Memasuki pasar saham tanpa rencana seperti bermain game tanpa mengetahui aturannya. Itulah sebabnya Buku Main Saham menjadi alat penting yang harus dipelajari oleh investor pemula sebelum memulai investasi. Pada tahun 2025 ini, tersedia banyak bantuan menarik yang akan kami rangkum dan kenalkan kepada Anda.
Jalur Pembelajaran Investasi Saham: Dari Dasar hingga Tingkat Tinggi
Stasiun pertama: Membangun fondasi dengan “Menanam Saham untuk Hasil yang Berkelanjutan”
Buku ini karya (Kavi Chukijkasem) berfungsi sebagai gerbang menuju dunia investasi bagi pemula, dengan metode pengajaran yang cerdas dan informasi yang mudah diakses serta terorganisasi secara berurutan.
Intisari buku:
Prinsip Value Investing dari dasar hingga penerapan nyata
Analisis faktor kualitatif (daya saing) dan kuantitatif ###P/E, P/BV, ROE###
Penilaian nilai saham dengan metode yang tidak rumit
Cocok untuk: Investor pemula yang ingin belajar dasar-dasar
Kelebihan: Penjelasan menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami, contoh berupa saham Indonesia, sehingga relevan dengan konteks investasi di dalam negeri
Kekurangan: Isi cukup dasar, belum mendalam ke analisis tingkat tinggi
Stasiun kedua: Mempelajari konsep klasik dengan “The Intelligent Investor”
Karya Benjamin Graham, yang dihormati sebagai bapak investasi berbasis nilai, ditulis tahun 1949, namun isinya tetap relevan dan modern.
Pandangan Graham:
Investor terbagi menjadi dua: yang menerima risiko rendah atau yang berusaha mendapatkan hasil tinggi melalui riset mendalam
Prinsip investasi menggunakan akal sehat daripada mengikuti emosi
Menghindari spekulasi jangka pendek
Latar belakang: Graham sendiri mampu menghasilkan rata-rata pengembalian 20% per tahun antara 1936-1956, sementara pasar hanya memberikan 12,2% per tahun.
Cocok untuk: Mereka yang sudah memahami dasar investasi dan ingin memahami konsep klasik
Kelebihan: Standar dalam dunia investasi, diakui Warren Buffett sebagai buku terbaik
Tantangan: Bahasa terjemahan Indonesia cukup sulit dibaca, contoh berupa saham luar negeri, dan beberapa konsep mungkin tidak cocok dengan pasar saat ini
Stasiun ketiga: Menjelajahi strategi dengan “Tebak: Strategi Main Saham dalam Krisis”
Buku karya Dr. Niveth Mewachirawara ini menjadi jembatan penting memahami investasi ala Thailand, disusun secara naratif sehingga pembaca merasa mendapatkan pelajaran langsung dari pengalaman orang berpengalaman.
Ide utama:
Investasi sebagai pemilik bisnis, bukan sekadar jual beli saham
Modal harus berupa “uang dingin” yang tidak diperlukan selama proses investasi
Jangka waktu 10 tahun ke atas sebagai prinsip investasi ini
Latar belakang: Buku ini membuat Dr. Niveth dikenal sebagai penyebar konsep Value Investing pertama di Thailand.
Cocok untuk: Investor pemula yang ingin contoh nyata investasi di pasar Thailand
Kelebihan: Menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami, semua contoh berupa saham Indonesia, dan pengelompokkan yang jelas
Kekurangan: Isi cukup luas, belum mendalam secara detail, lebih cocok untuk memahami gambaran umum daripada analisis mendalam
( Stasiun keempat: Menjelajahi teknik seleksi dengan “One Up On Wall Street”
Karya Peter Lynch, manajer Magellan Fund yang meningkatkan nilai dari 18 juta menjadi 14 miliar dolar selama 13 tahun, menawarkan metode memilih saham yang belum pernah banyak dibahas.
Strategi Tenbagger:
Memilih saham yang berpotensi meningkat 10 kali lipat atau lebih
Mencari saham yang kurang dikenal pasar umum
Mengelompokkan saham menjadi 6 tipe: saham lambat tumbuh, saham kuat, saham cepat tumbuh, saham siklik, saham pulih, dan saham aset berlebih
Cocok untuk: Mereka yang sudah berpengalaman dan ingin memahami analisis fundamental
Kelebihan: Meliputi berbagai aspek investasi, menyenangkan dibaca, istilah teknis tidak rumit
Tantangan: Terjemahan buku ini ke bahasa Indonesia bermasalah, contoh berupa saham luar negeri yang mungkin tidak relevan untuk investor Indonesia secara umum
) Stasiun terakhir: Mempelajari metode Buffett dengan “Buffettology”
Buku karya mantan menantu Warren Buffett ini mengungkap teknik investasi yang digunakan Buffett, sehingga bisa dianggap sebagai rangkuman investasi tingkat tinggi.
Metode Buffett:
Menggabungkan konsep dari (Graham) dan pengalaman pribadi
Menggunakan metode DCF (Discount Cash Flow) untuk menilai nilai
Investasi dari sudut pandang menjalankan bisnis, bukan sekadar membeli saham
Konteks: Buffett adalah orang terkaya di dunia berkat investasinya, menunjukkan efektivitas prinsip ini.
Cocok untuk: Investor yang sudah belajar investasi cukup lama
Kelebihan: Isi tidak terlalu rumit, sebagian besar rumus dapat dipahami, disusun dengan jelas
Kekurangan: Fokus utama pada investasi jangka panjang dan membutuhkan analisis mendalam
Membuat Rencana Belajar yang Efektif
Mengapa mempelajari Buku Main Saham penting
Persiapan sebelum masuk pasar saham adalah faktor yang membedakan antara yang sukses dan yang merugi. Pengetahuan berfungsi sebagai pelindung, membantu investor menghindari kesalahan yang pernah dialami orang lain. Meskipun tidak bisa mencegah semua kesalahan, pengetahuan meningkatkan peluang keberhasilan secara signifikan.
Bagaimana jika tidak membaca buku sama sekali?
Bukan berarti tidak bisa mulai, tetapi harus menyesuaikan strategi investasi, misalnya melalui reksa dana yang dikelola manajer dana. Namun, bahkan pilihan ini tetap perlu membaca Buku Main Saham agar memahami cara kerja reksa dana.
Cara memilih Buku Main Saham yang sesuai dengan diri sendiri
Mulai dari penulis Indonesia - bahasa dan contoh lebih relevan dengan konteks Anda, karena terjemahan dari luar negeri sering kehilangan informasi atau koneksi tertentu
Pelajari secara berurutan dari yang mudah ke yang lebih sulit - mulai dari buku dasar, lalu tingkatkan secara bertahap sesuai pemahaman
Evaluasi gaya Anda sendiri - setiap investor memiliki gaya unik, membaca banyak buku membantu menemukan pendekatan yang paling cocok dengan cara berpikir Anda
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Menanam sinyal saham menjadi keterampilan: Panduan untuk manajer portofolio baru tahun 2025
Memasuki pasar saham tanpa rencana seperti bermain game tanpa mengetahui aturannya. Itulah sebabnya Buku Main Saham menjadi alat penting yang harus dipelajari oleh investor pemula sebelum memulai investasi. Pada tahun 2025 ini, tersedia banyak bantuan menarik yang akan kami rangkum dan kenalkan kepada Anda.
Jalur Pembelajaran Investasi Saham: Dari Dasar hingga Tingkat Tinggi
Stasiun pertama: Membangun fondasi dengan “Menanam Saham untuk Hasil yang Berkelanjutan”
Buku ini karya (Kavi Chukijkasem) berfungsi sebagai gerbang menuju dunia investasi bagi pemula, dengan metode pengajaran yang cerdas dan informasi yang mudah diakses serta terorganisasi secara berurutan.
Intisari buku:
Cocok untuk: Investor pemula yang ingin belajar dasar-dasar
Kelebihan: Penjelasan menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami, contoh berupa saham Indonesia, sehingga relevan dengan konteks investasi di dalam negeri
Kekurangan: Isi cukup dasar, belum mendalam ke analisis tingkat tinggi
Stasiun kedua: Mempelajari konsep klasik dengan “The Intelligent Investor”
Karya Benjamin Graham, yang dihormati sebagai bapak investasi berbasis nilai, ditulis tahun 1949, namun isinya tetap relevan dan modern.
Pandangan Graham:
Latar belakang: Graham sendiri mampu menghasilkan rata-rata pengembalian 20% per tahun antara 1936-1956, sementara pasar hanya memberikan 12,2% per tahun.
Cocok untuk: Mereka yang sudah memahami dasar investasi dan ingin memahami konsep klasik
Kelebihan: Standar dalam dunia investasi, diakui Warren Buffett sebagai buku terbaik
Tantangan: Bahasa terjemahan Indonesia cukup sulit dibaca, contoh berupa saham luar negeri, dan beberapa konsep mungkin tidak cocok dengan pasar saat ini
Stasiun ketiga: Menjelajahi strategi dengan “Tebak: Strategi Main Saham dalam Krisis”
Buku karya Dr. Niveth Mewachirawara ini menjadi jembatan penting memahami investasi ala Thailand, disusun secara naratif sehingga pembaca merasa mendapatkan pelajaran langsung dari pengalaman orang berpengalaman.
Ide utama:
Latar belakang: Buku ini membuat Dr. Niveth dikenal sebagai penyebar konsep Value Investing pertama di Thailand.
Cocok untuk: Investor pemula yang ingin contoh nyata investasi di pasar Thailand
Kelebihan: Menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami, semua contoh berupa saham Indonesia, dan pengelompokkan yang jelas
Kekurangan: Isi cukup luas, belum mendalam secara detail, lebih cocok untuk memahami gambaran umum daripada analisis mendalam
( Stasiun keempat: Menjelajahi teknik seleksi dengan “One Up On Wall Street”
Karya Peter Lynch, manajer Magellan Fund yang meningkatkan nilai dari 18 juta menjadi 14 miliar dolar selama 13 tahun, menawarkan metode memilih saham yang belum pernah banyak dibahas.
Strategi Tenbagger:
Cocok untuk: Mereka yang sudah berpengalaman dan ingin memahami analisis fundamental
Kelebihan: Meliputi berbagai aspek investasi, menyenangkan dibaca, istilah teknis tidak rumit
Tantangan: Terjemahan buku ini ke bahasa Indonesia bermasalah, contoh berupa saham luar negeri yang mungkin tidak relevan untuk investor Indonesia secara umum
) Stasiun terakhir: Mempelajari metode Buffett dengan “Buffettology”
Buku karya mantan menantu Warren Buffett ini mengungkap teknik investasi yang digunakan Buffett, sehingga bisa dianggap sebagai rangkuman investasi tingkat tinggi.
Metode Buffett:
Konteks: Buffett adalah orang terkaya di dunia berkat investasinya, menunjukkan efektivitas prinsip ini.
Cocok untuk: Investor yang sudah belajar investasi cukup lama
Kelebihan: Isi tidak terlalu rumit, sebagian besar rumus dapat dipahami, disusun dengan jelas
Kekurangan: Fokus utama pada investasi jangka panjang dan membutuhkan analisis mendalam
Membuat Rencana Belajar yang Efektif
Mengapa mempelajari Buku Main Saham penting
Persiapan sebelum masuk pasar saham adalah faktor yang membedakan antara yang sukses dan yang merugi. Pengetahuan berfungsi sebagai pelindung, membantu investor menghindari kesalahan yang pernah dialami orang lain. Meskipun tidak bisa mencegah semua kesalahan, pengetahuan meningkatkan peluang keberhasilan secara signifikan.
Bagaimana jika tidak membaca buku sama sekali?
Bukan berarti tidak bisa mulai, tetapi harus menyesuaikan strategi investasi, misalnya melalui reksa dana yang dikelola manajer dana. Namun, bahkan pilihan ini tetap perlu membaca Buku Main Saham agar memahami cara kerja reksa dana.
Cara memilih Buku Main Saham yang sesuai dengan diri sendiri
Mulai dari penulis Indonesia - bahasa dan contoh lebih relevan dengan konteks Anda, karena terjemahan dari luar negeri sering kehilangan informasi atau koneksi tertentu
Pelajari secara berurutan dari yang mudah ke yang lebih sulit - mulai dari buku dasar, lalu tingkatkan secara bertahap sesuai pemahaman
Evaluasi gaya Anda sendiri - setiap investor memiliki gaya unik, membaca banyak buku membantu menemukan pendekatan yang paling cocok dengan cara berpikir Anda