Sejak pertengahan Oktober, kinerja saham terkait tanah jarang menunjukkan performa yang cerah. Di pasar saham AS, American Resources (AREC) melonjak 36,75% dalam satu hari, Critical Metals (CRML) naik sebesar 28,74%, Energy Fuels (UUUU) juga menguat lebih dari 10%. Yang lebih menarik perhatian adalah bahwa kenaikan ini bukan sekadar fenomena sesaat—sejak awal Oktober hingga saat ini, CRML telah mengalami kenaikan kumulatif hingga 382%, AREC naik 126%, dan UUUU meningkat 71%.
Peningkatan Pengendalian Tanah Jarang di Tiongkok Memicu Penilaian Ulang Rantai Pasok Global
Kunci dari kenaikan ini terletak pada aspek kebijakan. Tiongkok pada 9 Oktober mengumumkan peningkatan pengendalian ekspor tanah jarang, selain melanjutkan pembatasan ekspor tujuh jenis logam tanah jarang sejak April, juga menambahkan lima jenis logam tanah jarang ke dalam cakupan pengendalian. Langkah ini menegaskan pentingnya tanah jarang sebagai sumber daya strategis—produksi tanah jarang Tiongkok menyumbang hampir 70% dari seluruh dunia, sementara ketergantungan Amerika Serikat terhadap impor tanah jarang dari Tiongkok tetap tinggi.
Justin Lin, analis investasi dari Global X Management yang berbasis di Sydney, menyatakan, “Langkah ini secara tegas menunjukkan bahwa Tiongkok dapat memanfaatkan posisi unggul tanah jarang untuk mempengaruhi pasar, dan kemungkinan akan terus menggunakan alat ini di masa depan.” Ketegangan geopolitik yang meningkat juga kembali memicu kewaspadaan investor terhadap risiko rantai pasok.
Intervensi Pemerintah AS, Perkuat Strategi Keamanan Ekonomi
Menghadapi pembatasan pasokan dari Tiongkok, pemerintah AS mengambil langkah aktif. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah secara bertahap mengakuisisi saham di perusahaan tambang tanah jarang MP Materials dan perusahaan pertambangan Trilogy Metals, serta sedang menilai investasi di Critical Metals. Sejalan dengan itu, ada komitmen dari JPMorgan Chase—bank ini mengumumkan akan menginvestasikan 1,5 triliun dolar selama sepuluh tahun untuk mendukung penguatan keamanan dan ketahanan ekonomi AS, termasuk di bidang sumber daya penting seperti tanah jarang. Dukungan kebijakan dan intervensi modal ini semakin mempercepat momentum kenaikan saham terkait tanah jarang.
Permintaan Jangka Panjang Mendukung, Kekurangan Pasokan Menjadi Kebiasaan
Melihat ke depan, Macquarie Bank memperkirakan bahwa perkembangan industri robot dan kendaraan listrik akan terus memperbesar permintaan tanah jarang. Seiring dengan penyempitan pasokan dari Tiongkok, pasar tanah jarang diperkirakan akan berada dalam kondisi kekurangan pasokan dalam jangka panjang. Jefferies tetap optimis, mempertahankan rekomendasi beli untuk perusahaan terkemuka tanah jarang MP Materials (MP), mencerminkan pandangan positif industri terhadap performa saham terkait tanah jarang di masa mendatang.
Kenaikan siklus saham terkait tanah jarang tidak hanya mencerminkan efek kebijakan jangka pendek, tetapi juga menunjukkan peningkatan perhatian global terhadap keamanan rantai pasok dan kemandirian sumber daya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan pasar tanah jarang? Risiko geopolitik mendorong valuasi saham konsep
Sejak pertengahan Oktober, kinerja saham terkait tanah jarang menunjukkan performa yang cerah. Di pasar saham AS, American Resources (AREC) melonjak 36,75% dalam satu hari, Critical Metals (CRML) naik sebesar 28,74%, Energy Fuels (UUUU) juga menguat lebih dari 10%. Yang lebih menarik perhatian adalah bahwa kenaikan ini bukan sekadar fenomena sesaat—sejak awal Oktober hingga saat ini, CRML telah mengalami kenaikan kumulatif hingga 382%, AREC naik 126%, dan UUUU meningkat 71%.
Peningkatan Pengendalian Tanah Jarang di Tiongkok Memicu Penilaian Ulang Rantai Pasok Global
Kunci dari kenaikan ini terletak pada aspek kebijakan. Tiongkok pada 9 Oktober mengumumkan peningkatan pengendalian ekspor tanah jarang, selain melanjutkan pembatasan ekspor tujuh jenis logam tanah jarang sejak April, juga menambahkan lima jenis logam tanah jarang ke dalam cakupan pengendalian. Langkah ini menegaskan pentingnya tanah jarang sebagai sumber daya strategis—produksi tanah jarang Tiongkok menyumbang hampir 70% dari seluruh dunia, sementara ketergantungan Amerika Serikat terhadap impor tanah jarang dari Tiongkok tetap tinggi.
Justin Lin, analis investasi dari Global X Management yang berbasis di Sydney, menyatakan, “Langkah ini secara tegas menunjukkan bahwa Tiongkok dapat memanfaatkan posisi unggul tanah jarang untuk mempengaruhi pasar, dan kemungkinan akan terus menggunakan alat ini di masa depan.” Ketegangan geopolitik yang meningkat juga kembali memicu kewaspadaan investor terhadap risiko rantai pasok.
Intervensi Pemerintah AS, Perkuat Strategi Keamanan Ekonomi
Menghadapi pembatasan pasokan dari Tiongkok, pemerintah AS mengambil langkah aktif. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah secara bertahap mengakuisisi saham di perusahaan tambang tanah jarang MP Materials dan perusahaan pertambangan Trilogy Metals, serta sedang menilai investasi di Critical Metals. Sejalan dengan itu, ada komitmen dari JPMorgan Chase—bank ini mengumumkan akan menginvestasikan 1,5 triliun dolar selama sepuluh tahun untuk mendukung penguatan keamanan dan ketahanan ekonomi AS, termasuk di bidang sumber daya penting seperti tanah jarang. Dukungan kebijakan dan intervensi modal ini semakin mempercepat momentum kenaikan saham terkait tanah jarang.
Permintaan Jangka Panjang Mendukung, Kekurangan Pasokan Menjadi Kebiasaan
Melihat ke depan, Macquarie Bank memperkirakan bahwa perkembangan industri robot dan kendaraan listrik akan terus memperbesar permintaan tanah jarang. Seiring dengan penyempitan pasokan dari Tiongkok, pasar tanah jarang diperkirakan akan berada dalam kondisi kekurangan pasokan dalam jangka panjang. Jefferies tetap optimis, mempertahankan rekomendasi beli untuk perusahaan terkemuka tanah jarang MP Materials (MP), mencerminkan pandangan positif industri terhadap performa saham terkait tanah jarang di masa mendatang.
Kenaikan siklus saham terkait tanah jarang tidak hanya mencerminkan efek kebijakan jangka pendek, tetapi juga menunjukkan peningkatan perhatian global terhadap keamanan rantai pasok dan kemandirian sumber daya.