Sapi Sapi atau Perangkap Dividen? Kebenaran di Balik Hasil 17% Saham Kapal Minyak

Sektor saham kapal minyak telah menjadi magnet bagi pemburu hasil, tetapi apakah dividen 17% itu terlalu bagus untuk dipercaya? Mari kita telusuri hype-nya dan pahami apa yang sebenarnya mendorong pembayaran yang stratosfer ini.

Mengapa Saham Kapal Minyak Membayar Begitu Banyak (Dan Mengapa Itu Penting)

Saham kapal minyak beroperasi dalam bisnis yang secara inheren siklikal. Ketika harga minyak mentah melonjak, permintaan pengiriman pun meledak—perusahaan membutuhkan armada untuk mengangkut minyak tersebut. Operator kapal tanker kemudian mendapatkan keuntungan besar dan mendistribusikan sebagian besar laba kepada pemegang saham. Itu adalah ayam bertelur emas. Tetapi ketika siklus berbalik? Perusahaan memangkas atau menghapus dividen secara mendadak. Ini bukan fitur; ini adalah DNA industri.

Ambil Frontline plc (NYSE: PLC), sebuah perusahaan tanker yang terdaftar di Bermuda yang sedang menarik perhatian investor. Saham ini telah naik 41% dalam tiga bulan dan 74% tahun ini, dengan hasil dividen headline sebesar 17,04%. Pada bulan Agustus, perusahaan melaporkan laba kuartal kedua tertinggi sejak 2008—$210 juta dolar, atau 94 sen per saham. Laba melonjak 327% dari kuartal ke kuartal, sementara pendapatan meningkat 71%. Namun dividen saat ini hanya sebesar 80 sen, meninggalkan ruang untuk pembayaran yang lebih tinggi jika siklus berlanjut.

Angin Segar Saat Ini: Harga Minyak yang Lebih Tinggi Dorong Permintaan Pengiriman

Kekuatan sektor energi secara umum di 2023 telah mengangkat saham kapal minyak bersamanya. Seiring harga energi naik sepanjang tahun, keberuntungan perusahaan tanker pun meningkat. Logikanya sederhana: harga minyak mentah yang lebih tinggi mendorong permintaan kapasitas pengangkutan yang meningkat, menaikkan tarif pengangkutan dan memperkuat profitabilitas. Energy Select Sector SPDR Fund (NYSEARCA: XLE) mencerminkan rebound ini, dan subsektor tanker yang kurang terlihat mengikuti gelombang yang sama.

Laporan keuangan Frontline menunjukkan manfaatnya. Perusahaan memiliki $719 juta dolar dalam kas dan setara kas per Q2, yang dengan bangga diklaim manajemen sebagai “mesin kas.” Dengan pertumbuhan laba tiga- dan empat digit selama lima kuartal terakhir—dipadukan dengan ekspansi pendapatan dua- dan tiga digit—perusahaan ini berenang di dalam uang.

Wall Street memperkirakan laba Frontline sebesar $2,77 per saham di 2023, mewakili pertumbuhan 74% dibandingkan 2022. Itu adalah percepatan yang mencengangkan dari dua tahun sebelumnya, ketika pandemi menekan permintaan pengiriman.

Kompetisi: Lebih Banyak Pemain Tanker di Lingkaran

Frontline tidak sendiri. Rekan industri seperti International Seaways Inc. (NYSE: INSW), Teekay Tankers Ltd. (NYSE: TNK), dan Euronav NV (NYSE: EURN) juga mencatat pertumbuhan yang mengesankan. Perusahaan riset pengiriman Bimco memperkirakan pertumbuhan volume kargo 2-3% untuk crude tankers di 2023, dan akan meningkat menjadi 3,5-4,5% di 2024. Potensi ekspansi ini telah mengangkat seluruh sektor.

Namun inilah masalahnya: ini bukan nama-nama terkenal seperti Chevron Corp. (NYSE: CVX) atau Exxon Mobil Corp. (NYSE: XOM). Mereka beroperasi di industri yang keras dan utilitarian, jauh dari teknologi yang berorientasi konsumen atau perusahaan energi besar. Ketidakjelasan ini mungkin menjelaskan mengapa saham kapal minyak tetap diabaikan oleh banyak portofolio—dan tepatnya mengapa investor yang cerdas hasil tetap mencari mereka.

Risiko Sebenarnya: Siklus Selalu Menang

Lalu mengapa peringatan? Saham kapal minyak memiliki sejarah menghancurkan pemegang saham saat masa sulit. Ketika harga minyak jatuh atau permintaan pengiriman mengering, operator tanker menghadapi kompetisi brutal untuk kontrak, memaksa mereka menerima tarif pengangkutan yang lebih rendah. Profitabilitas cepat menghilang, begitu juga dividen. Hasil 17% yang menghilang saat masa sulit bukanlah hasil—itu adalah pengembalian modal yang dibungkus dalam kepercayaan palsu.

Siklus industri ini berarti bahwa mesin kas hari ini bisa menjadi beban kas di masa depan. Investor yang mengejar dividen ini harus bertanya: Bisakah saya mampu melihat pendapatan ini dipotong 50%, 75%, atau dihapus sama sekali? Jika jawabannya tidak, saham kapal minyak ini mungkin lebih baik ditinggalkan di pinggir lapangan, terlepas dari daya tarik mereka saat ini.

Kesempatan itu nyata, tetapi risikonya juga. Ketahui siklus apa yang sedang Anda masuki sebelum membeli.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)