《Rich Dad Poor Dad》 penulis Robert Kiyosaki mengeluarkan pandangan penting pada hari pertama tahun baru, menunjukkan bahwa tahun 2026 mungkin menjadi titik kunci ekonomi global. Dia berpendapat bahwa situasi internasional saat ini penuh dengan variabel, risiko geopolitik bertambah dengan kerentanan ekonomi, dan setiap kejadian tak terduga dapat berkembang menjadi krisis sistemik.
Bubble properti di Tiongkok menjadi kekhawatiran
Kiyosaki menekankan bahwa ekonomi Tiongkok menghadapi banyak tantangan. Data resmi menunjukkan bahwa lebih dari 90 juta apartemen kosong di dalam negeri, dan pasar properti mengalami kelebihan pasokan yang serius. Dia berpendapat bahwa ini bukan masalah yang terisolasi, melainkan titik ledak penting dari risiko ekonomi global. Keruntuhan bubble properti dapat berdampak berantai pada sistem keuangan, memicu risiko bank dan krisis utang, serta mempengaruhi pasar saham, obligasi, dan properti global.
Logam mulia dan aset kripto sebagai alat lindung nilai
Selain peringatan risiko, Kiyosaki juga menunjukkan peluang investasi dalam krisis. Dia menegaskan kembali bahwa harga perak kemungkinan besar akan meningkat secara signifikan hingga 100-200 dolar AS/ons pada tahun 2026. Berdasarkan penilaian ini, dia menyarankan investor untuk mengalokasikan dana ke emas, perak, dan Bitcoin sebagai langkah perlindungan aset.
Hingga data terbaru, harga Bitcoin(BTC) adalah $91.35K, menunjukkan kenaikan yang jelas sejak awal tahun. Dalam konteks ketidakpastian yang meningkat, daya tarik aset lindung nilai tradisional dan aset kripto semakin meningkat.
Apakah ini hanya kekhawatiran berlebihan atau kenyataan?
Prediksi Kiyosaki memicu diskusi di industri. Ada yang berpendapat bahwa siklus ekonomi dan risiko geopolitik memang ada, dan menempatkan aset lindung nilai lebih awal adalah langkah yang rasional; sementara yang lain berpendapat bahwa prediksi semacam ini terlalu pesimis dan mungkin membesar-besarkan risiko. Bagaimanapun, arah ekonomi tahun 2026 patut terus dipantau.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ekonom memperingatkan pada tahun 2026: gelembung properti dapat memicu krisis global
《Rich Dad Poor Dad》 penulis Robert Kiyosaki mengeluarkan pandangan penting pada hari pertama tahun baru, menunjukkan bahwa tahun 2026 mungkin menjadi titik kunci ekonomi global. Dia berpendapat bahwa situasi internasional saat ini penuh dengan variabel, risiko geopolitik bertambah dengan kerentanan ekonomi, dan setiap kejadian tak terduga dapat berkembang menjadi krisis sistemik.
Bubble properti di Tiongkok menjadi kekhawatiran
Kiyosaki menekankan bahwa ekonomi Tiongkok menghadapi banyak tantangan. Data resmi menunjukkan bahwa lebih dari 90 juta apartemen kosong di dalam negeri, dan pasar properti mengalami kelebihan pasokan yang serius. Dia berpendapat bahwa ini bukan masalah yang terisolasi, melainkan titik ledak penting dari risiko ekonomi global. Keruntuhan bubble properti dapat berdampak berantai pada sistem keuangan, memicu risiko bank dan krisis utang, serta mempengaruhi pasar saham, obligasi, dan properti global.
Logam mulia dan aset kripto sebagai alat lindung nilai
Selain peringatan risiko, Kiyosaki juga menunjukkan peluang investasi dalam krisis. Dia menegaskan kembali bahwa harga perak kemungkinan besar akan meningkat secara signifikan hingga 100-200 dolar AS/ons pada tahun 2026. Berdasarkan penilaian ini, dia menyarankan investor untuk mengalokasikan dana ke emas, perak, dan Bitcoin sebagai langkah perlindungan aset.
Hingga data terbaru, harga Bitcoin(BTC) adalah $91.35K, menunjukkan kenaikan yang jelas sejak awal tahun. Dalam konteks ketidakpastian yang meningkat, daya tarik aset lindung nilai tradisional dan aset kripto semakin meningkat.
Apakah ini hanya kekhawatiran berlebihan atau kenyataan?
Prediksi Kiyosaki memicu diskusi di industri. Ada yang berpendapat bahwa siklus ekonomi dan risiko geopolitik memang ada, dan menempatkan aset lindung nilai lebih awal adalah langkah yang rasional; sementara yang lain berpendapat bahwa prediksi semacam ini terlalu pesimis dan mungkin membesar-besarkan risiko. Bagaimanapun, arah ekonomi tahun 2026 patut terus dipantau.