Pasar Asia Melonjak ke Titik Tertinggi di Asia karena Spekulasi Pemotongan Suku Bunga Fed; Crypto Bergabung dalam Rally

Tinjauan Pasar: Sentimen Risiko-Dominan Menguasai

Sesi perdagangan hari Kamis menggambarkan gambaran bullish di seluruh pasar Asia-Pasifik, dengan saham naik didukung oleh ekspektasi yang menguat terhadap pemotongan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember. Indeks MSCI Asia-Pasifik (ex-Japan) melonjak 0,27%, sementara Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan menunjukkan performa yang lebih kuat, masing-masing naik lebih dari 1%. Tren kenaikan ini menandai titik tertinggi dalam minggu perdagangan Asia sebagai investor beralih ke aset risiko di tengah sinyal kebijakan moneter yang bergeser.

Dolar melemah secara signifikan selama sesi, dengan indeks dolar diperdagangkan mendekati 99.523 setelah penurunan 0,28% pada hari sebelumnya. Euro mencapai level terkuatnya dalam lebih dari seminggu di angka 1.16045, sementara pound sterling naik ke $1.3247—puncak satu bulan setelah pengumuman anggaran Inggris yang meredakan kekhawatiran fiskal.

Bitcoin Melejit: Pasar Kripto Menatap Momentum Baru

Pasar cryptocurrency menunjukkan partisipasi yang kuat, dengan Bitcoin mengembalikan posisi di atas $90.000 dan mencatat kenaikan hampir 3% pada hari Kamis. Pergerakan ini menempatkan aset digital untuk memutus streak kerugian selama empat minggu, menandakan kepercayaan investor yang diperbarui dalam perdagangan risiko-tinggi. Bersamaan dengan pemulihan Bitcoin, seluruh kompleks kripto tampaknya siap untuk potensi breakout, terutama jika pasar saham mempertahankan tren bullish mereka hingga Desember.

Mengapa Narasi Pemotongan Suku Bunga Fed Penting

Lonjakan ekspektasi pemotongan suku bunga telah menjadi pendorong utama sentimen pasar saat ini. Data CME FedWatch mengungkapkan bahwa trader kini memperkirakan probabilitas 85% untuk pemotongan suku bunga Fed bulan depan—pergeseran dramatis dari hanya 30% yang tercatat tujuh hari sebelumnya. Repricing ini mencerminkan komentar terbaru dari Presiden Fed San Francisco Mary Daly dan Gubernur Fed Christopher Waller, keduanya menunjukkan keterbukaan terhadap pelonggaran moneter.

Katalis utama di balik pergeseran ini berasal dari data pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan. Klaim pengangguran baru turun ke level terendah dalam tujuh bulan, namun angka utama menunjukkan kerentanan mendasar yang dapat memerlukan kebijakan akomodatif meskipun inflasi tetap di atas target. Tingkat inflasi breakeven pasar sekitar 2,25% menunjukkan bahwa trader memandang jalur inflasi dapat dikelola, memungkinkan ruang untuk pemotongan suku bunga tanpa memicu tekanan harga baru.

Pasar Modal Asia Menavigasi Pola Kebijakan yang Bertentangan

Sementara Fed cenderung dovish, otoritas moneter Jepang menghadapi tekanan yang berlawanan. Bank of Japan dilaporkan sedang mempersiapkan kemungkinan kenaikan suku bunga mulai bulan depan, sebuah langkah yang bertujuan menstabilkan yen setelah depresiasi hampir 10% sejak Oktober. Yen menyentuh angka 156,16 per dolar saat trader mengawasi sinyal intervensi resmi.

Sektor properti China tetap menjadi fokus perhatian. Pengembang yang didukung negara, China Vanke, sedang mencari persetujuan obligasi dari pemegang obligasi untuk menunda pembayaran kembali obligasi sebesar 2 miliar yuan ($282,6 juta)—menandai permintaan perpanjangan pertama perusahaan dan memicu kekhawatiran baru tentang keberlanjutan utang di sektor tersebut.

Persiapan untuk Keputusan Penting Bulan Desember

Minggu yang dipersingkat karena libur Thanksgiving di Amerika Utara (penutupan Thanksgiving) telah mempersempit volume perdagangan, namun keyakinan tampaknya kuat terkait keputusan Fed bulan Desember yang akan datang. Dikombinasikan dengan potensi pengetatan kebijakan BoJ dan kekhawatiran properti China yang sedang berlangsung, pasar menghadapi latar belakang yang kompleks di mana divergensi kebijakan regional dapat menciptakan peluang bagi trader yang cerdas. Pemulihan Bitcoin dan kekuatan saham menunjukkan bahwa investor lebih memilih taruhan yang sensitif terhadap pertumbuhan dengan harapan pelonggaran kondisi moneter AS—menjadikan periode ini sebagai titik tertinggi dalam psikologi pasar jangka pendek Asia.

Harga emas tetap stabil di $4.164,81 per ounce, mencerminkan latar belakang yang seimbang di mana permintaan safe-haven tradisional tetap terukur terhadap selera risiko.

BTC0,09%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)