkan wawasan spiritual mengkalibrasi ulang pemikirannya, lalu menyalurkan modal dengan kejernihan. Persimpangan itu—di mana introspeksi bertemu tindakan tegas, di mana filosofi mendorong inovasi—terasa seperti cetak biru bagi pembangun yang benar-benar menggerakkan pasar. Mungkin itulah yang membedakan kebisingan dari warisan.