Ketika membahas penilaian kualitas perusahaan, banyak orang biasanya hanya melihat laba bersih saja, tetapi masalahnya adalah perusahaan 2 sama-sama memiliki laba yang sama, tetapi menggunakan sumber daya yang berbeda secara signifikan. Satu perusahaan mungkin menggunakan sumber daya yang sedikit untuk menghasilkan laba yang sama, sehingga sumber daya tersebut lebih efisien.
ROA (Return on Assets) adalah angka yang memberi tahu kita seberapa baik perusahaan dapat menghasilkan laba dari sumber daya yang dimiliki. Ini adalah pengukuran efisiensi penggunaan aset - rumus perhitungan ROA = (Laba bersih / Total aset) × 100%
Huruf ROA singkatan dari Return on Assets, yang merupakan perbandingan antara laba bersih yang dihasilkan perusahaan dengan seluruh aset yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Persentase yang diperoleh menunjukkan berapa banyak laba yang dihasilkan perusahaan dari setiap unit sumber daya.
Investor yang cerdas tahu bahwa rumus ROA ini adalah alat penting karena memberi tahu mereka seberapa baik manajemen menggunakan uang kita (atau saham kita yang merupakan bagian dari perusahaan).
Cara menghitung rumus ROA - langkah-langkah yang mudah
Langkah 1: Mengumpulkan data dasar
Pertama, Anda harus mengumpulkan 2 angka dari laporan keuangan perusahaan:
Laba bersih (menurut laporan laba rugi)
Total aset (menurut neraca)
Kedua data ini biasanya bersifat tahunan dan disarankan menggunakan data dari sumber seperti SET atau situs web pasar modal lainnya.
Langkah 2: Menggunakan rumus ROA
Masukkan kedua angka ke dalam rumus:
ROA = (Laba bersih / Total aset) × 100%
Hasilnya adalah persentase yang menunjukkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Contoh 1: Perdagangan ritel (CPALL)
Perusahaan CP All Public Company Limited pada tahun keuangan 2563:
Laba bersih: 16.102,42 juta Baht
Total aset: 523.354,33 juta Baht
ROA = (16.102,42 ÷ 523.354,33) × 100% = 3,08%
Ini berarti bahwa setiap bulan, perusahaan CPALL menggunakan sumber daya sebesar 100 Baht untuk menghasilkan laba sebesar 3,08 Baht.
Contoh 2: Bisnis rumah sakit (BDMS)
Perusahaan Bangkok Dusit Medical Services pada tahun 2565:
Laba bersih: 12.606,20 juta Baht
Total aset: 141.542,86 juta Baht
ROA = (12.606,20 ÷ 141.542,86) × 100% = 8,91%
BDMS memiliki ROA yang lebih tinggi hampir 3 kali lipat dari CPALL. Ini adalah sinyal bahwa BDMS menggunakan sumber daya dengan lebih efisien.
Rumus ROA dalam analisis nyata
Langkah 3: Menganalisis angka
Setelah menghitung, Anda harus memahami apa arti angka tersebut.
ROA tinggi (misalnya 10% ke atas)
Menunjukkan bahwa manajemen mengelola sumber daya dengan baik
Setiap 100 Baht sumber daya menghasilkan laba 10 Baht ke atas
Biasanya merupakan sinyal bahwa perusahaan layak dipertimbangkan oleh investor
ROA rendah (misalnya 2-3%)
Bisa menunjukkan adanya masalah dalam pengelolaan atau perusahaan harus menggunakan banyak sumber daya untuk menghasilkan laba
Bisa jadi alami untuk industri tertentu (seperti bank atau ritel)
Perlu memeriksa tren apakah ada perbaikan atau tidak
Langkah 4: Membandingkan
Melihat angka ROA saja tidak banyak manfaatnya. Anda harus membandingkan:
Dengan pesaing: Perusahaan A memiliki ROA 8%, tetapi perusahaan B dalam industri yang sama memiliki 12%, itu berarti B menggunakan sumber daya lebih baik
Melihat tren: ROA perusahaan yang sama dari tahun ke tahun. ROA yang meningkat terus-menerus adalah sinyal positif
Dengan rata-rata industri: Setiap industri memiliki rata-rata ROA yang berbeda
Langkah 5: Menggunakan untuk pengambilan keputusan investasi
Investor yang membaca artikel ini akan memiliki data tambahan untuk pertimbangan:
Investasi di perusahaan dengan ROA tinggi dan tren meningkat
Menghindari perusahaan dengan ROA rendah dan menurun
Menggunakan ROA bersama indikator lain untuk pengambilan keputusan yang seimbang
Bagaimana seharusnya ROA yang baik?
Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua perusahaan, tetapi prinsip umum:
Secara umum:
ROA 5-10% dianggap cukup baik dan menjadi target investor yang realistis
ROA di atas 10% dianggap sangat baik, tetapi ini bisa berarti perusahaan memiliki risiko tinggi juga
Menurut industri:
Bank dan lembaga keuangan: ROA 1-2% sudah normal
Teknologi: ROA 10-20% adalah hal yang biasa dan diharapkan
Toko ritel: ROA 3-8% adalah yang diharapkan
Rumah sakit swasta: ROA 8-12% dianggap baik
Logistik dan pengangkutan: ROA 5-15% tergantung model bisnis
Intinya adalah bandingkan dengan pesaing di industri yang sama. ROA 5% bisa baik atau buruk tergantung berapa rata-rata industri.
Keterbatasan rumus ROA - hal yang harus diperhatikan
Namun, ROA bukanlah sesuatu yang ajaib yang memberi tahu segalanya:
1. Perbedaan antar industri
Bank dan toko kelontong menggunakan model bisnis yang sangat berbeda. Tidak bisa langsung membandingkan angka ROA mereka.
2. Data masa lalu tidak menunjukkan masa depan
ROA tahun lalu tidak berarti bahwa tahun ini akan sama. Jika industri berubah, perusahaan juga bisa berubah.
3. Tidak mencerminkan utang
Perusahaan dengan ROA tinggi tetapi banyak utang mungkin lebih berisiko dari yang diperkirakan. Perlu memeriksa DE Ratio (rasio utang terhadap ekuitas).
4. Tidak menilai kualitas laba
Perusahaan bisa memiliki ROA tinggi karena memangkas biaya secara berlebihan, yang mungkin tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.
ROA vs ROE - perbedaan penting
Investor sering bingung antara ROA dan ROE. Keduanya berbeda, berikut penjelasannya:
ROA (Return on Assets)
Mengukur: seluruh sumber daya perusahaan (termasuk utang)
Rumus: ROA = Laba bersih ÷ Total aset
Menunjukkan: efisiensi penggunaan seluruh sumber daya
ROE (Return on Equity)
Mengukur: hanya bagian dari pemegang saham
Rumus: ROE = Laba bersih ÷ Ekuitas pemegang saham
Menunjukkan: efisiensi menghasilkan laba untuk pemegang saham
Contoh: Perusahaan menghasilkan laba 100 juta Baht, aset 1.000 juta Baht, utang 600 juta Baht, sehingga ekuitas hanya 400 juta Baht
ROA = 100 ÷ 1.000 = 10%
ROE = 100 ÷ 400 = 25%
Mengapa ROE lebih tinggi? Karena perusahaan menggunakan utang untuk membantu, pemegang saham berinvestasi lebih sedikit tetapi mendapatkan laba lebih banyak (tapi dengan risiko lebih tinggi).
Kesimpulan:
Investor nilai sejati (Value Investors) lebih memandang ROA karena melihat efisiensi nyata
ROA yang meningkat 8-10% adalah luar biasa
ROE yang meningkat 10% ke atas adalah baik
Di mana melihat nilai ROA
Jika Anda tertarik melihat nilai ROA dari suatu perusahaan:
Melalui Bursa Efek Thailand (SET):
Kunjungi situs web SET.or.th
Cari nama perusahaan
Pilih tab “Rasio Keuangan” atau “Financial Ratio”
Nilai ROA akan muncul di sana
Atau hitung sendiri menggunakan rumus ROA yang sudah dipelajari:
Unduh laporan keuangan (Annual Report)
Cari angka laba bersih dan total aset
Masukkan ke dalam rumus
Makna praktisnya
Setelah memahami ROA, cara menggunakannya dalam pengambilan keputusan:
1. Untuk investor jangka panjang
Cari perusahaan dengan ROA tinggi di industri mereka dan menunjukkan tren peningkatan. Indikator ini menunjukkan manajemen mampu menjalankan bisnis dengan baik.
2. Untuk perbandingan
Saat menganalisis dua perusahaan yang mungkin akan dibeli sahamnya, bandingkan ROA mereka. Angka yang lebih tinggi tidak selalu berarti lebih baik, tetapi merupakan sinyal positif.
3. Waspadai sinyal peringatan
ROA menurun (tahun ke tahun)
ROA jauh di bawah rata-rata industri
ROA terlalu tinggi (mungkin karena penghematan biaya berlebihan)
Kesimpulan
ROA adalah alat yang memberi tahu seberapa baik perusahaan menggunakan uangnya, dihitung dari rumus ROA = (Laba bersih ÷ Total aset) × 100%. Angka yang dihasilkan menunjukkan efisiensi manajemen.
ROA yang baik biasanya berkisar antara 5-10% atau lebih tinggi, tergantung industri.
Hal penting: Gunakan ROA bersama indikator lain seperti ROE, PE Ratio, atau arus kas masuk untuk pengambilan keputusan yang lebih lengkap. Ingat bahwa angka yang baik atau buruk harus dilihat dalam konteks industri dan kondisi perusahaan. Semakin Anda memahami indikator keuangan ini, semakin kuat dan cerdas pula keputusan investasi Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
ROA rumus dan cara menganalisis sumber daya keuangan - Panduan untuk investor
ROA adalah apa? Mengapa investor harus tahu?
Ketika membahas penilaian kualitas perusahaan, banyak orang biasanya hanya melihat laba bersih saja, tetapi masalahnya adalah perusahaan 2 sama-sama memiliki laba yang sama, tetapi menggunakan sumber daya yang berbeda secara signifikan. Satu perusahaan mungkin menggunakan sumber daya yang sedikit untuk menghasilkan laba yang sama, sehingga sumber daya tersebut lebih efisien.
ROA (Return on Assets) adalah angka yang memberi tahu kita seberapa baik perusahaan dapat menghasilkan laba dari sumber daya yang dimiliki. Ini adalah pengukuran efisiensi penggunaan aset - rumus perhitungan ROA = (Laba bersih / Total aset) × 100%
Huruf ROA singkatan dari Return on Assets, yang merupakan perbandingan antara laba bersih yang dihasilkan perusahaan dengan seluruh aset yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Persentase yang diperoleh menunjukkan berapa banyak laba yang dihasilkan perusahaan dari setiap unit sumber daya.
Investor yang cerdas tahu bahwa rumus ROA ini adalah alat penting karena memberi tahu mereka seberapa baik manajemen menggunakan uang kita (atau saham kita yang merupakan bagian dari perusahaan).
Cara menghitung rumus ROA - langkah-langkah yang mudah
Langkah 1: Mengumpulkan data dasar
Pertama, Anda harus mengumpulkan 2 angka dari laporan keuangan perusahaan:
Kedua data ini biasanya bersifat tahunan dan disarankan menggunakan data dari sumber seperti SET atau situs web pasar modal lainnya.
Langkah 2: Menggunakan rumus ROA
Masukkan kedua angka ke dalam rumus:
ROA = (Laba bersih / Total aset) × 100%
Hasilnya adalah persentase yang menunjukkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Contoh 1: Perdagangan ritel (CPALL)
Perusahaan CP All Public Company Limited pada tahun keuangan 2563:
ROA = (16.102,42 ÷ 523.354,33) × 100% = 3,08%
Ini berarti bahwa setiap bulan, perusahaan CPALL menggunakan sumber daya sebesar 100 Baht untuk menghasilkan laba sebesar 3,08 Baht.
Contoh 2: Bisnis rumah sakit (BDMS)
Perusahaan Bangkok Dusit Medical Services pada tahun 2565:
ROA = (12.606,20 ÷ 141.542,86) × 100% = 8,91%
BDMS memiliki ROA yang lebih tinggi hampir 3 kali lipat dari CPALL. Ini adalah sinyal bahwa BDMS menggunakan sumber daya dengan lebih efisien.
Rumus ROA dalam analisis nyata
Langkah 3: Menganalisis angka
Setelah menghitung, Anda harus memahami apa arti angka tersebut.
ROA tinggi (misalnya 10% ke atas)
ROA rendah (misalnya 2-3%)
Langkah 4: Membandingkan
Melihat angka ROA saja tidak banyak manfaatnya. Anda harus membandingkan:
Langkah 5: Menggunakan untuk pengambilan keputusan investasi
Investor yang membaca artikel ini akan memiliki data tambahan untuk pertimbangan:
Bagaimana seharusnya ROA yang baik?
Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua perusahaan, tetapi prinsip umum:
Secara umum:
Menurut industri:
Intinya adalah bandingkan dengan pesaing di industri yang sama. ROA 5% bisa baik atau buruk tergantung berapa rata-rata industri.
Keterbatasan rumus ROA - hal yang harus diperhatikan
Namun, ROA bukanlah sesuatu yang ajaib yang memberi tahu segalanya:
1. Perbedaan antar industri
Bank dan toko kelontong menggunakan model bisnis yang sangat berbeda. Tidak bisa langsung membandingkan angka ROA mereka.
2. Data masa lalu tidak menunjukkan masa depan
ROA tahun lalu tidak berarti bahwa tahun ini akan sama. Jika industri berubah, perusahaan juga bisa berubah.
3. Tidak mencerminkan utang
Perusahaan dengan ROA tinggi tetapi banyak utang mungkin lebih berisiko dari yang diperkirakan. Perlu memeriksa DE Ratio (rasio utang terhadap ekuitas).
4. Tidak menilai kualitas laba
Perusahaan bisa memiliki ROA tinggi karena memangkas biaya secara berlebihan, yang mungkin tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.
ROA vs ROE - perbedaan penting
Investor sering bingung antara ROA dan ROE. Keduanya berbeda, berikut penjelasannya:
ROA (Return on Assets)
ROE (Return on Equity)
Contoh: Perusahaan menghasilkan laba 100 juta Baht, aset 1.000 juta Baht, utang 600 juta Baht, sehingga ekuitas hanya 400 juta Baht
Mengapa ROE lebih tinggi? Karena perusahaan menggunakan utang untuk membantu, pemegang saham berinvestasi lebih sedikit tetapi mendapatkan laba lebih banyak (tapi dengan risiko lebih tinggi).
Kesimpulan:
Di mana melihat nilai ROA
Jika Anda tertarik melihat nilai ROA dari suatu perusahaan:
Melalui Bursa Efek Thailand (SET):
Atau hitung sendiri menggunakan rumus ROA yang sudah dipelajari:
Makna praktisnya
Setelah memahami ROA, cara menggunakannya dalam pengambilan keputusan:
1. Untuk investor jangka panjang
Cari perusahaan dengan ROA tinggi di industri mereka dan menunjukkan tren peningkatan. Indikator ini menunjukkan manajemen mampu menjalankan bisnis dengan baik.
2. Untuk perbandingan
Saat menganalisis dua perusahaan yang mungkin akan dibeli sahamnya, bandingkan ROA mereka. Angka yang lebih tinggi tidak selalu berarti lebih baik, tetapi merupakan sinyal positif.
3. Waspadai sinyal peringatan
Kesimpulan
ROA adalah alat yang memberi tahu seberapa baik perusahaan menggunakan uangnya, dihitung dari rumus ROA = (Laba bersih ÷ Total aset) × 100%. Angka yang dihasilkan menunjukkan efisiensi manajemen.
ROA yang baik biasanya berkisar antara 5-10% atau lebih tinggi, tergantung industri.
Hal penting: Gunakan ROA bersama indikator lain seperti ROE, PE Ratio, atau arus kas masuk untuk pengambilan keputusan yang lebih lengkap. Ingat bahwa angka yang baik atau buruk harus dilihat dalam konteks industri dan kondisi perusahaan. Semakin Anda memahami indikator keuangan ini, semakin kuat dan cerdas pula keputusan investasi Anda.