Dalam investasi, kata “Yield” sering dibahas secara rutin, tetapi banyak investor pemula masih belum benar-benar memahami apa itu dan mengapa hal tersebut penting dalam pengambilan keputusan investasi. Artikel ini akan mengulas Yield secara mendalam agar Anda memiliki pengetahuan dasar yang jelas dan dapat mengaplikasikannya secara nyata.
Yield adalah imbal hasil dari investasi, bukan keuntungan dari perdagangan
Sebagian besar pemula sering bingung antara Yield dan Return. Kedua kata ini memiliki arti yang berbeda.
Yield merujuk pada tingkat imbal hasil yang diharapkan dari kepemilikan aset secara rutin, tanpa memperhitungkan perubahan harga. Yield berasal dari sumber seperti dividen, bunga, atau sewa.
Sedangkan Return adalah total imbal hasil yang benar-benar Anda terima, termasuk Yield ditambah keuntungan atau kerugian dari perubahan harga aset.
Contoh agar lebih jelas
Jika Anda membeli saham seharga 100 rupiah dan menerima dividen 5 rupiah per tahun, maka Yield = 5%
Tetapi jika harga saham naik menjadi 120 rupiah, total imbal hasil (Return) Anda akan lebih dari 5% karena termasuk keuntungan dari pergerakan harga.
Cara menghitung Yield yang praktis
Rumus dasar:
Yield = (Pendapatan per tahun / Harga saat ini) × 100%
Perhitungan Yield berbeda tergantung jenis aset:
1. Dividend Yield dari saham
Dihitung dengan membagi dividen per saham dengan harga saham
Contoh: Perusahaan X membayar dividen 8 rupiah per saham, harga pasar saat ini 160 rupiah
Dividend Yield = (8 / 160) × 100 = 5%
Ini berarti jika Anda berinvestasi 160 rupiah, Anda akan mendapatkan pendapatan 5% per tahun dari dividen.
2. Bond Yield dari surat utang
Surat utang memiliki harga beli dan tingkat bunga
Contoh: Membeli obligasi senilai 1.000 rupiah dengan tingkat bunga 4% per tahun
Bond Yield = (40 / 1.000) × 100 = 4%
3. Earnings Yield dari laba perusahaan
Dihitung dari laba bersih per saham dibagi harga saham
Contoh: Perusahaan Y memiliki laba bersih 6 rupiah per saham, harga saham 120 rupiah
Earnings Yield = (6 / 120) × 100 = 5%
4. Mutual Funds Yield dari dana bersama
Menggabungkan dividen dari saham dan bunga dari surat utang dalam portofolio
Contoh: Dana memiliki pendapatan total 120 rupiah dengan nilai bersih 1.200 rupiah
Yield = (120 / 1.200) × 100 = 10%
Faktor-faktor yang mempengaruhi Yield investasi
Tingkat risiko
Investasi dengan risiko tinggi harus menawarkan Yield tinggi untuk mengkompensasi risiko tersebut, misalnya saham teknologi startup biasanya memberikan Yield lebih tinggi daripada obligasi pemerintah.
Kondisi ekonomi dan pasar
Suku bunga bank sentral, kondisi ekonomi, dan risiko politik mempengaruhi Yield yang didapat dari investasi.
Jangka waktu investasi
Secara umum, investasi jangka panjang (5-10 tahun) cenderung menghasilkan Yield yang terkumpul lebih tinggi.
Kebijakan perusahaan
Kebijakan pembayaran dividen, investasi dalam riset, atau ekspansi bisnis akan mempengaruhi Yield di masa depan.
Jenis aset
Surat utang biasanya memberikan Yield yang dapat diperkirakan, sedangkan komoditas (seperti emas) cenderung memberikan Yield lebih rendah tetapi risiko juga lebih rendah.
Perbandingan Yield dari berbagai jenis aset
Saham (Stock Yield)
Dividend Yield: Imbal hasil dari dividen, umumnya 2-6% untuk saham stabil
Earnings Yield: Imbal hasil dari laba, biasanya lebih tinggi dari Dividend Yield
Kelebihan: Peluang hasil tinggi dalam jangka panjang
Kekurangan: Risiko tinggi, harga bisa berfluktuasi
Obligasi dan surat utang (Bond Yield)
Rentang: Biasanya 2-5%, tergantung kepercayaan terhadap penerbit obligasi
Kelebihan: Yield dapat diperkirakan, risiko rendah
Kekurangan: Imbal hasil lebih rendah, risiko kehilangan nilai karena inflasi
Properti (Real Estate Yield)
Yield sewa: Umumnya 3-8%, tergantung lokasi dan jenis properti
Kelebihan: Imbal hasil relatif stabil, peluang kenaikan nilai aset
Kekurangan: Modal awal besar, biaya perawatan dan pemeliharaan
Kelebihan: Dikelola oleh profesional, diversifikasi risiko
Kekurangan: Biaya pengelolaan
Kripto (Crypto Yield)
Rentang: Sangat tinggi, kadang 5-20% atau lebih
Kelebihan: Potensi imbal hasil tinggi
Kekurangan: Risiko sangat tinggi, pasar sangat volatil
Siapa yang cocok dengan Yield tertinggi
Pemilihan Yield yang sesuai tergantung situasi pribadi Anda:
Jika Anda membutuhkan pendapatan tetap: Pilih aset dengan Dividend Yield atau Bond Yield yang stabil, seperti saham blue-chip atau obligasi pemerintah.
Jika Anda masih belajar dan memiliki toleransi risiko: Investasikan di saham pertumbuhan atau dana investasi, yang Yield-nya lebih rendah tetapi berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga.
Jika Anda mempersiapkan pensiun: Kombinasikan surat utang (untuk kestabilan) dan saham dividen (untuk pendapatan dan pertumbuhan).
Jika Anda menyukai risiko: Aset dengan Yield tinggi seperti saham teknologi atau kripto, tetapi harus dikelola dengan hati-hati.
Poin penting yang harus diingat
Yield bukan seluruh imbal hasil: Yield adalah pendapatan rutin, tetapi jika digabungkan dengan keuntungan/kerugian dari perubahan harga, akan menjadi Return total.
Risiko tinggi, Yield tinggi: Tidak ada yang gratis. Jika Yield terlihat terlalu tinggi, periksa risiko tersembunyi.
Yield masa lalu tidak menjamin masa depan: Bisnis berubah, kebijakan perusahaan berubah, Yield bisa menurun.
Pelajari sebelum berinvestasi: Baca laporan tahunan, ikuti berita industri, pahami faktor yang mempengaruhi Yield.
Kesimpulan
Yield adalah konsep utama dalam investasi yang membantu Anda menilai bagaimana uang Anda akan menghasilkan pendapatan rutin. Apapun jenis aset yang Anda pilih—saham, obligasi, properti, atau dana bersama—memahami dan membandingkan Yield dari berbagai aset akan membantu Anda membangun portofolio yang seimbang antara pendapatan saat ini dan pertumbuhan di masa depan. Ingatlah bahwa Yield tinggi datang dengan risiko tinggi, jadi penting untuk belajar dan melakukan diversifikasi risiko.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Yield adalah apa dan mengapa investor harus memberi perhatian pada hal ini
Dalam investasi, kata “Yield” sering dibahas secara rutin, tetapi banyak investor pemula masih belum benar-benar memahami apa itu dan mengapa hal tersebut penting dalam pengambilan keputusan investasi. Artikel ini akan mengulas Yield secara mendalam agar Anda memiliki pengetahuan dasar yang jelas dan dapat mengaplikasikannya secara nyata.
Yield adalah imbal hasil dari investasi, bukan keuntungan dari perdagangan
Sebagian besar pemula sering bingung antara Yield dan Return. Kedua kata ini memiliki arti yang berbeda.
Yield merujuk pada tingkat imbal hasil yang diharapkan dari kepemilikan aset secara rutin, tanpa memperhitungkan perubahan harga. Yield berasal dari sumber seperti dividen, bunga, atau sewa.
Sedangkan Return adalah total imbal hasil yang benar-benar Anda terima, termasuk Yield ditambah keuntungan atau kerugian dari perubahan harga aset.
Contoh agar lebih jelas
Cara menghitung Yield yang praktis
Rumus dasar:
Yield = (Pendapatan per tahun / Harga saat ini) × 100%
Perhitungan Yield berbeda tergantung jenis aset:
1. Dividend Yield dari saham
Dihitung dengan membagi dividen per saham dengan harga saham
Contoh: Perusahaan X membayar dividen 8 rupiah per saham, harga pasar saat ini 160 rupiah
Ini berarti jika Anda berinvestasi 160 rupiah, Anda akan mendapatkan pendapatan 5% per tahun dari dividen.
2. Bond Yield dari surat utang
Surat utang memiliki harga beli dan tingkat bunga
Contoh: Membeli obligasi senilai 1.000 rupiah dengan tingkat bunga 4% per tahun
3. Earnings Yield dari laba perusahaan
Dihitung dari laba bersih per saham dibagi harga saham
Contoh: Perusahaan Y memiliki laba bersih 6 rupiah per saham, harga saham 120 rupiah
4. Mutual Funds Yield dari dana bersama
Menggabungkan dividen dari saham dan bunga dari surat utang dalam portofolio
Contoh: Dana memiliki pendapatan total 120 rupiah dengan nilai bersih 1.200 rupiah
Faktor-faktor yang mempengaruhi Yield investasi
Tingkat risiko
Investasi dengan risiko tinggi harus menawarkan Yield tinggi untuk mengkompensasi risiko tersebut, misalnya saham teknologi startup biasanya memberikan Yield lebih tinggi daripada obligasi pemerintah.
Kondisi ekonomi dan pasar
Suku bunga bank sentral, kondisi ekonomi, dan risiko politik mempengaruhi Yield yang didapat dari investasi.
Jangka waktu investasi
Secara umum, investasi jangka panjang (5-10 tahun) cenderung menghasilkan Yield yang terkumpul lebih tinggi.
Kebijakan perusahaan
Kebijakan pembayaran dividen, investasi dalam riset, atau ekspansi bisnis akan mempengaruhi Yield di masa depan.
Jenis aset
Surat utang biasanya memberikan Yield yang dapat diperkirakan, sedangkan komoditas (seperti emas) cenderung memberikan Yield lebih rendah tetapi risiko juga lebih rendah.
Perbandingan Yield dari berbagai jenis aset
Saham (Stock Yield)
Obligasi dan surat utang (Bond Yield)
Properti (Real Estate Yield)
Dana bersama (Mutual Funds Yield)
Kripto (Crypto Yield)
Siapa yang cocok dengan Yield tertinggi
Pemilihan Yield yang sesuai tergantung situasi pribadi Anda:
Jika Anda membutuhkan pendapatan tetap: Pilih aset dengan Dividend Yield atau Bond Yield yang stabil, seperti saham blue-chip atau obligasi pemerintah.
Jika Anda masih belajar dan memiliki toleransi risiko: Investasikan di saham pertumbuhan atau dana investasi, yang Yield-nya lebih rendah tetapi berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga.
Jika Anda mempersiapkan pensiun: Kombinasikan surat utang (untuk kestabilan) dan saham dividen (untuk pendapatan dan pertumbuhan).
Jika Anda menyukai risiko: Aset dengan Yield tinggi seperti saham teknologi atau kripto, tetapi harus dikelola dengan hati-hati.
Poin penting yang harus diingat
Yield bukan seluruh imbal hasil: Yield adalah pendapatan rutin, tetapi jika digabungkan dengan keuntungan/kerugian dari perubahan harga, akan menjadi Return total.
Risiko tinggi, Yield tinggi: Tidak ada yang gratis. Jika Yield terlihat terlalu tinggi, periksa risiko tersembunyi.
Yield masa lalu tidak menjamin masa depan: Bisnis berubah, kebijakan perusahaan berubah, Yield bisa menurun.
Pelajari sebelum berinvestasi: Baca laporan tahunan, ikuti berita industri, pahami faktor yang mempengaruhi Yield.
Kesimpulan
Yield adalah konsep utama dalam investasi yang membantu Anda menilai bagaimana uang Anda akan menghasilkan pendapatan rutin. Apapun jenis aset yang Anda pilih—saham, obligasi, properti, atau dana bersama—memahami dan membandingkan Yield dari berbagai aset akan membantu Anda membangun portofolio yang seimbang antara pendapatan saat ini dan pertumbuhan di masa depan. Ingatlah bahwa Yield tinggi datang dengan risiko tinggi, jadi penting untuk belajar dan melakukan diversifikasi risiko.