Bank of Japan menaikkan suku bunga secara berkala ke level tertinggi dalam 30 tahun, tetapi yen secara tak terduga melemah ke level 157

Bank of Japan (BoJ) hari ini sesuai jadwal meningkatkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 0,75%, mencatat rekor tertinggi dalam tiga puluh tahun terakhir. Namun, reaksi pasar justru di luar dugaan—nilai yen tidak menguat karena kabar baik, malah sempat mencatat pelemahan saat sesi perdagangan Eropa, pasangan mata uang USD/JPY melonjak 0,85%, menyentuh level sekitar 156,90, dan sempat mendekati level 157,00.

Sinyal hawkish Bank Sentral Tidak Sesuai Ekspektasi Pasar

Gubernur Bank of Japan Ueda Kazuo menegaskan kembali dalam konferensi pers bahwa jika data ekonomi dan tren harga tetap sesuai harapan dan menunjukkan perbaikan berkelanjutan, bank sentral akan melanjutkan proses kenaikan suku bunga. Pernyataan ini seharusnya mendukung yen, tetapi pasar meragukan kemampuan eksekusi nyata dari kebijakan tersebut.

Pertanyaan utama adalah—kapan dan seberapa besar bank sentral akan melanjutkan kenaikan suku bunga hingga 2026, dan panduan resmi belum diberikan secara jelas. Ketidakjelasan prospek kebijakan ini justru memperkuat sikap menunggu para investor, sehingga yen mengalami tekanan berat. Sebaliknya, meskipun ekspektasi dovish dari Federal Reserve terkait rapat Januari sedikit mereda, dolar AS tetap menunjukkan kekuatan kenaikan yang berkelanjutan.

Perbandingan Multi-Mata Uang: Yen Mengalami Tekanan Total

Berikut adalah snapshot real-time performa utama mata uang:

Pasangan Mata Uang Dolar Euro Poundsterling Yen Dolar Kanada Dolar Australia Dolar Selandia Baru Franc Swiss
Dolar - +0.10% +0.04% +0.82% +0.07% +0.08% +0.42% +0.18%
Yen -0.82% -0.72% -0.78% - -0.72% -0.73% -0.40% -0.63%
Dolar Kanada -0.07% +0.03% -0.03% +0.72% - 0.00% +0.33% +0.10%

Yen menjadi mata uang utama dengan performa terburuk, menunjukkan depresiasi terhadap dolar, euro, dan dolar Kanada secara searah. Dari sudut pandang instruksi CAD, dolar Kanada relatif stabil terhadap dolar AS, menunjukkan kestabilan pasar Nord Amerika yang cukup kuat, berbeda dengan fluktuasi besar yen.

Indeks Dolar Menggapai Level Tertinggi Mingguan, Sentimen Short Yen Sangat Kuat

Berdasarkan kutipan terbaru, indeks dolar AS (DXY) yang mengikuti nilai dolar terhadap enam mata uang utama mendekati 98,65, mencatat level tertinggi baru dalam minggu ini. Meski data inflasi November di AS menunjukkan penurunan, ekspektasi pasar terhadap perubahan kebijakan Federal Reserve tetap berhati-hati, yang mendukung posisi dolar yang kuat.

Sebaliknya, tekanan jual terhadap yen berasal dari beberapa faktor: kurangnya panduan kenaikan suku bunga dari bank sentral, logika arbitrase yang sulit digoyahkan oleh kebijakan suku bunga rendah jangka panjang, dan rebound aset risiko global yang menekan posisi arbitrase yen. Dalam kondisi ini, hampir menjadi konsensus bahwa USD/JPY akan menembus level 157.

Para pelaku pasar umumnya berpendapat bahwa Bank of Japan perlu memberikan jalur kenaikan suku bunga yang lebih konkret agar benar-benar mengubah tren depresiasi yen. Jika tidak, di tengah kekuatan dolar dan likuiditas global yang longgar, yen akan tetap menghadapi tekanan depresiasi jangka panjang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)