Dalam era pasar saham yang sangat volatil, mencari jalur investasi yang aman dan memberikan hasil yang signifikan menjadi perhatian banyak investor. Tetapi jika Anda masih pemula atau ragu-ragu dari mana harus memulai, ada alat investasi lain yang mungkin cocok dengan situasi Anda, yaitu ETF (Exchange Traded Fund) atau reksa dana yang diperdagangkan di pasar saham yang semakin populer di kalangan investor dari berbagai tingkat.
Mengapa ETF semakin menarik?
Berinvestasi dengan saham etf adalah memilih untuk berinvestasi dalam keranjang aset yang beragam daripada mengambil risiko seluruhnya pada satu saham. Hal ini membantu investor pemula yang belum mahir menganalisis saham tertentu dapat mengakses investasi yang strategis.
Keunggulan memilih ETF sangat menarik, pertama, menggunakan modal yang lebih kecil dibandingkan membeli saham satu per satu; kedua, biaya pengelolaan lebih rendah daripada reksa dana umum; dan ketiga, dapat diperdagangkan dengan mudah seperti saham biasa, yang berarti Anda memiliki fleksibilitas dalam mengelola portofolio investasi Anda.
Apa itu ETF? Memahami dasar-dasarnya
Sebenarnya, ETF adalah alat investasi yang dirancang oleh perusahaan manajemen dana (manajer investasi) dengan mengumpulkan berbagai jenis aset—baik saham, obligasi, emas, maupun komoditas—kemudian dikemas menjadi satu unit investasi yang dapat diperdagangkan di pasar saham selama jam perdagangan dibuka.
Cara menghasilkan keuntungan dari ETF ada dua: pertama adalah Capital Gain atau keuntungan dari selisih harga, ketika harga ETF naik dari saat Anda membelinya; kedua adalah dividen (Dividend) yang dibagikan oleh pengelola kepada investor, jumlahnya tergantung pada jumlah unit investasi yang Anda miliki (setelah dikurangi biaya pengelolaan).
Beragamnya ETF: Pilih sesuai tujuan Anda
Tidak semua ETF sama; ada berbagai jenis yang dirancang untuk memenuhi strategi investasi yang berbeda:
ETF saham berinvestasi langsung dalam saham, mencakup indeks pasar luas hingga industri tertentu.
ETF obligasi fokus pada obligasi pemerintah, obligasi perusahaan, atau sekuritas pendapatan tetap lainnya, memberi investor akses ke aset yang lebih stabil.
ETF komoditas memberikan akses ke emas, perak, minyak, atau produk pertanian tanpa harus memegang fisik secara langsung.
ETF sektor menargetkan industri tertentu seperti keuangan, teknologi, atau pertahanan.
ETF internasional menawarkan peluang di pasar emerging dan ekonomi global.
ETF multi-aset menggabungkan saham, obligasi, dan komoditas dalam satu unit investasi, cocok untuk yang menginginkan keseimbangan.
ETF inverse dan leverage menggunakan strategi tingkat tinggi untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan pasar atau memperbesar hasil (untuk investor berpengalaman).
ETF vs saham vs reksa dana: Perbedaan utama
Agar dapat membuat keputusan yang cerdas, perlu memahami bagaimana ETF berbeda dari saham dan reksa dana.
Struktur: ETF adalah reksa dana yang diperdagangkan di pasar saham seperti saham, memberikan fleksibilitas transaksi secara real-time. Saham menunjukkan kepemilikan di satu perusahaan. Reksa dana menghitung harga berdasarkan nilai aktiva bersih (NAV) per hari terakhir.
Diversifikasi risiko: ETF menawarkan diversifikasi dalam satu keranjang, sedangkan saham secara alami memiliki risiko lebih tinggi karena terkait dengan satu perusahaan. Reksa dana juga menawarkan diversifikasi, tetapi mungkin memiliki efisiensi pajak yang lebih baik.
Fleksibilitas transaksi: ETF dan saham dapat diperdagangkan sepanjang hari perdagangan, sedangkan reksa dana hanya sekali per hari.
Biaya: Umumnya, ETF memiliki rasio biaya terendah, meskipun mungkin ada komisi transaksi. Saham mungkin dikenai komisi dan pajak dividen. Reksa dana biasanya memiliki biaya pengelolaan yang lebih tinggi.
Efisiensi pajak: ETF sering kali lebih efisien dalam mengelola kerugian modal, sedangkan saham dan reksa dana bisa menimbulkan beban pajak lebih tinggi saat distribusi keuntungan.
Siapa yang cocok berinvestasi di ETF?
ETF adalah pilihan ideal untuk dua kelompok utama:
Investor pemula yang belum mahir menganalisis saham tertentu atau membaca laporan keuangan. ETF memungkinkan mereka mengakses pasar tanpa harus menjadi analis data, dengan modal lebih kecil dan diversifikasi risiko yang baik, serta pengelolaan portofolio oleh para profesional.
Investor jangka panjang yang mencari kekayaan berkelanjutan. ETF menawarkan kombinasi pertumbuhan harga dan dividen, serta diversifikasi risiko yang baik, cocok untuk investasi jangka panjang tanpa harus mengikuti berita pasar secara intensif.
Hal yang perlu diketahui sebelum mulai berinvestasi
Sebelum memutuskan berinvestasi di ETF, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan:
ETF tidak memiliki batas minimum kepemilikan, tetapi harganya akan berfluktuasi sesuai pasar dan bisa mengalami kerugian jangka pendek. Namun, secara jangka panjang, umumnya menunjukkan hasil yang memuaskan.
Biaya pengelolaan sudah termasuk dalam harga unit. Masalah yang disebut “Tracking Error” bisa terjadi jika harga ETF tidak sepenuhnya mengikuti indeks acuan karena biaya manajemen. Hasil dari ETF mungkin lebih rendah dari saham individual selama tren pasar naik.
Cara membeli dan menjual ETF
Perdagangan ETF cukup sederhana, mirip dengan saham, dengan dua metode utama:
Metode pertama: melalui aplikasi streaming. Kirimkan perintah beli/jual melalui internet sendiri atau aplikasi ponsel, memungkinkan kontrol langsung.
Metode kedua: melalui petugas. Petugas pemasaran dapat membantu mengirimkan perintah, mengurangi kesalahan, dan memberi saran.
Langkah-langkah membeli melalui streaming:
Daftar di aplikasi menggunakan nomor rekening trading Anda.
Masuk ke tampilan “Realtime”, tekan menu “Watch” lalu cari “Favorite” (Dropdown).
Setelah menekan panah, pilih menu “SET” dan gulir ke bawah cari “.ETFs”.
Pilih Buy/Sell sesuai kebutuhan, isi nama reksa dana, jumlah, harga, dan PIN pribadi.
Investasi ETF untuk masa depan yang lebih baik
Berinvestasi dengan saham etf adalah membangun nilai tambah untuk kekayaan Anda dengan risiko yang terkelola dengan baik. Untuk pemula yang ragu dari mana harus memulai, atau mereka yang ingin diversifikasi risiko dengan biaya lebih hemat, ETF adalah jawaban yang masuk akal. Secara keseluruhan, pilihan antara ETF, saham, dan reksa dana tergantung pada tujuan investasi, kemampuan menerima risiko, dan kebiasaan transaksi Anda. Jangan lupa pelajari karakteristik masing-masing sebelum memutuskan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perjalanan Menuju Investasi yang Cerdas: Mengapa ETF Menjadi Pilihan yang Baik untuk Anda
Dalam era pasar saham yang sangat volatil, mencari jalur investasi yang aman dan memberikan hasil yang signifikan menjadi perhatian banyak investor. Tetapi jika Anda masih pemula atau ragu-ragu dari mana harus memulai, ada alat investasi lain yang mungkin cocok dengan situasi Anda, yaitu ETF (Exchange Traded Fund) atau reksa dana yang diperdagangkan di pasar saham yang semakin populer di kalangan investor dari berbagai tingkat.
Mengapa ETF semakin menarik?
Berinvestasi dengan saham etf adalah memilih untuk berinvestasi dalam keranjang aset yang beragam daripada mengambil risiko seluruhnya pada satu saham. Hal ini membantu investor pemula yang belum mahir menganalisis saham tertentu dapat mengakses investasi yang strategis.
Keunggulan memilih ETF sangat menarik, pertama, menggunakan modal yang lebih kecil dibandingkan membeli saham satu per satu; kedua, biaya pengelolaan lebih rendah daripada reksa dana umum; dan ketiga, dapat diperdagangkan dengan mudah seperti saham biasa, yang berarti Anda memiliki fleksibilitas dalam mengelola portofolio investasi Anda.
Apa itu ETF? Memahami dasar-dasarnya
Sebenarnya, ETF adalah alat investasi yang dirancang oleh perusahaan manajemen dana (manajer investasi) dengan mengumpulkan berbagai jenis aset—baik saham, obligasi, emas, maupun komoditas—kemudian dikemas menjadi satu unit investasi yang dapat diperdagangkan di pasar saham selama jam perdagangan dibuka.
Cara menghasilkan keuntungan dari ETF ada dua: pertama adalah Capital Gain atau keuntungan dari selisih harga, ketika harga ETF naik dari saat Anda membelinya; kedua adalah dividen (Dividend) yang dibagikan oleh pengelola kepada investor, jumlahnya tergantung pada jumlah unit investasi yang Anda miliki (setelah dikurangi biaya pengelolaan).
Beragamnya ETF: Pilih sesuai tujuan Anda
Tidak semua ETF sama; ada berbagai jenis yang dirancang untuk memenuhi strategi investasi yang berbeda:
ETF saham berinvestasi langsung dalam saham, mencakup indeks pasar luas hingga industri tertentu.
ETF obligasi fokus pada obligasi pemerintah, obligasi perusahaan, atau sekuritas pendapatan tetap lainnya, memberi investor akses ke aset yang lebih stabil.
ETF komoditas memberikan akses ke emas, perak, minyak, atau produk pertanian tanpa harus memegang fisik secara langsung.
ETF sektor menargetkan industri tertentu seperti keuangan, teknologi, atau pertahanan.
ETF internasional menawarkan peluang di pasar emerging dan ekonomi global.
ETF multi-aset menggabungkan saham, obligasi, dan komoditas dalam satu unit investasi, cocok untuk yang menginginkan keseimbangan.
ETF inverse dan leverage menggunakan strategi tingkat tinggi untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan pasar atau memperbesar hasil (untuk investor berpengalaman).
ETF vs saham vs reksa dana: Perbedaan utama
Agar dapat membuat keputusan yang cerdas, perlu memahami bagaimana ETF berbeda dari saham dan reksa dana.
Struktur: ETF adalah reksa dana yang diperdagangkan di pasar saham seperti saham, memberikan fleksibilitas transaksi secara real-time. Saham menunjukkan kepemilikan di satu perusahaan. Reksa dana menghitung harga berdasarkan nilai aktiva bersih (NAV) per hari terakhir.
Diversifikasi risiko: ETF menawarkan diversifikasi dalam satu keranjang, sedangkan saham secara alami memiliki risiko lebih tinggi karena terkait dengan satu perusahaan. Reksa dana juga menawarkan diversifikasi, tetapi mungkin memiliki efisiensi pajak yang lebih baik.
Fleksibilitas transaksi: ETF dan saham dapat diperdagangkan sepanjang hari perdagangan, sedangkan reksa dana hanya sekali per hari.
Biaya: Umumnya, ETF memiliki rasio biaya terendah, meskipun mungkin ada komisi transaksi. Saham mungkin dikenai komisi dan pajak dividen. Reksa dana biasanya memiliki biaya pengelolaan yang lebih tinggi.
Efisiensi pajak: ETF sering kali lebih efisien dalam mengelola kerugian modal, sedangkan saham dan reksa dana bisa menimbulkan beban pajak lebih tinggi saat distribusi keuntungan.
Siapa yang cocok berinvestasi di ETF?
ETF adalah pilihan ideal untuk dua kelompok utama:
Investor pemula yang belum mahir menganalisis saham tertentu atau membaca laporan keuangan. ETF memungkinkan mereka mengakses pasar tanpa harus menjadi analis data, dengan modal lebih kecil dan diversifikasi risiko yang baik, serta pengelolaan portofolio oleh para profesional.
Investor jangka panjang yang mencari kekayaan berkelanjutan. ETF menawarkan kombinasi pertumbuhan harga dan dividen, serta diversifikasi risiko yang baik, cocok untuk investasi jangka panjang tanpa harus mengikuti berita pasar secara intensif.
Hal yang perlu diketahui sebelum mulai berinvestasi
Sebelum memutuskan berinvestasi di ETF, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan:
ETF tidak memiliki batas minimum kepemilikan, tetapi harganya akan berfluktuasi sesuai pasar dan bisa mengalami kerugian jangka pendek. Namun, secara jangka panjang, umumnya menunjukkan hasil yang memuaskan.
Biaya pengelolaan sudah termasuk dalam harga unit. Masalah yang disebut “Tracking Error” bisa terjadi jika harga ETF tidak sepenuhnya mengikuti indeks acuan karena biaya manajemen. Hasil dari ETF mungkin lebih rendah dari saham individual selama tren pasar naik.
Cara membeli dan menjual ETF
Perdagangan ETF cukup sederhana, mirip dengan saham, dengan dua metode utama:
Metode pertama: melalui aplikasi streaming. Kirimkan perintah beli/jual melalui internet sendiri atau aplikasi ponsel, memungkinkan kontrol langsung.
Metode kedua: melalui petugas. Petugas pemasaran dapat membantu mengirimkan perintah, mengurangi kesalahan, dan memberi saran.
Langkah-langkah membeli melalui streaming:
Investasi ETF untuk masa depan yang lebih baik
Berinvestasi dengan saham etf adalah membangun nilai tambah untuk kekayaan Anda dengan risiko yang terkelola dengan baik. Untuk pemula yang ragu dari mana harus memulai, atau mereka yang ingin diversifikasi risiko dengan biaya lebih hemat, ETF adalah jawaban yang masuk akal. Secara keseluruhan, pilihan antara ETF, saham, dan reksa dana tergantung pada tujuan investasi, kemampuan menerima risiko, dan kebiasaan transaksi Anda. Jangan lupa pelajari karakteristik masing-masing sebelum memutuskan.