Insiden on-chain terbaru telah mengungkap upaya manipulasi yang canggih yang akhirnya berbalik dengan sangat spektakuler. Analis keamanan Ai Yi menemukan bukti akun pertukaran yang telah dikompromikan di mana pelaku menghadapi kendala kritis—pembatasan penarikan yang dipicu oleh sistem manajemen risiko platform. Tidak mampu mencairkan dana secara langsung, pelaku beralih ke skema pump-and-dump sebagai jalan keluar alternatif.
Strategi ini dihitung dengan matang: mengidentifikasi token meme yang tidak terkenal dan memiliki likuiditas rendah dengan perhatian pasar minimal. BROCCOLI714, sebuah aset yang relatif tidak dikenal, menjadi target yang tidak curiga. Peretas mulai mengeksekusi pesanan beli terkoordinasi untuk secara artifisial meningkatkan harga spot token—perdagangan cuci klasik yang dirancang untuk memindahkan dana melalui kebisingan aktivitas pasar yang sah.
Namun rencana tersebut terurai ketika pendiri Formula News Vida mendeteksi pergerakan harga abnormal melalui sistem pemantauan waktu nyata. Alih-alih panik, Vida segera mengenali pola tersebut—tekanan beli yang agresif dikombinasikan dengan ketidaklikuidan token tersebut menjerit manipulasi pasar. Pedagang memanfaatkan peluang ini, mengambil posisi long dan mengeksekusi strategi keluar sesuai buku pelajaran setelah tekanan beli pelaku habis setelah memicu mekanisme circuit breaker.
Hasilnya? Vida mendapatkan keuntungan sekitar 1 juta dolar dengan secara frontal menjalankan operasi hacker sendiri. Sementara itu, upaya pelaku selanjutnya untuk melakukan manuver serupa dengan SOL runtuh sebelum dieksekusi, yang akhirnya memaksa skema tersebut ditinggalkan. Protocol keamanan pertukaran diduga telah campur tangan, secara efektif memblokir aktivitas mencurigakan lebih lanjut pada akun yang dikompromikan.
Episode ini menegaskan sebuah kenyataan yang mengkhawatirkan: meskipun langkah keamanan semakin diperketat, peretas terus menyesuaikan taktik mereka. Namun ini juga menunjukkan bahwa peserta pasar yang tetap waspada—terutama mereka yang terampil dalam mengenali pola—dapat memanfaatkan manipulasi pasar melawan pelaku. Ironinya? Upaya pelaku untuk melarikan diri secara canggih akhirnya membiayai keberuntungan besar orang lain.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ketika Seorang Peretas Menargetkan Meme Coins: Bagaimana Seorang Trader Membalikkan Keadaan dan Menghasilkan $1M
Insiden on-chain terbaru telah mengungkap upaya manipulasi yang canggih yang akhirnya berbalik dengan sangat spektakuler. Analis keamanan Ai Yi menemukan bukti akun pertukaran yang telah dikompromikan di mana pelaku menghadapi kendala kritis—pembatasan penarikan yang dipicu oleh sistem manajemen risiko platform. Tidak mampu mencairkan dana secara langsung, pelaku beralih ke skema pump-and-dump sebagai jalan keluar alternatif.
Strategi ini dihitung dengan matang: mengidentifikasi token meme yang tidak terkenal dan memiliki likuiditas rendah dengan perhatian pasar minimal. BROCCOLI714, sebuah aset yang relatif tidak dikenal, menjadi target yang tidak curiga. Peretas mulai mengeksekusi pesanan beli terkoordinasi untuk secara artifisial meningkatkan harga spot token—perdagangan cuci klasik yang dirancang untuk memindahkan dana melalui kebisingan aktivitas pasar yang sah.
Namun rencana tersebut terurai ketika pendiri Formula News Vida mendeteksi pergerakan harga abnormal melalui sistem pemantauan waktu nyata. Alih-alih panik, Vida segera mengenali pola tersebut—tekanan beli yang agresif dikombinasikan dengan ketidaklikuidan token tersebut menjerit manipulasi pasar. Pedagang memanfaatkan peluang ini, mengambil posisi long dan mengeksekusi strategi keluar sesuai buku pelajaran setelah tekanan beli pelaku habis setelah memicu mekanisme circuit breaker.
Hasilnya? Vida mendapatkan keuntungan sekitar 1 juta dolar dengan secara frontal menjalankan operasi hacker sendiri. Sementara itu, upaya pelaku selanjutnya untuk melakukan manuver serupa dengan SOL runtuh sebelum dieksekusi, yang akhirnya memaksa skema tersebut ditinggalkan. Protocol keamanan pertukaran diduga telah campur tangan, secara efektif memblokir aktivitas mencurigakan lebih lanjut pada akun yang dikompromikan.
Episode ini menegaskan sebuah kenyataan yang mengkhawatirkan: meskipun langkah keamanan semakin diperketat, peretas terus menyesuaikan taktik mereka. Namun ini juga menunjukkan bahwa peserta pasar yang tetap waspada—terutama mereka yang terampil dalam mengenali pola—dapat memanfaatkan manipulasi pasar melawan pelaku. Ironinya? Upaya pelaku untuk melarikan diri secara canggih akhirnya membiayai keberuntungan besar orang lain.