Ketika membahas investasi apa yang baik, banyak orang cenderung fokus pada pengembalian tinggi hingga lupa mempertimbangkan risiko yang menyertainya. Poin kunci adalah Anda harus tahu bagaimana setiap bentuk investasi memiliki karakteristik risiko yang berbeda, sehingga Anda dapat memilih sesuai dengan kemampuan dan tujuan Anda sendiri dengan bijak.
Risiko Investasi Ada Berapa Jenis
Investor perlu memahami berbagai risiko untuk dapat mengelola portofolio investasi dengan baik. Mari kita lihat jenis-jenis risiko yang memengaruhi investasi Anda.
Risiko Pasar
Berbagai faktor di pasar keuangan yang memengaruhi kinerja keseluruhan aset, termasuk:
Volatilitas Harga Saham: Kondisi ekonomi, sentimen pasar, dan kinerja perusahaan dapat menyebabkan harga naik atau turun dengan cepat
Risiko Suku Bunga: Perubahan suku bunga mempengaruhi nilai instrumen utang seperti obligasi
Risiko Nilai Tukar: Fluktuasi nilai mata uang asing berdampak pada investasi internasional
Risiko Komoditas: Perubahan harga minyak, emas, atau produk pertanian sesuai penawaran-permintaan
Risiko Likuiditas
Ketika tidak dapat memperdagangkan investasi dengan cepat, mungkin dipaksa menjual pada harga lebih rendah dari yang diharapkan. Aset seperti real estat atau jenis obligasi tertentu sering menghadapi masalah ini karena pasar tidak cukup padat.
Risiko Konsentrasi Modal
Ketika portofolio investasi memiliki bobot terlalu berat pada satu jenis aset, risiko akan meningkat. Solusinya adalah mendiversifikasi investasi di berbagai sekuritas, sektor, dan wilayah. Dengan menyeimbangkan ini, portofolio dapat beroperasi lebih stabil saat pasar terjatuh.
Risiko Kredit
Risiko bahwa penerbit obligasi tidak akan mampu membayar utang tepat waktu. Obligasi pemerintah dalam mata uang negara itu dianggap memiliki risiko lebih rendah, tetapi obligasi perusahaan memiliki risiko yang bervariasi tergantung pada kesehatan keuangan perusahaan.
Risiko Reinvestasi
Ketika obligasi jatuh tempo atau ditarik kembali lebih awal, mungkin tidak dapat berinvestasi pada tingkat pengembalian yang sama. Ini mengakibatkan pendapatan keseluruhan berkurang.
Risiko Inflasi
Daya beli pengembalian riil akan berkurang saat inflasi meningkat. Instrumen utang dengan suku bunga tetap berisiko terhadap masalah ini.
Risiko Perubahan Jangka Waktu
Peristiwa dalam hidup, seperti kesulitan keuangan, kecelakaan, atau kebutuhan uang, mungkin memaksa Anda menjual investasi sebelum periode yang direncanakan. Seringkali ini terjadi selama pasar turun.
Risiko Longevity
Kekhawatiran bahwa tabungan akan habis sebelum pensiun, terutama saat harapan hidup meningkat. Merencanakan agar pendapatan tahunan mencakup periode pasca-pensiun sangat penting.
Risiko Investasi Internasional
Berinvestasi di pasar asing memiliki risiko dari nilai tukar, ketidakstabilan politik, dan perbedaan siklus ekonomi.
Teknik Manajemen Risiko Sebelum Memilih Aset
Karena setiap investasi membawa risiko, hal penting adalah memiliki strategi untuk menjaga risiko dalam tingkat yang dapat diterima.
Hindari Risiko yang Melebihi Kemampuan - Pemula harus menghindari investasi berisiko tinggi sampai memiliki pemahaman yang cukup. Belajar secara mendalam terlebih dahulu sangat diperlukan.
Pilih Jumlah Investasi yang Tepat - Meskipun ada banyak aset untuk dipilih, jangan berinvestasi dalam semua hal sesuai keinginan. Analisis risiko terlebih dahulu dan mulai dengan jumlah kecil.
Ubah Bentuk Investasi - Jika investasi saat ini tidak memberikan hasil baik, mungkin perlu beralih ke aset lain yang memiliki prospek lebih baik.
Belajar Secara Mendalam - Ada banyak informasi di internet. Manfaatkan itu untuk membuat keputusan yang terinformasi.
Investasi dengan Risiko Rendah Cocok untuk Pemula
Jika Anda baru memulai, pilih investasi yang lebih stabil.
Obligasi Pemerintah
Merupakan pilihan paling aman, didukung oleh pemerintah, membayar bunga secara konsisten setiap 3 bulan, dan membantu melindungi dari volatilitas pasar selama kontraksi ekonomi.
Dana Pasar Uang dan Obligasi Jangka Pendek
Cocok untuk mereka yang menginginkan pengembalian lebih tinggi dari deposito tetapi tidak siap menghadapi risiko besar, atau mereka yang membutuhkan likuiditas untuk keadaan darurat.
Saham Blue Chip
Perusahaan besar yang mapan dengan riwayat keuntungan konsisten, membayar dividen berkelanjutan, dan operasi yang stabil. Perusahaan seperti Apple, Microsoft, dan Johnson & Johnson memiliki volatilitas lebih rendah daripada saham kecil.
Investasi Berisiko Tinggi - Harus Berhati-hati
Di sisi lain, aset-aset ini memiliki potensi pengembalian, tetapi risikonya tinggi juga.
Mata Uang Digital
Sangat bergejolak, kadang-kadang berubah dalam hitungan jam karena sentimen pasar, berita, dan pengumuman dari badan pengawas.
Kontrak untuk Perbedaan (CFD)
Dapat memberikan keuntungan besar, tetapi menggunakan margin, yang berarti leverage dapat memperbesar keuntungan dan kerugian. Risiko mitra juga merupakan masalah karena CFD adalah transaksi di luar pasar (OTC).
Opsi dan Futures
Instrumen derivatif yang memungkinkan perdagangan aset pada harga yang ditentukan, memiliki leverage tinggi dan risiko besar bagi pemula.
Perdagangan Forex
Pasar yang besar dan likuid, tetapi volatilitasnya tinggi. Trader sering menggunakan margin, sehingga dapat menguntungkan atau merugi dalam jumlah besar juga. Volatilitas dipengaruhi oleh indikator ekonomi, peristiwa politik, dan kebijakan bank sentral.
Kesimpulan
Memutuskan investasi apa yang baikharus dimulai dengan menilai toleransi risiko Anda sendiri. Mereka yang baru memulai atau tidak ingin ambil risiko harus memilih investasi denganrisiko rendah seperti obligasi pemerintah, dana pasar uang, dan saham blue chip. Sementara mereka yang berpengalaman dan siap menghadapi risiko dapat mencoba mata uang digital, CFD, futures, atau forex. Yang penting adalah belajar secara mendalam, mengelola risiko, dan berinvestasi sesuai rencana yang jelas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sebelum memulai investasi, harus memahami risiko dengan jelas!
Ketika membahas investasi apa yang baik, banyak orang cenderung fokus pada pengembalian tinggi hingga lupa mempertimbangkan risiko yang menyertainya. Poin kunci adalah Anda harus tahu bagaimana setiap bentuk investasi memiliki karakteristik risiko yang berbeda, sehingga Anda dapat memilih sesuai dengan kemampuan dan tujuan Anda sendiri dengan bijak.
Risiko Investasi Ada Berapa Jenis
Investor perlu memahami berbagai risiko untuk dapat mengelola portofolio investasi dengan baik. Mari kita lihat jenis-jenis risiko yang memengaruhi investasi Anda.
Risiko Pasar
Berbagai faktor di pasar keuangan yang memengaruhi kinerja keseluruhan aset, termasuk:
Risiko Likuiditas
Ketika tidak dapat memperdagangkan investasi dengan cepat, mungkin dipaksa menjual pada harga lebih rendah dari yang diharapkan. Aset seperti real estat atau jenis obligasi tertentu sering menghadapi masalah ini karena pasar tidak cukup padat.
Risiko Konsentrasi Modal
Ketika portofolio investasi memiliki bobot terlalu berat pada satu jenis aset, risiko akan meningkat. Solusinya adalah mendiversifikasi investasi di berbagai sekuritas, sektor, dan wilayah. Dengan menyeimbangkan ini, portofolio dapat beroperasi lebih stabil saat pasar terjatuh.
Risiko Kredit
Risiko bahwa penerbit obligasi tidak akan mampu membayar utang tepat waktu. Obligasi pemerintah dalam mata uang negara itu dianggap memiliki risiko lebih rendah, tetapi obligasi perusahaan memiliki risiko yang bervariasi tergantung pada kesehatan keuangan perusahaan.
Risiko Reinvestasi
Ketika obligasi jatuh tempo atau ditarik kembali lebih awal, mungkin tidak dapat berinvestasi pada tingkat pengembalian yang sama. Ini mengakibatkan pendapatan keseluruhan berkurang.
Risiko Inflasi
Daya beli pengembalian riil akan berkurang saat inflasi meningkat. Instrumen utang dengan suku bunga tetap berisiko terhadap masalah ini.
Risiko Perubahan Jangka Waktu
Peristiwa dalam hidup, seperti kesulitan keuangan, kecelakaan, atau kebutuhan uang, mungkin memaksa Anda menjual investasi sebelum periode yang direncanakan. Seringkali ini terjadi selama pasar turun.
Risiko Longevity
Kekhawatiran bahwa tabungan akan habis sebelum pensiun, terutama saat harapan hidup meningkat. Merencanakan agar pendapatan tahunan mencakup periode pasca-pensiun sangat penting.
Risiko Investasi Internasional
Berinvestasi di pasar asing memiliki risiko dari nilai tukar, ketidakstabilan politik, dan perbedaan siklus ekonomi.
Teknik Manajemen Risiko Sebelum Memilih Aset
Karena setiap investasi membawa risiko, hal penting adalah memiliki strategi untuk menjaga risiko dalam tingkat yang dapat diterima.
Hindari Risiko yang Melebihi Kemampuan - Pemula harus menghindari investasi berisiko tinggi sampai memiliki pemahaman yang cukup. Belajar secara mendalam terlebih dahulu sangat diperlukan.
Pilih Jumlah Investasi yang Tepat - Meskipun ada banyak aset untuk dipilih, jangan berinvestasi dalam semua hal sesuai keinginan. Analisis risiko terlebih dahulu dan mulai dengan jumlah kecil.
Ubah Bentuk Investasi - Jika investasi saat ini tidak memberikan hasil baik, mungkin perlu beralih ke aset lain yang memiliki prospek lebih baik.
Belajar Secara Mendalam - Ada banyak informasi di internet. Manfaatkan itu untuk membuat keputusan yang terinformasi.
Investasi dengan Risiko Rendah Cocok untuk Pemula
Jika Anda baru memulai, pilih investasi yang lebih stabil.
Obligasi Pemerintah
Merupakan pilihan paling aman, didukung oleh pemerintah, membayar bunga secara konsisten setiap 3 bulan, dan membantu melindungi dari volatilitas pasar selama kontraksi ekonomi.
Dana Pasar Uang dan Obligasi Jangka Pendek
Cocok untuk mereka yang menginginkan pengembalian lebih tinggi dari deposito tetapi tidak siap menghadapi risiko besar, atau mereka yang membutuhkan likuiditas untuk keadaan darurat.
Saham Blue Chip
Perusahaan besar yang mapan dengan riwayat keuntungan konsisten, membayar dividen berkelanjutan, dan operasi yang stabil. Perusahaan seperti Apple, Microsoft, dan Johnson & Johnson memiliki volatilitas lebih rendah daripada saham kecil.
Investasi Berisiko Tinggi - Harus Berhati-hati
Di sisi lain, aset-aset ini memiliki potensi pengembalian, tetapi risikonya tinggi juga.
Mata Uang Digital
Sangat bergejolak, kadang-kadang berubah dalam hitungan jam karena sentimen pasar, berita, dan pengumuman dari badan pengawas.
Kontrak untuk Perbedaan (CFD)
Dapat memberikan keuntungan besar, tetapi menggunakan margin, yang berarti leverage dapat memperbesar keuntungan dan kerugian. Risiko mitra juga merupakan masalah karena CFD adalah transaksi di luar pasar (OTC).
Opsi dan Futures
Instrumen derivatif yang memungkinkan perdagangan aset pada harga yang ditentukan, memiliki leverage tinggi dan risiko besar bagi pemula.
Perdagangan Forex
Pasar yang besar dan likuid, tetapi volatilitasnya tinggi. Trader sering menggunakan margin, sehingga dapat menguntungkan atau merugi dalam jumlah besar juga. Volatilitas dipengaruhi oleh indikator ekonomi, peristiwa politik, dan kebijakan bank sentral.
Kesimpulan
Memutuskan investasi apa yang baikharus dimulai dengan menilai toleransi risiko Anda sendiri. Mereka yang baru memulai atau tidak ingin ambil risiko harus memilih investasi denganrisiko rendah seperti obligasi pemerintah, dana pasar uang, dan saham blue chip. Sementara mereka yang berpengalaman dan siap menghadapi risiko dapat mencoba mata uang digital, CFD, futures, atau forex. Yang penting adalah belajar secara mendalam, mengelola risiko, dan berinvestasi sesuai rencana yang jelas.