Masalah yang paling sering terlihat di kalangan trader pemula Forex adalah pemilihan Lot secara “acak”. Ada yang selalu klik kecil 0.01, ada juga yang berani memakai 1.0 Lot karena ingin cepat mendapatkan keuntungan. Hasilnya? Portofolio cepat habis juga. Sebenarnya, pemilihan Lot bukan soal keberuntungan, tetapi sistem manajemen risiko yang ketat.
Mengapa pasar Forex harus ada Lot
Bayangkan pertama kali: di pasar Forex kita membeli dan menjual mata uang yang perubahannya sangat kecil, dalam desimal 4 posisi. Jika kita trading 1 Euro asli dan harga berubah 100 Pips, kita hanya mendapatkan keuntungan $0.01 saja. Ini alasan mengapa “trading seperti itu tidak praktis dilakukan”.
Pasar kemudian menetapkan standar “unit kontrak” untuk menggabungkan kekuatan kecil menjadi satu set besar yang menghasilkan perubahan pendapatan yang signifikan, yaitu Lot.
Perbandingan sederhana: Kamu tidak membeli telur satu per satu di pasar, tetapi harus membeli satu rak. Begitu juga.
Apa itu Lot secara jelas
Lot = satuan pengukuran kontrak trading yang memberi tahu kamu berapa banyak aset yang sedang kamu kendalikan.
Standar internasionalnya adalah:
1 Standard Lot = 100.000 unit mata uang utama (Base Currency)
Poin penting yang sering disalahpahami pemula: Base Currency adalah mata uang pertama dalam pasangan mata uang.
EUR/USD 1 Lot = mengendalikan uang 100.000 Euro (bukan dolar)
USD/JPY 1 Lot = mengendalikan uang 100.000 Dolar
GBP/USD 1 Lot = mengendalikan uang 100.000 Pound
Jika tidak memahami poin ini = salah hitung risiko = portofolio bisa hangus.
4 ukuran Lot yang perlu diketahui
Pasar telah memecah ukuran Lot agar trader dari semua level bisa mengontrol risiko secara detail.
Standard Lot (1.0)
100.000 unit
Cocok untuk: profesional dan dana besar saja
Mini Lot (0.1)
10.000 unit
Cocok untuk: trader menengah
Micro Lot (0.01)
1.000 unit
Cocok untuk: pemula, ini adalah ukuran awal yang disarankan dengan uang asli
Nano Lot (0.001)
100 unit
Cocok untuk: belajar dasar (atau Demo Trading)
Broker internasional mayoritas memilih Micro Lot (0.01) sebagai ukuran minimum karena ukuran ini memberi sensasi trading nyata (dengan tekanan mental) tapi tidak terlalu berat.
Jenis
Ukuran
Unit
Nilai/Pip (EUR/USD)
Cocok untuk
Standard
1.0
100,000
~$10
Profesional
Mini
0.1
10,000
~$1
Menengah
Micro
0.01
1,000
~$0.10
Pemula
Nano
0.001
100
~$0.01
Belajar
Seberapa besar atau kecil Lot mempengaruhi hasil
Ini inti utama.
Lot adalah pedal gas portofolio. Semakin ditekan keras (gunakan Lot besar), hasilnya akan lebih ekstrem, baik keuntungan maupun kerugian.
Ingat angka ini baik-baik: untuk pasangan mata uang yang USD-nya di belakang (EUR/USD, GBP/USD, dll):
1.0 Standard Lot → 1 Pip = $10 keuntungan/kerugian
0.1 Mini Lot → 1 Pip = $1 keuntungan/kerugian
0.01 Micro Lot → 1 Pip = $0.10 keuntungan/kerugian
Studi Kasus: Mengapa Overthinking Ukuran Lot
Dua orang punya modal $1.000 sama, trading pasangan yang sama, dengan rencana yang sama (Buy EUR/USD, SL 50 Pips).
Pak A (berani): pilih 1.0 Lot → $10 per Pip
Pak B (hati-hati): pilih 0.01 Lot → $0.10 per Pip
Kalau benar arah (50 Pips naik)
A: profit +50% portofolio
B: profit +0.5% portofolio
Kalau salah arah $500 50 Pips turun(
A: rugi -50% portofolio → portofolio tinggal sedikit
B: rugi -0.5% portofolio → portofolio tinggal sama
Kalau A salah lagi? Portofolio habis. Kalau B salah terus? Masih bisa trading lagi sampai 200 kali.
Ukuran Lot bukan keputusan untuk mendapatkan keuntungan, tetapi keputusan untuk mengelola risiko dan bertahan hidup.
Cara menghitung Lot yang digunakan trader profesional
Ini rumus yang dipakai di seluruh dunia:
Lot Size = )Account Equity × Risk Percentage$5 ÷ (Stop Loss in Pips × Pip Value)
Ini mengubah mindset:
Pemula berpikir: Berapa Lot yang harus saya tradingkan?
Profesional berpikir: Berapa kerugian maksimal yang saya siap tanggung? (Risk %) dan di mana saya akan berhenti? $500 SL(
Setelah menentukan batas risiko, rumus ini akan memberi tahu berapa Lot yang harus dipakai.
) Contoh nyata: EUR/USD
Kondisi
Akun: $10.000
Risiko trading ini: 2% $500 $200$5
Stop Loss: 50 Pips
Nilai Pip (1.0 Lot): $995
Perhitungan
Lot Size = (÷ )50 × $10(
Lot Size = )÷ (- Lot Size = 0.4 Lots
Hasilnya: pakai 0.4 Lot )4 Mini Lots(, kalau SL kena, rugi sesuai rencana 2%.
) Contoh produk: Emas ###XAUUSD(
Kebanyakan lebih kompleks saat trading instrumen lain karena Pip berbeda.
Pahami dulu
1 Standard Lot emas = 100 Troy Oz
1 Point )bukan Pip( = 0.01, misalnya 4.000,00 → 4.000,01 = 1 Point
1.0 Lot emas: 1 Point = )perubahan$10
Kondisi
Akun: $5.000
Risiko: 2% $200 $100(
Beli di 4.050.00, SL di 4.045.00
Jarak SL: $5.00 = 500 Points
Nilai Point: )
Perhitungan
Lot Size = $200 ÷ $500
500 × $1(
Lot Size = 0.2 Lots
Lot di berbagai pasar berbeda
Kesalahan umum: “Saya pakai 0.1 Lot di Forex, bagus. Coba pakai 0.1 Lot emas” ← salah besar.
Istilah Lot hanyalah nama, tetapi ukuran kontrak berbeda-beda.
0.1 Lot EUR/USD = 10.000 Euro
0.1 Lot XAUUSD = 10 ons emas
0.1 Lot WTI Crude = 100 barel
Nilai dan risiko berbeda jauh. Menggunakan ukuran Lot yang sama di semua pasar = risiko tak terduga.
Pasar
Aset
1 Standard Lot
Makna
Forex
EUR/USD
100.000 EUR
Kendalikan 100.000 Euro
Komoditas
Emas
100 Troy Oz
Kendalikan 100 ons emas
Komoditas
Minyak
1.000 barel
Kendalikan 1.000 barel minyak
Indeks
S&P 500
1-50 unit
Sesuai kebijakan broker
Saham
PTT
100 saham
Kendalikan 100 saham
Penutup
Lot bukan sekadar angka di kolom Volume. Itu adalah sistem hidup portofolio kamu.
Mulai hari ini, berhenti bertanya “Berapa Lot agar kaya?” dan mulai bertanya “Kalau salah arah kali ini, berapa Lot agar tetap bisa bertahan dan terus bermain?”
Tabel kalkulasi Lot Size kamu bergantung pada tiga variabel: Account Equity, Risk Percentage, dan Stop Loss Distance. Setelah kamu paham ketiganya, kamu tidak akan pernah lagi menebak-nebak Lot.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Lot dalam trading Forex: dari tebakan acak menjadi perencanaan profesional
Masalah yang paling sering terlihat di kalangan trader pemula Forex adalah pemilihan Lot secara “acak”. Ada yang selalu klik kecil 0.01, ada juga yang berani memakai 1.0 Lot karena ingin cepat mendapatkan keuntungan. Hasilnya? Portofolio cepat habis juga. Sebenarnya, pemilihan Lot bukan soal keberuntungan, tetapi sistem manajemen risiko yang ketat.
Mengapa pasar Forex harus ada Lot
Bayangkan pertama kali: di pasar Forex kita membeli dan menjual mata uang yang perubahannya sangat kecil, dalam desimal 4 posisi. Jika kita trading 1 Euro asli dan harga berubah 100 Pips, kita hanya mendapatkan keuntungan $0.01 saja. Ini alasan mengapa “trading seperti itu tidak praktis dilakukan”.
Pasar kemudian menetapkan standar “unit kontrak” untuk menggabungkan kekuatan kecil menjadi satu set besar yang menghasilkan perubahan pendapatan yang signifikan, yaitu Lot.
Perbandingan sederhana: Kamu tidak membeli telur satu per satu di pasar, tetapi harus membeli satu rak. Begitu juga.
Apa itu Lot secara jelas
Lot = satuan pengukuran kontrak trading yang memberi tahu kamu berapa banyak aset yang sedang kamu kendalikan.
Standar internasionalnya adalah: 1 Standard Lot = 100.000 unit mata uang utama (Base Currency)
Poin penting yang sering disalahpahami pemula: Base Currency adalah mata uang pertama dalam pasangan mata uang.
Jika tidak memahami poin ini = salah hitung risiko = portofolio bisa hangus.
4 ukuran Lot yang perlu diketahui
Pasar telah memecah ukuran Lot agar trader dari semua level bisa mengontrol risiko secara detail.
Standard Lot (1.0)
Mini Lot (0.1)
Micro Lot (0.01)
Nano Lot (0.001)
Broker internasional mayoritas memilih Micro Lot (0.01) sebagai ukuran minimum karena ukuran ini memberi sensasi trading nyata (dengan tekanan mental) tapi tidak terlalu berat.
Seberapa besar atau kecil Lot mempengaruhi hasil
Ini inti utama.
Lot adalah pedal gas portofolio. Semakin ditekan keras (gunakan Lot besar), hasilnya akan lebih ekstrem, baik keuntungan maupun kerugian.
Ingat angka ini baik-baik: untuk pasangan mata uang yang USD-nya di belakang (EUR/USD, GBP/USD, dll):
Studi Kasus: Mengapa Overthinking Ukuran Lot
Dua orang punya modal $1.000 sama, trading pasangan yang sama, dengan rencana yang sama (Buy EUR/USD, SL 50 Pips).
Pak A (berani): pilih 1.0 Lot → $10 per Pip
Pak B (hati-hati): pilih 0.01 Lot → $0.10 per Pip
Kalau benar arah (50 Pips naik)
Kalau salah arah $500 50 Pips turun(
Kalau A salah lagi? Portofolio habis. Kalau B salah terus? Masih bisa trading lagi sampai 200 kali.
Ukuran Lot bukan keputusan untuk mendapatkan keuntungan, tetapi keputusan untuk mengelola risiko dan bertahan hidup.
Cara menghitung Lot yang digunakan trader profesional
Ini rumus yang dipakai di seluruh dunia:
Lot Size = )Account Equity × Risk Percentage$5 ÷ (Stop Loss in Pips × Pip Value)
Ini mengubah mindset:
Setelah menentukan batas risiko, rumus ini akan memberi tahu berapa Lot yang harus dipakai.
) Contoh nyata: EUR/USD
Kondisi
Perhitungan
Hasilnya: pakai 0.4 Lot )4 Mini Lots(, kalau SL kena, rugi sesuai rencana 2%.
) Contoh produk: Emas ###XAUUSD(
Kebanyakan lebih kompleks saat trading instrumen lain karena Pip berbeda.
Pahami dulu
Kondisi
Lot di berbagai pasar berbeda
Kesalahan umum: “Saya pakai 0.1 Lot di Forex, bagus. Coba pakai 0.1 Lot emas” ← salah besar.
Istilah Lot hanyalah nama, tetapi ukuran kontrak berbeda-beda.
Nilai dan risiko berbeda jauh. Menggunakan ukuran Lot yang sama di semua pasar = risiko tak terduga.
Penutup
Lot bukan sekadar angka di kolom Volume. Itu adalah sistem hidup portofolio kamu.
Mulai hari ini, berhenti bertanya “Berapa Lot agar kaya?” dan mulai bertanya “Kalau salah arah kali ini, berapa Lot agar tetap bisa bertahan dan terus bermain?”
Tabel kalkulasi Lot Size kamu bergantung pada tiga variabel: Account Equity, Risk Percentage, dan Stop Loss Distance. Setelah kamu paham ketiganya, kamu tidak akan pernah lagi menebak-nebak Lot.