Trader yang sering terjebak dalam pola beli tinggi jual rendah dan terjebak dalam kerugian, benar-benar harus meluangkan waktu untuk mempelajari analisis teknikal secara menyeluruh.
Bukan untuk memprediksi pasar, tetapi untuk membantu Anda membangun 「Market Sense」. Pertama, melihat ke mana arah besar pasar — naik, turun, atau dalam kisaran sideways; kedua, memahami tahap emosi saat ini — serakah, takut, atau bingung; ketiga, melalui berbagai indikator mengamati pertarungan dana secara real-time — siapa yang menambah posisi, siapa yang mengurangi posisi.
Dengan menguasai ini, setiap keputusan trading Anda akan berubah dari yang blind menjadi berbasis data.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
22 Suka
Hadiah
22
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GasFeeBarbecue
· 01-09 17:24
Benar sekali, tetapi kebanyakan orang sama sekali tidak bisa tenang untuk belajar, mereka semua ingin cepat mendapatkan uang
Lihat AsliBalas0
rekt_but_vibing
· 01-07 23:52
Kata-kata terdengar bagus, tetapi saat pasar bergejolak, tetap mudah terbawa suasana
Lihat AsliBalas0
BugBountyHunter
· 01-07 08:02
Benar sekali, tetapi sejujurnya kebanyakan orang belajar juga sia-sia, ketika suasana hati terganggu semua indikator hanyalah hiasan
Belajar analisis teknikal yang paling sulit sebenarnya bukan mempelajari indikator, tetapi belajar mengendalikan diri agar tidak menebak dasar
Teori ini terdengar sempurna, tetapi saat beraksi secara nyata, emosi langsung muncul dan semua lupa, siapa yang bisa melihat dengan jelas dalam permainan dana
Kalau tidak pernah terjebak berkali-kali, siapa yang mau serius memantau pasar
Lihat AsliBalas0
GasFeeTherapist
· 01-06 17:59
Jujur saja, saat membaca artikel seperti ini yang menyarankan orang belajar analisis teknikal, saya cuma ingin tertawa. Kebanyakan orang belajar tapi tetap saja gagal, tetap akan dihajar pada pukul 3.
---
Kesadaran pasar? Kedengarannya keren, tapi sebenarnya cuma soal menebak probabilitas yang benar, jangan anggap keberuntungan sebagai keahlian.
---
Benar, daripada mempelajari indikator untuk bertaruh, lebih baik belajar menghentikan kerugian. Ini yang lebih menyelamatkan.
---
Setelah memahami ini, tetap saja akan terjebak, jadi masalahnya sebenarnya bukan di teknikalnya, tapi di manusia.
---
Setiap kali saya merasa sudah menguasai arah, kondisi pasar langsung memberi saya tamparan. Begitulah adanya.
---
Orang yang suka ikut tren naik dan jual saat turun sebenarnya tidak kekurangan tutorial analisis teknikal, yang kurang adalah kemampuan mengendalikan keinginan.
Lihat AsliBalas0
RugpullTherapist
· 01-06 17:46
Benar sekali, saya dulu adalah tipe orang yang suka ikut-ikutan beli saat harga naik dan jual saat harga turun, selalu merugi besar
Analisis teknikal sebenarnya hanya melatih feeling, tidak ada jalan pintas
Membabi buta menghamburkan uang apa gunanya, lebih baik banyak melihat sejarah garis K
Lihat AsliBalas0
WalletInspector
· 01-06 17:45
Benar sekali, tetapi sebenarnya tidak banyak yang bisa bertahan. Kebanyakan masih terikat oleh emosi, tidak peduli berapa banyak indikator yang ada.
Lihat AsliBalas0
Rugman_Walking
· 01-06 17:34
Pada akhirnya, tetap harus melihat feeling pasar, analisis teknikal hanyalah alat untuk melatih feeling pasar
Trader yang sering terjebak dalam pola beli tinggi jual rendah dan terjebak dalam kerugian, benar-benar harus meluangkan waktu untuk mempelajari analisis teknikal secara menyeluruh.
Bukan untuk memprediksi pasar, tetapi untuk membantu Anda membangun 「Market Sense」. Pertama, melihat ke mana arah besar pasar — naik, turun, atau dalam kisaran sideways; kedua, memahami tahap emosi saat ini — serakah, takut, atau bingung; ketiga, melalui berbagai indikator mengamati pertarungan dana secara real-time — siapa yang menambah posisi, siapa yang mengurangi posisi.
Dengan menguasai ini, setiap keputusan trading Anda akan berubah dari yang blind menjadi berbasis data.