Mengapa Investor Beralih ke Saham Makanan dan Minuman?
Di tengah ketidakstabilan ekonomi global, perusahaan makanan dan minuman kembali menjadi perhatian dari dana besar dan investor jangka panjang. Mengapa? Karena orang harus makan setiap hari, tidak peduli pasar sedang merah atau hijau. Ini adalah karakteristik utama dari makanan - sebagai “saham defensif” yang dikonsumsi berulang-ulang, memiliki merek yang kuat, dan menghasilkan arus kas yang dapat diprediksi.
Selain stabilitas, industri ini juga penuh peluang - populasi dunia meningkat, konsumen semakin peduli kesehatan, inovasi di bidang makanan dan hewan peliharaan pengganti sedang berkembang pesat, dan sebagian besar perusahaan di sektor ini secara konsisten membayar dividen.
Berapa Banyak Jenis Saham Makanan dan Minuman?
Saham dalam sektor ini tidak terbatas pada produsen makanan biasa, tetapi mencakup berbagai kegiatan terkait:
Kelompok Pertanian dan Pengolahan Makanan: Perusahaan yang memproduksi dan mengekspor produk daging dan peternakan seperti CPF (Charoen Pokphand) atau Tyson Foods (AS)
Produsen Minuman: Dari sirup, kopi, bir hingga minuman kesehatan seperti Coca-Cola atau Carabao
Pabrik Penggilingan dan Produsen Gula: Perusahaan yang memproduksi bahan baku utama
Rantai Restoran dan Supermarket | Toko Ritel: Yang menjual produk makanan kepada konsumen
Gambaran Pasar dan Tren 2025
Permintaan makanan global terus meningkat, didorong oleh:
Pertumbuhan Penduduk: Lebih banyak konsumen di dunia, sehingga kebutuhan akan makanan pun meningkat
Tren Kesehatan: Konsumen beralih ke produk organik, berbasis tanaman, dan makanan sehat
Teknologi dan Inovasi: Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan produksi berkelanjutan dan teknologi baru akan memiliki keunggulan
8 Saham Teratas yang Perlu Diperhatikan
###Kelompok saham makanan Thailand
1. Charoen Pokphand Foods (CPF)
Pemimpin industri makanan lengkap sejak 1978, memiliki jaringan di lebih dari 17 negara dan mengekspor ke lebih dari 40 negara. Bisnis utama meliputi:
Produksi pakan ternak (yang terbesar)
Peternakan unggas, perikanan, dan hewan lainnya
Pengolahan makanan dan penjualan produk jadi
Informasi: Harga saat ini 22.0 THB | P/E 11.9 kali | Target harga 30.00 THB | Dividen Yield 2.06% | Kapitalisasi pasar 183.41 Miliar THB
2. Thai Union Group (TU)
Perusahaan lama di industri makanan laut, didirikan sejak 1977. Saat ini TU berkembang penuh ke pasar Amerika dan Eropa, dengan merek internasional seperti Chicken of the Sea dan TUNY.
Informasi: Harga saat ini 12.40 THB | P/E -4.01 kali | Target harga 16.90 THB | Dividen Yield 4.51% | Kapitalisasi pasar 52.93 Miliar THB
3. Asian Sea Corporation (ASIAN)
Produsen makanan laut olahan terbesar di Thailand, memiliki jaringan pemasaran global sejak 1983.
Informasi: Harga saat ini 7.85 THB | P/E 7.8 kali | Target harga 30.00 THB | Dividen Yield 9.29% | Kapitalisasi pasar 6.31 Miliar THB
4. The Minor Food Group (MINT)
Dimulai dari restoran pizza gaya Prancis pada tahun 1970-an, kemudian berkembang ke restoran dan waralaba besar dengan merek internasional seperti Burger King, Dairy Queen, dan The Coffee Club.
Informasi: Harga saat ini 22.0 THB | P/E 42.7 kali | Target harga 30.00 THB | Dividen Yield 2.06% | Kapitalisasi pasar 183.41 Miliar THB
###Kelompok saham makanan dan minuman asing
5. Nestlé (NESN)
Perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia, didirikan tahun 1866 di Swiss. Portofolio mencakup produk dari Nescafe, KitKat hingga makanan hewan peliharaan, beroperasi di lebih dari 190 negara.
Informasi: Harga saat ini 74.04 CHF | P/E 17.28 kali | Target harga 87.64 CHF | Dividen Yield 3.99% | Kapitalisasi pasar 193.12 Miliar CHF
6. Coca-Cola (KO)
Simbol minuman dunia, didirikan tahun 1886, saat ini memiliki lebih dari 200 merek dalam portofolio, mulai dari sirup, minuman olahraga, air minum, hingga jus.
Informasi: Harga saat ini 25.37 USD | P/E 25.37 kali | Dividen Yield 3.14% | Kapitalisasi pasar 263.08 Miliar USD
7. Pepsi (PEP)
Bukan hanya perusahaan minuman, Pepsi didirikan dari penggabungan Pepsi-Cola dan Frito-Lay, menjadikannya perusahaan makanan dan minuman besar dengan merek terkenal seperti Lay’s, Doritos, Gatorade, Tropicana, dan Quaker Oats.
Informasi: Harga saat ini 142.64 USD | P/E 20.91 kali | Target harga 177.89 USD | Dividen Yield 3.70% | Kapitalisasi pasar 195.70 Miliar USD
8. Unilever (UL)
Terbentuk dari penggabungan Margarine Unie dan Lever Brothers, saat ini beroperasi di lebih dari 190 negara, dengan produk utama di tiga kategori: makanan dan minuman, produk perawatan diri, dan produk pembersih seperti Knorr, Hellmann’s, Dove, dan Magnum.
Informasi: Harga saat ini 55.13 USD | P/E 21.56 kali | Dividen Yield 3.29% | Kapitalisasi pasar 139.56 Miliar USD
Tabel Perbandingan Saham Sektor Makanan dan Minuman
Saham
Harga Saat Ini
P/E
Target Harga
Dividen Yield
Kapitalisasi Pasar
CPF
22.0 THB
11.9
30.00 THB
2.06%
183.41 Miliar THB
TU
12.40 THB
-4.01
16.90 THB
4.51%
52.93 Miliar THB
ASIAN
7.85 THB
7.8
30.00 THB
9.29%
6.31 Miliar THB
MINT
22.0 THB
42.7
30.00 THB
2.06%
183.41 Miliar THB
NESN
74.04 CHF
17.28
87.64 CHF
3.99%
193.12 Miliar CHF
KO
25.37 USD
25.37
-
3.14%
263.08 Miliar USD
PEP
142.64 USD
20.91
177.89 USD
3.70%
195.70 Miliar USD
UL
55.13 USD
21.56
-
3.29%
139.56 Miliar USD
Tren Baru: Saham Makanan Sehat
Pasar makanan sehat sedang tumbuh pesat, sehingga investor harus memperhatikan perusahaan berikut:
Beyond Meat (BYND): Pemimpin protein nabati, memenuhi kebutuhan konsumen yang menghindari daging dan peduli lingkungan
Oatly (OTLY): Produsen susu oat terkemuka, cocok untuk yang ingin menghindari susu sapi
Tattooed Chef (TTCF): Makanan beku berbasis tanaman untuk yang sibuk tapi ingin makan sehat
Danone (DANOY): Produsen yogurt dan minuman berbasis tanaman terkemuka
Ingredion (INGR): Perusahaan yang ahli di bidang bahan makanan sehat
Keunggulan Berinvestasi di Saham Makanan dan Minuman
1. Bisnis yang Berkelanjutan dan Stabil
Orang harus makan setiap hari, tidak peduli ekonomi sedang baik atau buruk. Perusahaan makanan memiliki peluang pendapatan yang konsisten, arus kas yang dapat diprediksi. Keseimbangan ini membuat nilai saham tidak terlalu volatil dibanding sektor lain.
2. Kemampuan Pulih dari Krisis
Dalam masa ekonomi lesu, konsumen cenderung mengurangi pengeluaran barang mewah, tetapi tetap membeli makanan. Inilah sebabnya saham makanan disebut “saham defensif”.
3. Dividen yang Stabil
Banyak perusahaan di sektor ini memiliki sejarah pembayaran dividen panjang, seperti Coca-Cola dan Unilever, yang termasuk dalam kelompok “Dividend Aristocrats” yang meningkatkan dividen setiap tahun.
4. Tren Pertumbuhan Jangka Panjang
Pertumbuhan populasi global akan meningkatkan permintaan makanan. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan inovasi dan tren baru, seperti makanan sehat, akan mendapatkan manfaat penuh.
5. Inovasi Berkelanjutan
Pasar makanan penuh peluang. Perusahaan yang menawarkan makanan baru yang sesuai dengan selera konsumen modern akan mendapatkan hasil yang menarik.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
1. Perlambatan Ekonomi
Jika pengangguran meningkat, konsumen mungkin beralih ke produk yang lebih murah, yang dapat merugikan perusahaan makanan premium.
2. Kenaikan Biaya Bahan Baku
Inflasi, bencana alam, dan perubahan iklim mendorong harga bahan baku naik.
3. Kompetisi yang Semakin Ketat
Pasar makanan menarik banyak pemain baru, meningkatkan persaingan.
4. Perubahan Preferensi Konsumen
Tren makanan bisa berubah cepat; perusahaan yang tidak mengikuti tren bisa tertinggal.
Cara Berinvestasi di Saham Makanan dan Minuman
1. Membeli Saham Langsung Melalui Broker
Buka rekening efek di broker lokal atau internasional seperti Bualuang Securities, Finansa Securities, atau broker global. Keuntungannya: kepemilikan nyata, mendapatkan dividen dan hak-hak lain dari saham.
2. Investasi melalui Reksa Dana
Jika tidak ingin memilih saham sendiri, bisa berinvestasi di reksa dana yang fokus pada sektor makanan dan minuman. Manajer dana akan memilihkan sahamnya, Anda tinggal menunggu hasilnya.
3. Membeli CFD (Contract For Difference)
Instrumen derivatif yang memungkinkan Anda “bertaruh” pada harga saham tanpa kepemilikan langsung. Keuntungan: leverage (leverage), bisa trading naik maupun turun. Risiko: lebih tinggi.
Kesimpulan
Saham sektor makanan dan minuman adalah pilihan yang baik bagi investor yang mencari saham stabil, dengan hasil yang konsisten, dan potensi pertumbuhan jangka panjang.
Yang penting: pelajari:
Faktor fundamental perusahaan
Analisis teknikal harga saham
Rasio keuangan seperti P/E, Dividend Yield, pertumbuhan pendapatan
Tren pasar dan industri
Investasi memiliki risiko, lakukan riset dan rencanakan dengan matang sebelum memulai.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
2025 tahun harus diisi! Grup saham makanan dan minuman untuk investor ritel
Mengapa Investor Beralih ke Saham Makanan dan Minuman?
Di tengah ketidakstabilan ekonomi global, perusahaan makanan dan minuman kembali menjadi perhatian dari dana besar dan investor jangka panjang. Mengapa? Karena orang harus makan setiap hari, tidak peduli pasar sedang merah atau hijau. Ini adalah karakteristik utama dari makanan - sebagai “saham defensif” yang dikonsumsi berulang-ulang, memiliki merek yang kuat, dan menghasilkan arus kas yang dapat diprediksi.
Selain stabilitas, industri ini juga penuh peluang - populasi dunia meningkat, konsumen semakin peduli kesehatan, inovasi di bidang makanan dan hewan peliharaan pengganti sedang berkembang pesat, dan sebagian besar perusahaan di sektor ini secara konsisten membayar dividen.
Berapa Banyak Jenis Saham Makanan dan Minuman?
Saham dalam sektor ini tidak terbatas pada produsen makanan biasa, tetapi mencakup berbagai kegiatan terkait:
Gambaran Pasar dan Tren 2025
Permintaan makanan global terus meningkat, didorong oleh:
8 Saham Teratas yang Perlu Diperhatikan
###Kelompok saham makanan Thailand
1. Charoen Pokphand Foods (CPF)
Pemimpin industri makanan lengkap sejak 1978, memiliki jaringan di lebih dari 17 negara dan mengekspor ke lebih dari 40 negara. Bisnis utama meliputi:
Informasi: Harga saat ini 22.0 THB | P/E 11.9 kali | Target harga 30.00 THB | Dividen Yield 2.06% | Kapitalisasi pasar 183.41 Miliar THB
2. Thai Union Group (TU)
Perusahaan lama di industri makanan laut, didirikan sejak 1977. Saat ini TU berkembang penuh ke pasar Amerika dan Eropa, dengan merek internasional seperti Chicken of the Sea dan TUNY.
Informasi: Harga saat ini 12.40 THB | P/E -4.01 kali | Target harga 16.90 THB | Dividen Yield 4.51% | Kapitalisasi pasar 52.93 Miliar THB
3. Asian Sea Corporation (ASIAN)
Produsen makanan laut olahan terbesar di Thailand, memiliki jaringan pemasaran global sejak 1983.
Informasi: Harga saat ini 7.85 THB | P/E 7.8 kali | Target harga 30.00 THB | Dividen Yield 9.29% | Kapitalisasi pasar 6.31 Miliar THB
4. The Minor Food Group (MINT)
Dimulai dari restoran pizza gaya Prancis pada tahun 1970-an, kemudian berkembang ke restoran dan waralaba besar dengan merek internasional seperti Burger King, Dairy Queen, dan The Coffee Club.
Informasi: Harga saat ini 22.0 THB | P/E 42.7 kali | Target harga 30.00 THB | Dividen Yield 2.06% | Kapitalisasi pasar 183.41 Miliar THB
###Kelompok saham makanan dan minuman asing
5. Nestlé (NESN)
Perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia, didirikan tahun 1866 di Swiss. Portofolio mencakup produk dari Nescafe, KitKat hingga makanan hewan peliharaan, beroperasi di lebih dari 190 negara.
Informasi: Harga saat ini 74.04 CHF | P/E 17.28 kali | Target harga 87.64 CHF | Dividen Yield 3.99% | Kapitalisasi pasar 193.12 Miliar CHF
6. Coca-Cola (KO)
Simbol minuman dunia, didirikan tahun 1886, saat ini memiliki lebih dari 200 merek dalam portofolio, mulai dari sirup, minuman olahraga, air minum, hingga jus.
Informasi: Harga saat ini 25.37 USD | P/E 25.37 kali | Dividen Yield 3.14% | Kapitalisasi pasar 263.08 Miliar USD
7. Pepsi (PEP)
Bukan hanya perusahaan minuman, Pepsi didirikan dari penggabungan Pepsi-Cola dan Frito-Lay, menjadikannya perusahaan makanan dan minuman besar dengan merek terkenal seperti Lay’s, Doritos, Gatorade, Tropicana, dan Quaker Oats.
Informasi: Harga saat ini 142.64 USD | P/E 20.91 kali | Target harga 177.89 USD | Dividen Yield 3.70% | Kapitalisasi pasar 195.70 Miliar USD
8. Unilever (UL)
Terbentuk dari penggabungan Margarine Unie dan Lever Brothers, saat ini beroperasi di lebih dari 190 negara, dengan produk utama di tiga kategori: makanan dan minuman, produk perawatan diri, dan produk pembersih seperti Knorr, Hellmann’s, Dove, dan Magnum.
Informasi: Harga saat ini 55.13 USD | P/E 21.56 kali | Dividen Yield 3.29% | Kapitalisasi pasar 139.56 Miliar USD
Tabel Perbandingan Saham Sektor Makanan dan Minuman
Tren Baru: Saham Makanan Sehat
Pasar makanan sehat sedang tumbuh pesat, sehingga investor harus memperhatikan perusahaan berikut:
Keunggulan Berinvestasi di Saham Makanan dan Minuman
1. Bisnis yang Berkelanjutan dan Stabil
Orang harus makan setiap hari, tidak peduli ekonomi sedang baik atau buruk. Perusahaan makanan memiliki peluang pendapatan yang konsisten, arus kas yang dapat diprediksi. Keseimbangan ini membuat nilai saham tidak terlalu volatil dibanding sektor lain.
2. Kemampuan Pulih dari Krisis
Dalam masa ekonomi lesu, konsumen cenderung mengurangi pengeluaran barang mewah, tetapi tetap membeli makanan. Inilah sebabnya saham makanan disebut “saham defensif”.
3. Dividen yang Stabil
Banyak perusahaan di sektor ini memiliki sejarah pembayaran dividen panjang, seperti Coca-Cola dan Unilever, yang termasuk dalam kelompok “Dividend Aristocrats” yang meningkatkan dividen setiap tahun.
4. Tren Pertumbuhan Jangka Panjang
Pertumbuhan populasi global akan meningkatkan permintaan makanan. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan inovasi dan tren baru, seperti makanan sehat, akan mendapatkan manfaat penuh.
5. Inovasi Berkelanjutan
Pasar makanan penuh peluang. Perusahaan yang menawarkan makanan baru yang sesuai dengan selera konsumen modern akan mendapatkan hasil yang menarik.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
1. Perlambatan Ekonomi
Jika pengangguran meningkat, konsumen mungkin beralih ke produk yang lebih murah, yang dapat merugikan perusahaan makanan premium.
2. Kenaikan Biaya Bahan Baku
Inflasi, bencana alam, dan perubahan iklim mendorong harga bahan baku naik.
3. Kompetisi yang Semakin Ketat
Pasar makanan menarik banyak pemain baru, meningkatkan persaingan.
4. Perubahan Preferensi Konsumen
Tren makanan bisa berubah cepat; perusahaan yang tidak mengikuti tren bisa tertinggal.
Cara Berinvestasi di Saham Makanan dan Minuman
1. Membeli Saham Langsung Melalui Broker
Buka rekening efek di broker lokal atau internasional seperti Bualuang Securities, Finansa Securities, atau broker global. Keuntungannya: kepemilikan nyata, mendapatkan dividen dan hak-hak lain dari saham.
2. Investasi melalui Reksa Dana
Jika tidak ingin memilih saham sendiri, bisa berinvestasi di reksa dana yang fokus pada sektor makanan dan minuman. Manajer dana akan memilihkan sahamnya, Anda tinggal menunggu hasilnya.
3. Membeli CFD (Contract For Difference)
Instrumen derivatif yang memungkinkan Anda “bertaruh” pada harga saham tanpa kepemilikan langsung. Keuntungan: leverage (leverage), bisa trading naik maupun turun. Risiko: lebih tinggi.
Kesimpulan
Saham sektor makanan dan minuman adalah pilihan yang baik bagi investor yang mencari saham stabil, dengan hasil yang konsisten, dan potensi pertumbuhan jangka panjang.
Yang penting: pelajari:
Investasi memiliki risiko, lakukan riset dan rencanakan dengan matang sebelum memulai.