Aset yang dikenal sebagai komoditas mewakili bahan mentah penting untuk berbagai sektor ekonomi. Berbeda dengan ritel tradisional, perdagangan sumber daya ini dilakukan dalam skala grosir, melibatkan volume yang signifikan. Transaksi dapat terjadi secara fisik, tetapi dalam praktik modern, sebagian besar perdagangan komoditas dilakukan melalui kontrak berjangka. Dalam kontrak ini, para pihak menetapkan kesepakatan sebelumnya untuk membeli atau menjual aset tertentu dengan harga yang disepakati pada tanggal tertentu di masa depan.
Klasifikasi Komoditas: Berat atau Ringan
Dunia komoditas terbagi menjadi dua kategori utama. Komoditas berat mencakup sumber daya alam yang memerlukan proses penambangan atau ekstraksi untuk diperoleh. Sedangkan komoditas ringan berasal dari sektor pertanian atau peternakan, tanpa memerlukan ekstraksi mineral.
Contoh Praktis dari Masing-Masing Kategori
Sumber Daya Mineral (Komoditas Berat):
Energi merupakan salah satu yang terpenting, termasuk minyak mentah dan gas alam. Selain itu, bahan mentah dasar seperti emas, perak, tembaga, dan aluminium juga termasuk dalam kategori ini, yang menunjukkan peredaran besar di pasar global.
Produk dari Sektor Pertanian (Komoditas Ringan):
Gula, jagung, kopi, dan produk pertanian lainnya membentuk inti dari klasifikasi ini. Demikian pula, peternakan berkontribusi dengan sapi, susu, dan daging sapi, memenuhi permintaan pasar internasional yang konstan.
Perdagangan komoditas tetap penting untuk kelangsungan ekonomi global, menghubungkan produsen dan konsumen melalui mekanisme perdagangan yang canggih.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Pasar Komoditas
Cara Kerja Perdagangan Komoditas
Aset yang dikenal sebagai komoditas mewakili bahan mentah penting untuk berbagai sektor ekonomi. Berbeda dengan ritel tradisional, perdagangan sumber daya ini dilakukan dalam skala grosir, melibatkan volume yang signifikan. Transaksi dapat terjadi secara fisik, tetapi dalam praktik modern, sebagian besar perdagangan komoditas dilakukan melalui kontrak berjangka. Dalam kontrak ini, para pihak menetapkan kesepakatan sebelumnya untuk membeli atau menjual aset tertentu dengan harga yang disepakati pada tanggal tertentu di masa depan.
Klasifikasi Komoditas: Berat atau Ringan
Dunia komoditas terbagi menjadi dua kategori utama. Komoditas berat mencakup sumber daya alam yang memerlukan proses penambangan atau ekstraksi untuk diperoleh. Sedangkan komoditas ringan berasal dari sektor pertanian atau peternakan, tanpa memerlukan ekstraksi mineral.
Contoh Praktis dari Masing-Masing Kategori
Sumber Daya Mineral (Komoditas Berat): Energi merupakan salah satu yang terpenting, termasuk minyak mentah dan gas alam. Selain itu, bahan mentah dasar seperti emas, perak, tembaga, dan aluminium juga termasuk dalam kategori ini, yang menunjukkan peredaran besar di pasar global.
Produk dari Sektor Pertanian (Komoditas Ringan): Gula, jagung, kopi, dan produk pertanian lainnya membentuk inti dari klasifikasi ini. Demikian pula, peternakan berkontribusi dengan sapi, susu, dan daging sapi, memenuhi permintaan pasar internasional yang konstan.
Perdagangan komoditas tetap penting untuk kelangsungan ekonomi global, menghubungkan produsen dan konsumen melalui mekanisme perdagangan yang canggih.