Ketika Anda mencari menempatkan modal Anda dalam obligasi atau surat utang, Anda dihadapkan pada kenyataan yang tidak nyaman: dua obligasi bisa menawarkan kupon tahunan yang sama tetapi tingkat pengembalian yang sepenuhnya berbeda. Apa penyebabnya? Harga saat Anda membelinya. Di sinilah Perhitungan Internal Rate of Return (TIR) berperan, sebuah metrik penting yang sering diabaikan oleh banyak investor.
TIR bukan sekadar angka: ini adalah pengembalian nyata Anda
TIR (Tasa Interna de Retorno) mewakili pengembalian nyata yang akan Anda peroleh dari investasi dalam instrumen pendapatan tetap, diukur dalam persentase. Berbeda dengan kupon yang Anda lihat di iklan, TIR mencakup semua faktor yang mempengaruhi keuntungan Anda: pembayaran berkala yang akan Anda terima dan selisih antara harga beli dan nilai yang akan Anda terima saat jatuh tempo.
Bayangkan dua skenario: membeli obligasi seharga 94,5 euro saat nilai nominalnya 100 euro, dan yang lain dengan harga 107,5 euro. Meskipun keduanya membayar kupon tahunan sebesar 6%, pengembalian akhir Anda akan sangat berbeda. Pada kasus pertama, Anda mendapatkan keuntungan karena obligasi kembali ke nilai nominal 100 euro. Pada kasus kedua, Anda mengalami kerugian karena telah membayar 7,5 euro lebih mahal.
Bagaimana harga dan pengembalian berfungsi dalam obligasi
Setiap obligasi memiliki siklus hidup yang jelas: Anda membelinya, menerima kupon secara berkala (biasanya tahunan, setengah tahunan, atau triwulanan) dan saat jatuh tempo, Anda dikembalikan nilai nominal plus kupon terakhir. Namun, di pasar sekunder, harga selalu berfluktuasi.
Ketika Anda membeli obligasi dengan harga pari, Anda membayar tepat sesuai nilai nominalnya. Jika membelinya di bawah pari, Anda mendapatkan diskon terhadap nominal. Jika di atas pari, Anda membayar premi. Situasi terakhir ini sering diabaikan oleh banyak investor sampai jatuh tempo dan mereka menyadari bahwa mereka kehilangan uang.
TIR adalah alat yang secara tepat menangkap kenyataan ini: menggabungkan kupon yang akan Anda terima dengan keuntungan atau kerugian yang Anda peroleh dari selisih harga.
TIR versus tingkat bunga lainnya: mengklarifikasi kebingungan umum
Mudah untuk bingung antara TIR dan indikator pengembalian lainnya. TIN (Tipo de Interés Nominal) hanyalah persentase yang disepakati tanpa mempertimbangkan biaya tambahan. TAE (Tasa Anual Equivalente), sebaliknya, mencakup biaya dan komisi—itulah sebabnya pinjaman dengan TIN 2% bisa memiliki TAE 3,26%.
Dalam asuransi tabungan, ada Bunga Teknis, yang memasukkan biaya asuransi jiwa terkait produk. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk membandingkan investasi tanpa tertipu sendiri.
Perbandingan praktis: mengapa kupon bisa menipu Anda
Pertimbangkan contoh nyata ini: Anda memiliki obligasi A yang membayar kupon 8% dibandingkan obligasi B yang membayar 5%. Tampaknya jelas memilih A, bukan? Tetapi jika obligasi A diperdagangkan di 105 euro (sangat di atas pari) dan B di 100 euro, TIR mereka menunjukkan cerita yang berbeda:
Obligasi A: kupon 8% tetapi TIR 3,67%
Obligasi B: kupon 5% tetapi TIR 4,22%
Obligasi B sebenarnya lebih menguntungkan. Masalah dengan obligasi A adalah harga berlebih sebesar 5 euro yang mengurangi pengembalian bersih sampai jatuh tempo.
Contoh perhitungan: melihat TIR dalam aksi
Misalkan sebuah obligasi diperdagangkan di 94,5 euro, membayar 6% tahunan, dan jatuh tempo dalam 4 tahun. Dengan menggunakan rumus TIR (yang mendiskontokan semua arus kas masa depan), kita mendapatkan TIR sebesar 7,62%.
Sekarang, ambil obligasi yang sama tetapi diperdagangkan di 107,5 euro. TIR turun menjadi 3,93%. Perbedaannya sangat besar: harga berlebih awal ini mengurangi pengembalian lebih dari 3 poin persentase.
Faktor yang mempengaruhi TIR: apa yang harus Anda waspadai
Tiga elemen utama menentukan TIR sebuah obligasi, dan memahaminya memungkinkan Anda mengira-ngira pengembalian tanpa perlu perhitungan rumit:
Kupon: Semakin besar kupon, semakin tinggi TIR. Semakin kecil kupon, semakin rendah TIR. Ini tampak jelas, tetapi ingat bahwa kupon hanyalah bagian dari persamaan.
Harga pembelian: Ini adalah faktor utama. Harga yang rendah menggandakan pengembalian Anda, sementara harga yang tinggi menguranginya. Kembali ke nilai nominal adalah hal yang tak terelakkan, jadi membeli dengan harga murah adalah strategi yang menguntungkan.
Karakteristik khusus: Beberapa obligasi (konversibel, terkait inflasi, dll.) memiliki variabel tambahan yang mempengaruhi TIR. Sebagai contoh, obligasi konversibel bisa melihat pengembalian mereka berubah sesuai perkembangan saham dasar.
Peringatan terakhir: pengembalian versus risiko kredit
Di sinilah bahaya sebenarnya. TIR menunjukkan pengembalian teoretis, tetapi tidak melindungi Anda dari risiko gagal bayar penerbit. Selama krisis Yunani, obligasi Yunani 10 tahun diperdagangkan dengan TIR lebih dari 19%—angka yang tidak masuk akal yang mencerminkan risiko eksistensial.
Jika penerbit gagal, obligasi tidak bernilai apa-apa tanpa memandang berapa besar TIR yang dihitung. Oleh karena itu, menggunakan TIR sebagai satu-satunya panduan sangat berbahaya. Anda harus selalu memeriksa kualitas kredit di balik angka: siapa yang menerbitkan obligasi? Kemampuan bayar mereka seperti apa? Apa kata agen penilai kredit?
TIR adalah alat terkuat Anda untuk membandingkan pengembalian nyata dalam instrumen pendapatan tetap, tetapi gunakan bersama analisis risiko kredit. Hanya dengan cara ini Anda akan membuat keputusan investasi yang benar-benar terinformasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa IRR adalah kompas Anda dalam investasi pendapatan tetap?
Ketika Anda mencari menempatkan modal Anda dalam obligasi atau surat utang, Anda dihadapkan pada kenyataan yang tidak nyaman: dua obligasi bisa menawarkan kupon tahunan yang sama tetapi tingkat pengembalian yang sepenuhnya berbeda. Apa penyebabnya? Harga saat Anda membelinya. Di sinilah Perhitungan Internal Rate of Return (TIR) berperan, sebuah metrik penting yang sering diabaikan oleh banyak investor.
TIR bukan sekadar angka: ini adalah pengembalian nyata Anda
TIR (Tasa Interna de Retorno) mewakili pengembalian nyata yang akan Anda peroleh dari investasi dalam instrumen pendapatan tetap, diukur dalam persentase. Berbeda dengan kupon yang Anda lihat di iklan, TIR mencakup semua faktor yang mempengaruhi keuntungan Anda: pembayaran berkala yang akan Anda terima dan selisih antara harga beli dan nilai yang akan Anda terima saat jatuh tempo.
Bayangkan dua skenario: membeli obligasi seharga 94,5 euro saat nilai nominalnya 100 euro, dan yang lain dengan harga 107,5 euro. Meskipun keduanya membayar kupon tahunan sebesar 6%, pengembalian akhir Anda akan sangat berbeda. Pada kasus pertama, Anda mendapatkan keuntungan karena obligasi kembali ke nilai nominal 100 euro. Pada kasus kedua, Anda mengalami kerugian karena telah membayar 7,5 euro lebih mahal.
Bagaimana harga dan pengembalian berfungsi dalam obligasi
Setiap obligasi memiliki siklus hidup yang jelas: Anda membelinya, menerima kupon secara berkala (biasanya tahunan, setengah tahunan, atau triwulanan) dan saat jatuh tempo, Anda dikembalikan nilai nominal plus kupon terakhir. Namun, di pasar sekunder, harga selalu berfluktuasi.
Ketika Anda membeli obligasi dengan harga pari, Anda membayar tepat sesuai nilai nominalnya. Jika membelinya di bawah pari, Anda mendapatkan diskon terhadap nominal. Jika di atas pari, Anda membayar premi. Situasi terakhir ini sering diabaikan oleh banyak investor sampai jatuh tempo dan mereka menyadari bahwa mereka kehilangan uang.
TIR adalah alat yang secara tepat menangkap kenyataan ini: menggabungkan kupon yang akan Anda terima dengan keuntungan atau kerugian yang Anda peroleh dari selisih harga.
TIR versus tingkat bunga lainnya: mengklarifikasi kebingungan umum
Mudah untuk bingung antara TIR dan indikator pengembalian lainnya. TIN (Tipo de Interés Nominal) hanyalah persentase yang disepakati tanpa mempertimbangkan biaya tambahan. TAE (Tasa Anual Equivalente), sebaliknya, mencakup biaya dan komisi—itulah sebabnya pinjaman dengan TIN 2% bisa memiliki TAE 3,26%.
Dalam asuransi tabungan, ada Bunga Teknis, yang memasukkan biaya asuransi jiwa terkait produk. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk membandingkan investasi tanpa tertipu sendiri.
Perbandingan praktis: mengapa kupon bisa menipu Anda
Pertimbangkan contoh nyata ini: Anda memiliki obligasi A yang membayar kupon 8% dibandingkan obligasi B yang membayar 5%. Tampaknya jelas memilih A, bukan? Tetapi jika obligasi A diperdagangkan di 105 euro (sangat di atas pari) dan B di 100 euro, TIR mereka menunjukkan cerita yang berbeda:
Obligasi B sebenarnya lebih menguntungkan. Masalah dengan obligasi A adalah harga berlebih sebesar 5 euro yang mengurangi pengembalian bersih sampai jatuh tempo.
Contoh perhitungan: melihat TIR dalam aksi
Misalkan sebuah obligasi diperdagangkan di 94,5 euro, membayar 6% tahunan, dan jatuh tempo dalam 4 tahun. Dengan menggunakan rumus TIR (yang mendiskontokan semua arus kas masa depan), kita mendapatkan TIR sebesar 7,62%.
Sekarang, ambil obligasi yang sama tetapi diperdagangkan di 107,5 euro. TIR turun menjadi 3,93%. Perbedaannya sangat besar: harga berlebih awal ini mengurangi pengembalian lebih dari 3 poin persentase.
Faktor yang mempengaruhi TIR: apa yang harus Anda waspadai
Tiga elemen utama menentukan TIR sebuah obligasi, dan memahaminya memungkinkan Anda mengira-ngira pengembalian tanpa perlu perhitungan rumit:
Kupon: Semakin besar kupon, semakin tinggi TIR. Semakin kecil kupon, semakin rendah TIR. Ini tampak jelas, tetapi ingat bahwa kupon hanyalah bagian dari persamaan.
Harga pembelian: Ini adalah faktor utama. Harga yang rendah menggandakan pengembalian Anda, sementara harga yang tinggi menguranginya. Kembali ke nilai nominal adalah hal yang tak terelakkan, jadi membeli dengan harga murah adalah strategi yang menguntungkan.
Karakteristik khusus: Beberapa obligasi (konversibel, terkait inflasi, dll.) memiliki variabel tambahan yang mempengaruhi TIR. Sebagai contoh, obligasi konversibel bisa melihat pengembalian mereka berubah sesuai perkembangan saham dasar.
Peringatan terakhir: pengembalian versus risiko kredit
Di sinilah bahaya sebenarnya. TIR menunjukkan pengembalian teoretis, tetapi tidak melindungi Anda dari risiko gagal bayar penerbit. Selama krisis Yunani, obligasi Yunani 10 tahun diperdagangkan dengan TIR lebih dari 19%—angka yang tidak masuk akal yang mencerminkan risiko eksistensial.
Jika penerbit gagal, obligasi tidak bernilai apa-apa tanpa memandang berapa besar TIR yang dihitung. Oleh karena itu, menggunakan TIR sebagai satu-satunya panduan sangat berbahaya. Anda harus selalu memeriksa kualitas kredit di balik angka: siapa yang menerbitkan obligasi? Kemampuan bayar mereka seperti apa? Apa kata agen penilai kredit?
TIR adalah alat terkuat Anda untuk membandingkan pengembalian nyata dalam instrumen pendapatan tetap, tetapi gunakan bersama analisis risiko kredit. Hanya dengan cara ini Anda akan membuat keputusan investasi yang benar-benar terinformasi.