Trading Forex tidak sesulit yang dibayangkan. Setelah Anda memahami grafik candlestick, Anda sudah setengah jalan karena itu adalah “bahasa” pasar yang memberi tahu Anda apa yang sedang dilakukan oleh pembeli dan penjual.
Apa itu grafik candlestick dan seberapa penting
Apa itu grafik candlestick
Ini adalah diagram yang dibuat dari 4 data: harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi, dan harga terendah dalam satu periode waktu. Batang candlestick sendiri terdiri dari bagian utama (Body) dan sumbu panjang (Wick).
Jika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, Anda akan melihat candlestick berwarna putih (atau hijau), yang berarti pembeli sedang mendominasi. Jika candlestick putih panjang, itu menunjukkan kekuatan beli yang besar. Sebaliknya, jika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan, akan muncul candlestick berwarna hitam (atau merah), menandakan penjual menguasai pasar saat itu.
Apa itu sumbu candlestick
Sumbu panjang dari candlestick (Wick) menunjukkan pertarungan antara pembeli dan penjual. Jika sumbu pendek, itu menandakan pergerakan harga tidak banyak, pembeli dan penjual cukup seimbang. Jika sumbu panjang, menunjukkan pertarungan sengit, satu pihak berusaha mendorong harga, tetapi akhirnya terhenti di satu titik.
Mengapa trader menyukai grafik candlestick
Pertama, mudah dipahami. Banyak trader bisa mendapatkan keuntungan hanya dengan membaca candlestick. Ini memberi tahu suasana pasar, bukan hanya angka kosong. Selain itu, grafik ini memiliki sejarah panjang. Trader Jepang menggunakannya sejak zaman perdagangan beras lebih dari 200 tahun yang lalu dan baru masuk ke Forex di era modern ini, tetapi tetap efektif.
Pelajari 5 pola candlestick yang harus diketahui
1. Doji - Sinyal keragu-raguan
Karakteristik: Harga pembukaan dan penutupan sama, tampak seperti salib
Makna: Pembeli dan penjual memiliki kekuatan yang seimbang, tidak ada yang menang mutlak. Ini adalah sinyal bahwa tren saat ini mungkin akan berhenti.
Jenis Doji yang perlu diketahui:
Gravestone Doji Sumbu panjang di atas, menunjukkan pembeli berusaha mendorong harga naik, tetapi penjual menekannya turun. Dalam tren naik, ini adalah tanda peringatan.
Dragonfly Doji Sumbu panjang di bawah, menunjukkan penjual menekan turun, tetapi pembeli menahan. Dalam tren turun, mungkin akan terjadi pembalikan.
Four Price Doji Tidak memiliki sumbu sama sekali, menandakan ketidakpastian tinggi. Sebaiknya hindari trading saat ini.
2. Marubozu - Dominasi mutlak
Karakteristik: Candlestick penuh tanpa sumbu
Makna:
Marubozu putih - Pembeli sangat dominan dari pembukaan sampai penutupan, harga pembukaan dan penutupan di titik terendah dan tertinggi.
Marubozu hitam - Penjual mendominasi seluruh periode, harga pembukaan dan penutupan di titik tertinggi dan terendah.
Melihat ini, pasar memiliki arah yang sangat jelas.
3. Spinning Top - Topi berputar
Karakteristik: Badan candlestick sangat kecil, tetapi sumbu atas dan bawah panjang
Makna: Keragu-raguan yang lembut, pembeli dan penjual saling berjuang, tetapi tidak ada yang menang. Ini adalah sinyal bahwa tren melemah dan mungkin akan berbalik arah.
4. Hammer dan Hanging Man - Pasangan berlawanan
Hammer
Muncul saat tren turun, badan kecil, sumbu panjang di bawah. Penjual menekan keras, tetapi pembeli mampu menahan, menandakan potensi pembalikan ke atas.
Hanging Man
Mirip Hammer, tetapi muncul saat tren naik. Menandakan bahwa penjual mulai masuk dan kemungkinan tren akan berbalik turun.
5. Inverted Hammer dan Shooting Star - Lemparan ke atas
Inverted Hammer
Muncul saat tren turun, sumbu panjang di atas, pembeli berusaha naik, tetapi penjual menekan. Jika ditutup tinggi, menunjukkan kekuatan pembeli tetap ada.
Shooting Star
Muncul saat tren naik, mirip Inverted Hammer, tetapi menandakan bahwa penjual mulai masuk dan tren kemungkinan akan berbalik turun.
Pola dua dan tiga candlestick - Segitiga penguat
Ketika ada lebih dari 2 atau 3 candlestick, sinyalnya menjadi lebih jelas.
Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing
Bullish Engulfing: Candlestick hitam diikuti oleh candlestick putih yang jauh lebih besar, menutupi seluruh badan candlestick hitam. Ini adalah sinyal perubahan dari tren turun ke tren naik yang sangat kuat.
Bearish Engulfing: Candlestick putih diikuti oleh candlestick hitam yang jauh lebih besar, menandakan perubahan dari tren naik ke tren turun.
Tweezer Tops dan Tweezer Bottoms
Kedua pola ini berbentuk seperti penjepit, dengan sumbu dua candlestick yang panjangnya sama:
Tweezer Tops: Tren naik lalu berbalik turun, sinyal perubahan dari naik ke turun.
Tweezer Bottoms: Tren turun lalu berbalik naik, sinyal perubahan dari turun ke naik.
Three White Soldiers dan Three Black Crows
Three White Soldiers: Tiga candlestick putih berturut-turut, masing-masing lebih tinggi atau sama tinggi dari yang sebelumnya, menandakan tren naik yang sangat kuat.
Three Black Crows: Tiga candlestick hitam berturut-turut, masing-masing lebih rendah, menandakan tren turun yang sangat kuat.
Morning Star dan Evening Star
Morning Star: Terjadi saat tren turun, terdiri dari 1. candlestick hitam panjang 2. Doji di tengah 3. candlestick putih besar yang muncul, menandakan pembalikan ke atas.
Evening Star: Terjadi saat tren naik, terdiri dari 1. candlestick putih panjang 2. Doji di tengah 3. candlestick hitam besar yang muncul, menandakan pembalikan ke bawah.
Three Inside Up dan Three Inside Down
Three Inside Up: Candlestick pertama turun, kedua naik sedikit, ketiga menembus tertinggi dari candlestick pertama, menandakan tren naik kuat.
Three Inside Down: Kebalikan, candlestick pertama naik, kedua turun sedikit, ketiga menembus terendah dari candlestick pertama, menandakan tren turun kuat.
Kesimpulan dan hal penting yang harus diingat
Membaca grafik candlestick untuk trading Forex tidak sesulit yang dibayangkan. Mulailah dengan mengenal pola dasar, pahami bahwa candlestick putih menunjukkan kekuatan beli, candlestick hitam menunjukkan kekuatan jual. Setelah Anda menguasai pola ini, Anda sudah memiliki alat yang baik untuk membaca pasar Forex.
Namun ingat, grafik candlestick hanyalah salah satu bagian dari pengambilan keputusan. Tingkat keberhasilan sekitar 50%, di bawah itu. Penting untuk melihat kondisi pasar secara keseluruhan, mempertimbangkan data fundamental, dan menggunakan alat lain sebagai pendukung. Setelah itu, buat keputusan trading.
Latihlah membaca grafik candlestick secara rutin dan ingatlah bahwa trader yang sukses bukanlah yang paling hebat sejak awal, tetapi orang yang mau belajar dan memahami banyak hal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Jika ingin memahami grafik Forex, harus mulai dari mana
Trading Forex tidak sesulit yang dibayangkan. Setelah Anda memahami grafik candlestick, Anda sudah setengah jalan karena itu adalah “bahasa” pasar yang memberi tahu Anda apa yang sedang dilakukan oleh pembeli dan penjual.
Apa itu grafik candlestick dan seberapa penting
Apa itu grafik candlestick
Ini adalah diagram yang dibuat dari 4 data: harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi, dan harga terendah dalam satu periode waktu. Batang candlestick sendiri terdiri dari bagian utama (Body) dan sumbu panjang (Wick).
Jika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, Anda akan melihat candlestick berwarna putih (atau hijau), yang berarti pembeli sedang mendominasi. Jika candlestick putih panjang, itu menunjukkan kekuatan beli yang besar. Sebaliknya, jika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan, akan muncul candlestick berwarna hitam (atau merah), menandakan penjual menguasai pasar saat itu.
Apa itu sumbu candlestick
Sumbu panjang dari candlestick (Wick) menunjukkan pertarungan antara pembeli dan penjual. Jika sumbu pendek, itu menandakan pergerakan harga tidak banyak, pembeli dan penjual cukup seimbang. Jika sumbu panjang, menunjukkan pertarungan sengit, satu pihak berusaha mendorong harga, tetapi akhirnya terhenti di satu titik.
Mengapa trader menyukai grafik candlestick
Pertama, mudah dipahami. Banyak trader bisa mendapatkan keuntungan hanya dengan membaca candlestick. Ini memberi tahu suasana pasar, bukan hanya angka kosong. Selain itu, grafik ini memiliki sejarah panjang. Trader Jepang menggunakannya sejak zaman perdagangan beras lebih dari 200 tahun yang lalu dan baru masuk ke Forex di era modern ini, tetapi tetap efektif.
Pelajari 5 pola candlestick yang harus diketahui
1. Doji - Sinyal keragu-raguan
Karakteristik: Harga pembukaan dan penutupan sama, tampak seperti salib
Makna: Pembeli dan penjual memiliki kekuatan yang seimbang, tidak ada yang menang mutlak. Ini adalah sinyal bahwa tren saat ini mungkin akan berhenti.
Jenis Doji yang perlu diketahui:
2. Marubozu - Dominasi mutlak
Karakteristik: Candlestick penuh tanpa sumbu
Makna:
Melihat ini, pasar memiliki arah yang sangat jelas.
3. Spinning Top - Topi berputar
Karakteristik: Badan candlestick sangat kecil, tetapi sumbu atas dan bawah panjang
Makna: Keragu-raguan yang lembut, pembeli dan penjual saling berjuang, tetapi tidak ada yang menang. Ini adalah sinyal bahwa tren melemah dan mungkin akan berbalik arah.
4. Hammer dan Hanging Man - Pasangan berlawanan
Hammer
Muncul saat tren turun, badan kecil, sumbu panjang di bawah. Penjual menekan keras, tetapi pembeli mampu menahan, menandakan potensi pembalikan ke atas.
Hanging Man
Mirip Hammer, tetapi muncul saat tren naik. Menandakan bahwa penjual mulai masuk dan kemungkinan tren akan berbalik turun.
5. Inverted Hammer dan Shooting Star - Lemparan ke atas
Inverted Hammer
Muncul saat tren turun, sumbu panjang di atas, pembeli berusaha naik, tetapi penjual menekan. Jika ditutup tinggi, menunjukkan kekuatan pembeli tetap ada.
Shooting Star
Muncul saat tren naik, mirip Inverted Hammer, tetapi menandakan bahwa penjual mulai masuk dan tren kemungkinan akan berbalik turun.
Pola dua dan tiga candlestick - Segitiga penguat
Ketika ada lebih dari 2 atau 3 candlestick, sinyalnya menjadi lebih jelas.
Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing
Bullish Engulfing: Candlestick hitam diikuti oleh candlestick putih yang jauh lebih besar, menutupi seluruh badan candlestick hitam. Ini adalah sinyal perubahan dari tren turun ke tren naik yang sangat kuat.
Bearish Engulfing: Candlestick putih diikuti oleh candlestick hitam yang jauh lebih besar, menandakan perubahan dari tren naik ke tren turun.
Tweezer Tops dan Tweezer Bottoms
Kedua pola ini berbentuk seperti penjepit, dengan sumbu dua candlestick yang panjangnya sama:
Three White Soldiers dan Three Black Crows
Three White Soldiers: Tiga candlestick putih berturut-turut, masing-masing lebih tinggi atau sama tinggi dari yang sebelumnya, menandakan tren naik yang sangat kuat.
Three Black Crows: Tiga candlestick hitam berturut-turut, masing-masing lebih rendah, menandakan tren turun yang sangat kuat.
Morning Star dan Evening Star
Morning Star: Terjadi saat tren turun, terdiri dari 1. candlestick hitam panjang 2. Doji di tengah 3. candlestick putih besar yang muncul, menandakan pembalikan ke atas.
Evening Star: Terjadi saat tren naik, terdiri dari 1. candlestick putih panjang 2. Doji di tengah 3. candlestick hitam besar yang muncul, menandakan pembalikan ke bawah.
Three Inside Up dan Three Inside Down
Three Inside Up: Candlestick pertama turun, kedua naik sedikit, ketiga menembus tertinggi dari candlestick pertama, menandakan tren naik kuat.
Three Inside Down: Kebalikan, candlestick pertama naik, kedua turun sedikit, ketiga menembus terendah dari candlestick pertama, menandakan tren turun kuat.
Kesimpulan dan hal penting yang harus diingat
Membaca grafik candlestick untuk trading Forex tidak sesulit yang dibayangkan. Mulailah dengan mengenal pola dasar, pahami bahwa candlestick putih menunjukkan kekuatan beli, candlestick hitam menunjukkan kekuatan jual. Setelah Anda menguasai pola ini, Anda sudah memiliki alat yang baik untuk membaca pasar Forex.
Namun ingat, grafik candlestick hanyalah salah satu bagian dari pengambilan keputusan. Tingkat keberhasilan sekitar 50%, di bawah itu. Penting untuk melihat kondisi pasar secara keseluruhan, mempertimbangkan data fundamental, dan menggunakan alat lain sebagai pendukung. Setelah itu, buat keputusan trading.
Latihlah membaca grafik candlestick secara rutin dan ingatlah bahwa trader yang sukses bukanlah yang paling hebat sejak awal, tetapi orang yang mau belajar dan memahami banyak hal.