Bank of Japan akan mengumumkan keputusan suku bunga yang sangat dinantikan pada hari Jumat, 19 Desember 2025, dengan pengumuman dijadwalkan antara pukul 03:30 dan 05:00 GMT. Setelah keputusan tersebut, Gubernur Kazuo Ueda akan mengadakan konferensi pers pukul 06:30 GMT untuk memberikan wawasan lebih lanjut. Peserta pasar secara luas memperkirakan BoJ akan menaikkan suku bunga menjadi 0,75% dari 0,50% saat ini, menandai langkah pengetatan signifikan pertama dalam beberapa dekade dan menandakan kepercayaan bank sentral terhadap trajektori ekonomi Jepang.
Penyesuaian suku bunga ini lebih dari sekadar perubahan kebijakan—ini mencerminkan penilaian BoJ bahwa pertumbuhan upah yang berkelanjutan dan dinamika inflasi mendukung pergeseran dari kerangka moneter yang sangat longgar. Sikap moneter yang lebih kuat biasanya memperkuat Yen Jepang, yang memiliki implikasi untuk pasangan mata uang seperti USD/JPY. Untuk konteks, tingkat konversi 100 dolar ke yen kemungkinan akan mengalami tekanan naik di sisi yen jika kenaikan suku bunga terwujud sesuai harapan.
Mengapa Kebijakan BoJ Penting untuk Pasar Mata Uang?
Bank of Japan, sebagai otoritas moneter pusat Jepang, memegang dua tanggung jawab utama: mengelola pasokan uang negara dan menjaga stabilitas harga di sekitar target inflasi 2%. Setelah bertahun-tahun kebijakan stimulus yang dimulai pada 2013, BoJ secara bertahap mengubah arah mulai Maret 2024. Evolusi ini dari pelonggaran kuantitatif ke normalisasi bertahap secara langsung mempengaruhi perilaku mata uang terhadap pasangan utama.
Ketika BoJ mengadopsi sikap hawkish dengan menaikkan suku bunga, biasanya hal ini memperkuat daya tarik Yen Jepang. Sebaliknya, tindakan dovish—menjaga suku bunga tetap atau menurunkannya—umumnya memberi tekanan pada kinerja JPY. Keputusan suku bunga saat ini termasuk dalam kategori hawkish, menunjukkan momentum bullish untuk Yen terhadap Dolar.
Analisis Teknis USD/JPY: Level Apa yang Perlu Diperhatikan?
Pasangan USD/JPY saat ini diperdagangkan dengan kelemahan karena investor mencerna data Indeks Harga Konsumen AS yang lebih lemah dari perkiraan. Jika BoJ melaksanakan kenaikan suku bunga yang diantisipasi, kekuatan JPY dapat mendorong pasangan ini lebih rendah, menantang zona support utama:
Level Resistance (if USD/JPY bergerak lebih tinggi):
Zona 155,95-156,00 (puncak 18 Desember dan penghalang psikologis)
156,96 (puncak 9 Desember)
157,60 (puncak 21 November)
Level Support (if USD/JPY menurun):
155,28 (paling rendah 18 Desember) — dasar langsung
154,51 (paling rendah 17 Desember)
152,82 (paling rendah 7 November) — target kelemahan lanjutan
Jalur untuk USD/JPY sangat bergantung pada apakah BoJ akan melaksanakan kenaikan suku bunga yang diharapkan dan nada komentar yang disampaikan Gubernur Ueda.
Latar Belakang Perkembangan Kebijakan BoJ
Memahami latar belakang keputusan hari Jumat ini menjelaskan mengapa langkah suku bunga ini memiliki arti penting. Setelah menerapkan suku bunga mendekati nol dan kontrol kurva hasil sejak 2016, kerangka ultra-longgar BoJ berkontribusi terhadap melemahnya yen selama beberapa tahun, terutama selama 2022-2023 ketika bank sentral lain secara agresif mengetatkan kebijakan. Kenaikan biaya impor energi yang terus-menerus disertai inflasi yang tetap tinggi akhirnya mendorong BoJ untuk mengubah arah.
Gabungan dari perkiraan kenaikan upah dan inflasi yang tetap di atas target 2% telah memberikan justifikasi untuk normalisasi kebijakan. Ini menandai momen penting dalam pengelolaan moneter Jepang dan memiliki relevansi langsung terhadap nilai tukar USD/JPY serta pasar mata uang secara umum.
Rincian Keputusan Suku Bunga yang Diharapkan
Keputusan BoJ datang setelah kalender rapat tahunan selama delapan tahun. Ekspektasi konsensus berada di 0,75%, naik dari pengaturan sebelumnya 0,50%. Peserta pasar memandang langkah ini sebagai konfirmasi bahwa fondasi ekonomi Jepang—terutama dinamika upah—memerlukan pergeseran dari kerangka kebijakan yang bergantung pada stimulus.
Apakah USD/JPY akhirnya menguat atau melemah akan bergantung tidak hanya pada keputusan suku bunga itu sendiri, tetapi juga pada panduan ke depan dan proyeksi ekonomi yang dibagikan selama konferensi pers.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana Kenaikan Suku Bunga Mendatang Bank of Japan Akan Membentuk Pergerakan USD/JPY?
Memahami Garis Waktu Keputusan BoJ dan Dampaknya
Bank of Japan akan mengumumkan keputusan suku bunga yang sangat dinantikan pada hari Jumat, 19 Desember 2025, dengan pengumuman dijadwalkan antara pukul 03:30 dan 05:00 GMT. Setelah keputusan tersebut, Gubernur Kazuo Ueda akan mengadakan konferensi pers pukul 06:30 GMT untuk memberikan wawasan lebih lanjut. Peserta pasar secara luas memperkirakan BoJ akan menaikkan suku bunga menjadi 0,75% dari 0,50% saat ini, menandai langkah pengetatan signifikan pertama dalam beberapa dekade dan menandakan kepercayaan bank sentral terhadap trajektori ekonomi Jepang.
Penyesuaian suku bunga ini lebih dari sekadar perubahan kebijakan—ini mencerminkan penilaian BoJ bahwa pertumbuhan upah yang berkelanjutan dan dinamika inflasi mendukung pergeseran dari kerangka moneter yang sangat longgar. Sikap moneter yang lebih kuat biasanya memperkuat Yen Jepang, yang memiliki implikasi untuk pasangan mata uang seperti USD/JPY. Untuk konteks, tingkat konversi 100 dolar ke yen kemungkinan akan mengalami tekanan naik di sisi yen jika kenaikan suku bunga terwujud sesuai harapan.
Mengapa Kebijakan BoJ Penting untuk Pasar Mata Uang?
Bank of Japan, sebagai otoritas moneter pusat Jepang, memegang dua tanggung jawab utama: mengelola pasokan uang negara dan menjaga stabilitas harga di sekitar target inflasi 2%. Setelah bertahun-tahun kebijakan stimulus yang dimulai pada 2013, BoJ secara bertahap mengubah arah mulai Maret 2024. Evolusi ini dari pelonggaran kuantitatif ke normalisasi bertahap secara langsung mempengaruhi perilaku mata uang terhadap pasangan utama.
Ketika BoJ mengadopsi sikap hawkish dengan menaikkan suku bunga, biasanya hal ini memperkuat daya tarik Yen Jepang. Sebaliknya, tindakan dovish—menjaga suku bunga tetap atau menurunkannya—umumnya memberi tekanan pada kinerja JPY. Keputusan suku bunga saat ini termasuk dalam kategori hawkish, menunjukkan momentum bullish untuk Yen terhadap Dolar.
Analisis Teknis USD/JPY: Level Apa yang Perlu Diperhatikan?
Pasangan USD/JPY saat ini diperdagangkan dengan kelemahan karena investor mencerna data Indeks Harga Konsumen AS yang lebih lemah dari perkiraan. Jika BoJ melaksanakan kenaikan suku bunga yang diantisipasi, kekuatan JPY dapat mendorong pasangan ini lebih rendah, menantang zona support utama:
Level Resistance (if USD/JPY bergerak lebih tinggi):
Level Support (if USD/JPY menurun):
Jalur untuk USD/JPY sangat bergantung pada apakah BoJ akan melaksanakan kenaikan suku bunga yang diharapkan dan nada komentar yang disampaikan Gubernur Ueda.
Latar Belakang Perkembangan Kebijakan BoJ
Memahami latar belakang keputusan hari Jumat ini menjelaskan mengapa langkah suku bunga ini memiliki arti penting. Setelah menerapkan suku bunga mendekati nol dan kontrol kurva hasil sejak 2016, kerangka ultra-longgar BoJ berkontribusi terhadap melemahnya yen selama beberapa tahun, terutama selama 2022-2023 ketika bank sentral lain secara agresif mengetatkan kebijakan. Kenaikan biaya impor energi yang terus-menerus disertai inflasi yang tetap tinggi akhirnya mendorong BoJ untuk mengubah arah.
Gabungan dari perkiraan kenaikan upah dan inflasi yang tetap di atas target 2% telah memberikan justifikasi untuk normalisasi kebijakan. Ini menandai momen penting dalam pengelolaan moneter Jepang dan memiliki relevansi langsung terhadap nilai tukar USD/JPY serta pasar mata uang secara umum.
Rincian Keputusan Suku Bunga yang Diharapkan
Keputusan BoJ datang setelah kalender rapat tahunan selama delapan tahun. Ekspektasi konsensus berada di 0,75%, naik dari pengaturan sebelumnya 0,50%. Peserta pasar memandang langkah ini sebagai konfirmasi bahwa fondasi ekonomi Jepang—terutama dinamika upah—memerlukan pergeseran dari kerangka kebijakan yang bergantung pada stimulus.
Apakah USD/JPY akhirnya menguat atau melemah akan bergantung tidak hanya pada keputusan suku bunga itu sendiri, tetapi juga pada panduan ke depan dan proyeksi ekonomi yang dibagikan selama konferensi pers.