Saat berbelanja produk pinjaman atau kredit, dua akronim sering muncul: APR dan EAR. Meskipun terdengar serupa, kedua metrik ini memberi gambaran yang sangat berbeda tentang apa yang sebenarnya akan Anda bayar. Kebingungan di antara keduanya merugikan peminjam jutaan setiap tahunnya.
Mengapa Pinjaman yang Sama Menunjukkan Dua Tingkat Bunga yang Berbeda
Bayangkan mendapatkan penawaran hipotek dengan bunga 4% tetapi APR 4,1%, atau kartu kredit yang menjanjikan 12% APR padahal tingkat yang disebutkan hanya 1% per bulan. Perbedaan ini ada karena APR dan EAR mengukur biaya pinjaman secara berbeda.
APR mewakili tingkat bunga tahunan nominal—pada dasarnya tingkat bunga bulanan Anda dikalikan 12. Ini memperhitungkan biaya-biaya yang digabungkan ke dalam pokok pinjaman Anda, seperti biaya pengurusan pada hipotek, tetapi berhenti di situ. Ini memperlakukan bunga seolah-olah hanya diterapkan sekali setahun, padahal kebanyakan pinjaman tidak bekerja seperti itu.
EAR, kadang disebut sebagai tingkat pengembalian tahunan efektif (EAR) atau hasil persentase tahunan (APY), mengungkapkan biaya tahunan yang sebenarnya. Ini memperhitungkan bunga majemuk—artinya Anda membayar bunga atas bunga. Sebagian besar institusi keuangan menggabungkan bunga secara sering, seringkali harian pada kartu kredit, yang secara signifikan meningkatkan biaya sebenarnya.
Bagaimana Perhitungan Bunga Majemuk Mengubah Biaya Nyata Anda
Pertimbangkan sebuah kartu kredit yang mengenakan bunga 1% per bulan. APR nominalnya adalah matematika sederhana: 1% × 12 = 12% APR. Tapi di sinilah kenyataan berbeda dari tingkat yang diiklankan.
Setiap bulan, bunga tersebut ditambahkan ke saldo Anda. Bulan berikutnya, Anda dikenai bunga atas jumlah awal ditambah bunga bulan lalu yang belum dibayar. Efek bunga majemuk ini terkumpul sepanjang tahun.
Menggunakan matematika bunga majemuk, tingkat 1% per bulan yang sama diterjemahkan menjadi sekitar 12,68% tingkat pengembalian tahunan efektif. Jika kartu tersebut menggabungkan bunga secara harian (seperti kebanyakan, sekitar 0,0328% per hari), EAR akan naik lebih tinggi—hampir 12,75%.
Prinsipnya sederhana: semakin sering bunga dikompaun, semakin tinggi tingkat pengembalian tahunan efektif Anda. Bank memahami ini dengan sempurna, itulah sebabnya mereka menggabungkan bunga setiap hari daripada bulanan atau tahunan.
Di Mana Ini Paling Penting: Implikasi Praktis
Pinjaman jangka pendek menunjukkan perbedaan terbesar. Misalnya, seorang teman meminjamkan Anda $1.000 selama satu bulan, dengan pembayaran kembali $1.050. Biaya 5% per bulan ini tampak dapat dikelola sampai Anda menganggapnya secara tahunan. Jika dihitung secara majemuk selama 12 bulan, tingkat pengembalian tahunan efektif Anda mendekati 80%—membuat pinjaman yang “ramah” itu menjadi mahal.
Untuk kartu kredit, memahami EAR sangat penting. Kebanyakan orang fokus pada APR yang diiklankan, tetapi melewatkan bahwa biaya sebenarnya lebih tinggi karena bunga majemuk harian. Bagi seseorang yang membawa saldo $5.000 dengan kartu ber APR 15%, biaya bunga tahunan sebenarnya mencerminkan EAR yang lebih tinggi.
Untuk produk investasi seperti Sertifikat Deposito (CD), mengetahui perbedaan ini membantu Anda mengevaluasi pengembalian sebenarnya. Sebuah CD yang diiklankan dengan bunga tahunan 3% yang dikompaun bulanan (0,25% per bulan) sebenarnya memberikan hasil tahunan efektif mendekati 3,04%.
APR vs. EAR: Kapan Menggunakan Masing-Masing
APR paling cocok untuk pinjaman dengan penggabungan bunga yang jarang—hipotek dan pinjaman mobil biasanya menggabungkan bunga tahunan atau semi-tahunan. Untuk produk ini, APR dan EAR hampir sama, sehingga APR sudah cukup sebagai gambaran biaya pinjaman.
EAR penting untuk segala sesuatu yang menggabungkan bunga secara sering—kartu kredit, pinjaman pribadi, dan rekening tabungan semuanya menggabungkan bunga setiap hari atau setiap bulan, menjadikan EAR angka biaya sebenarnya.
Kesimpulan
Perbedaan mendasar antara APR dan EAR terletak pada bunga majemuk. APR menggunakan perhitungan bunga sederhana, sementara EAR memperhitungkan efek bunga majemuk. Memahami metrik mana yang berlaku untuk pinjaman atau investasi Anda membantu menghindari kejutan biaya yang mahal. Sebelum menandatangani perjanjian apa pun, identifikasi frekuensi penggabungan bunga, hitung atau verifikasi EAR, dan buat keputusan berdasarkan angka sebenarnya—bukan hanya APR yang diiklankan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami APR dan EAR: Mana Tarif yang Benar-Benar Mencerminkan Biaya Pinjaman Anda?
Saat berbelanja produk pinjaman atau kredit, dua akronim sering muncul: APR dan EAR. Meskipun terdengar serupa, kedua metrik ini memberi gambaran yang sangat berbeda tentang apa yang sebenarnya akan Anda bayar. Kebingungan di antara keduanya merugikan peminjam jutaan setiap tahunnya.
Mengapa Pinjaman yang Sama Menunjukkan Dua Tingkat Bunga yang Berbeda
Bayangkan mendapatkan penawaran hipotek dengan bunga 4% tetapi APR 4,1%, atau kartu kredit yang menjanjikan 12% APR padahal tingkat yang disebutkan hanya 1% per bulan. Perbedaan ini ada karena APR dan EAR mengukur biaya pinjaman secara berbeda.
APR mewakili tingkat bunga tahunan nominal—pada dasarnya tingkat bunga bulanan Anda dikalikan 12. Ini memperhitungkan biaya-biaya yang digabungkan ke dalam pokok pinjaman Anda, seperti biaya pengurusan pada hipotek, tetapi berhenti di situ. Ini memperlakukan bunga seolah-olah hanya diterapkan sekali setahun, padahal kebanyakan pinjaman tidak bekerja seperti itu.
EAR, kadang disebut sebagai tingkat pengembalian tahunan efektif (EAR) atau hasil persentase tahunan (APY), mengungkapkan biaya tahunan yang sebenarnya. Ini memperhitungkan bunga majemuk—artinya Anda membayar bunga atas bunga. Sebagian besar institusi keuangan menggabungkan bunga secara sering, seringkali harian pada kartu kredit, yang secara signifikan meningkatkan biaya sebenarnya.
Bagaimana Perhitungan Bunga Majemuk Mengubah Biaya Nyata Anda
Pertimbangkan sebuah kartu kredit yang mengenakan bunga 1% per bulan. APR nominalnya adalah matematika sederhana: 1% × 12 = 12% APR. Tapi di sinilah kenyataan berbeda dari tingkat yang diiklankan.
Setiap bulan, bunga tersebut ditambahkan ke saldo Anda. Bulan berikutnya, Anda dikenai bunga atas jumlah awal ditambah bunga bulan lalu yang belum dibayar. Efek bunga majemuk ini terkumpul sepanjang tahun.
Menggunakan matematika bunga majemuk, tingkat 1% per bulan yang sama diterjemahkan menjadi sekitar 12,68% tingkat pengembalian tahunan efektif. Jika kartu tersebut menggabungkan bunga secara harian (seperti kebanyakan, sekitar 0,0328% per hari), EAR akan naik lebih tinggi—hampir 12,75%.
Prinsipnya sederhana: semakin sering bunga dikompaun, semakin tinggi tingkat pengembalian tahunan efektif Anda. Bank memahami ini dengan sempurna, itulah sebabnya mereka menggabungkan bunga setiap hari daripada bulanan atau tahunan.
Di Mana Ini Paling Penting: Implikasi Praktis
Pinjaman jangka pendek menunjukkan perbedaan terbesar. Misalnya, seorang teman meminjamkan Anda $1.000 selama satu bulan, dengan pembayaran kembali $1.050. Biaya 5% per bulan ini tampak dapat dikelola sampai Anda menganggapnya secara tahunan. Jika dihitung secara majemuk selama 12 bulan, tingkat pengembalian tahunan efektif Anda mendekati 80%—membuat pinjaman yang “ramah” itu menjadi mahal.
Untuk kartu kredit, memahami EAR sangat penting. Kebanyakan orang fokus pada APR yang diiklankan, tetapi melewatkan bahwa biaya sebenarnya lebih tinggi karena bunga majemuk harian. Bagi seseorang yang membawa saldo $5.000 dengan kartu ber APR 15%, biaya bunga tahunan sebenarnya mencerminkan EAR yang lebih tinggi.
Untuk produk investasi seperti Sertifikat Deposito (CD), mengetahui perbedaan ini membantu Anda mengevaluasi pengembalian sebenarnya. Sebuah CD yang diiklankan dengan bunga tahunan 3% yang dikompaun bulanan (0,25% per bulan) sebenarnya memberikan hasil tahunan efektif mendekati 3,04%.
APR vs. EAR: Kapan Menggunakan Masing-Masing
APR paling cocok untuk pinjaman dengan penggabungan bunga yang jarang—hipotek dan pinjaman mobil biasanya menggabungkan bunga tahunan atau semi-tahunan. Untuk produk ini, APR dan EAR hampir sama, sehingga APR sudah cukup sebagai gambaran biaya pinjaman.
EAR penting untuk segala sesuatu yang menggabungkan bunga secara sering—kartu kredit, pinjaman pribadi, dan rekening tabungan semuanya menggabungkan bunga setiap hari atau setiap bulan, menjadikan EAR angka biaya sebenarnya.
Kesimpulan
Perbedaan mendasar antara APR dan EAR terletak pada bunga majemuk. APR menggunakan perhitungan bunga sederhana, sementara EAR memperhitungkan efek bunga majemuk. Memahami metrik mana yang berlaku untuk pinjaman atau investasi Anda membantu menghindari kejutan biaya yang mahal. Sebelum menandatangani perjanjian apa pun, identifikasi frekuensi penggabungan bunga, hitung atau verifikasi EAR, dan buat keputusan berdasarkan angka sebenarnya—bukan hanya APR yang diiklankan.