Internasionalisasi Renminbi mempercepat? Goldman Sachs memprediksi nilai tukar dolar AS terhadap Renminbi akan menyentuh 7 dalam tahun ini, dan naik menjadi 6.85 tahun depan
Nilai tukar mendekati dasar, internasionalisasi Renminbi menjadi fokus kebijakan
Beberapa bulan terakhir, pergerakan Renminbi terhadap dolar AS menjadi pusat perhatian pasar. Pandangan terbaru Goldman Sachs memberikan ekspektasi yang jelas: sebelum akhir tahun, nilai tukar dolar AS terhadap Renminbi akan mencapai posisi psikologis kunci 1:7, dan akan meningkat lebih jauh menjadi 1:6.85 pada tahun 2026. Prediksi ini mencerminkan tekad kuat otoritas China untuk mendorong internasionalisasi Renminbi.
Data mengungkap logika mendalam di balik perubahan nilai tukar
Dari data konkret, tren penguatan ini cukup solid. Indeks nilai tukar Renminbi CFETS mencapai rekor tertinggi tahun ini (98.22) pada bulan November, sementara dolar AS terhadap Renminbi onshore (USD/CNY) dan offshore (USD/CNH) keduanya menembus di bawah 7.08, menyentuh level terendah lebih dari satu tahun. Performa pasar ini bukanlah kebetulan.
Bank Sentral China secara harian menyesuaikan kurs tengah yang terus mengarah ke atas, sementara bank-bank milik negara sering kali masuk ke pasar dolar AS untuk melakukan operasi penyeimbangan, kedua kekuatan ini secara bersama-sama mendorong penguatan stabil Renminbi. Kiyong Seong, Kepala Strategi Makro Asia di Société Générale, berpendapat bahwa di tengah meningkatnya volatilitas pasar global, kekuatan dan stabilitas yang ditunjukkan Renminbi adalah bukti paling kuat dari proses internasionalisasi.
Dua faktor utama di balik penguatan
Dua faktor utama yang mendukung penurunan nilai tukar dolar AS terhadap Renminbi adalah. Pertama, pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve yang terus berlangsung, yang mengurangi daya tarik aset berbasis dolar. Kedua, dari segi strategi, China berkeinginan menggunakan performa stabil Renminbi untuk membangun kepercayaan internasional. Kelvin Lam, ekonom senior di Pantheon Macroeconomics, menyatakan bahwa pendekatan ini memiliki makna strategis yang mirip dengan krisis keuangan Asia tahun 1998—ketika Renminbi menolak untuk melemah, dan akhirnya menetapkan posisi mata uang jangkar regional.
Kemajuan internasionalisasi nyata terlihat
Hasil dari internasionalisasi Renminbi mulai terlihat dari data. Survei terbaru dari Bank for International Settlements menunjukkan bahwa volume transaksi harian dolar AS terhadap Renminbi telah meningkat hampir 60% menjadi 7.810 miliar dolar AS, mewakili lebih dari 8% dari total volume transaksi valuta asing harian global. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin banyak peserta internasional yang bersedia melakukan transaksi selama fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap Renminbi.
Jika dibandingkan dengan sejarah, perubahan ini memiliki makna penting: selama perang dagang 2018, nilai tukar Renminbi melemah sekitar 5%, sementara hingga 2025, telah menguat hampir 3%. Pembalikan arah ini sendiri sudah menjadi cerita tersendiri.
Pelajaran untuk pasar
Analis Goldman Sachs menunjukkan bahwa, mengingat dukungan otoritas terhadap tren penguatan Renminbi, internasionalisasi Renminbi telah menjadi fokus kebijakan utama dalam beberapa tahun ke depan, dan percepatan proses ini diperkirakan akan meningkat secara signifikan. Penurunan nilai tukar dolar AS terhadap Renminbi adalah manifestasi paling langsung dari tren besar ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Internasionalisasi Renminbi mempercepat? Goldman Sachs memprediksi nilai tukar dolar AS terhadap Renminbi akan menyentuh 7 dalam tahun ini, dan naik menjadi 6.85 tahun depan
Nilai tukar mendekati dasar, internasionalisasi Renminbi menjadi fokus kebijakan
Beberapa bulan terakhir, pergerakan Renminbi terhadap dolar AS menjadi pusat perhatian pasar. Pandangan terbaru Goldman Sachs memberikan ekspektasi yang jelas: sebelum akhir tahun, nilai tukar dolar AS terhadap Renminbi akan mencapai posisi psikologis kunci 1:7, dan akan meningkat lebih jauh menjadi 1:6.85 pada tahun 2026. Prediksi ini mencerminkan tekad kuat otoritas China untuk mendorong internasionalisasi Renminbi.
Data mengungkap logika mendalam di balik perubahan nilai tukar
Dari data konkret, tren penguatan ini cukup solid. Indeks nilai tukar Renminbi CFETS mencapai rekor tertinggi tahun ini (98.22) pada bulan November, sementara dolar AS terhadap Renminbi onshore (USD/CNY) dan offshore (USD/CNH) keduanya menembus di bawah 7.08, menyentuh level terendah lebih dari satu tahun. Performa pasar ini bukanlah kebetulan.
Bank Sentral China secara harian menyesuaikan kurs tengah yang terus mengarah ke atas, sementara bank-bank milik negara sering kali masuk ke pasar dolar AS untuk melakukan operasi penyeimbangan, kedua kekuatan ini secara bersama-sama mendorong penguatan stabil Renminbi. Kiyong Seong, Kepala Strategi Makro Asia di Société Générale, berpendapat bahwa di tengah meningkatnya volatilitas pasar global, kekuatan dan stabilitas yang ditunjukkan Renminbi adalah bukti paling kuat dari proses internasionalisasi.
Dua faktor utama di balik penguatan
Dua faktor utama yang mendukung penurunan nilai tukar dolar AS terhadap Renminbi adalah. Pertama, pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve yang terus berlangsung, yang mengurangi daya tarik aset berbasis dolar. Kedua, dari segi strategi, China berkeinginan menggunakan performa stabil Renminbi untuk membangun kepercayaan internasional. Kelvin Lam, ekonom senior di Pantheon Macroeconomics, menyatakan bahwa pendekatan ini memiliki makna strategis yang mirip dengan krisis keuangan Asia tahun 1998—ketika Renminbi menolak untuk melemah, dan akhirnya menetapkan posisi mata uang jangkar regional.
Kemajuan internasionalisasi nyata terlihat
Hasil dari internasionalisasi Renminbi mulai terlihat dari data. Survei terbaru dari Bank for International Settlements menunjukkan bahwa volume transaksi harian dolar AS terhadap Renminbi telah meningkat hampir 60% menjadi 7.810 miliar dolar AS, mewakili lebih dari 8% dari total volume transaksi valuta asing harian global. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin banyak peserta internasional yang bersedia melakukan transaksi selama fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap Renminbi.
Jika dibandingkan dengan sejarah, perubahan ini memiliki makna penting: selama perang dagang 2018, nilai tukar Renminbi melemah sekitar 5%, sementara hingga 2025, telah menguat hampir 3%. Pembalikan arah ini sendiri sudah menjadi cerita tersendiri.
Pelajaran untuk pasar
Analis Goldman Sachs menunjukkan bahwa, mengingat dukungan otoritas terhadap tren penguatan Renminbi, internasionalisasi Renminbi telah menjadi fokus kebijakan utama dalam beberapa tahun ke depan, dan percepatan proses ini diperkirakan akan meningkat secara signifikan. Penurunan nilai tukar dolar AS terhadap Renminbi adalah manifestasi paling langsung dari tren besar ini.