Pemahaman lengkap tentang data non-pertanian AS: Panduan pengaruh pasar yang wajib diketahui investor

Mengapa Data Non-Farm Employment Menggerakkan Pasar Keuangan Global?

Ingin meraih peluang di pasar keuangan, pertama-tama harus memahami indikator kunci—data non-farm employment. Laporan ‘Employment Situation Data Report’ yang dirilis setiap bulan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS ini telah menjadi indikator utama yang diikuti oleh investor global. Mengapa? Karena secara langsung mencerminkan kesehatan ekonomi AS, dan ketika ekonomi AS bergerak, pasar global pun ikut bergoyang.

Ketika data non-farm employment menunjukkan performa yang kuat, pasar saham AS berpotensi naik, dolar AS menguat, bahkan harga kripto pun bisa terdampak. Sebaliknya, jika data tidak sesuai ekspektasi, kepercayaan investor akan terguncang, dan aliran dana pun berubah. Inilah mengapa banyak trader mempersiapkan diri sebelum data non-farm dirilis.

Apa Itu Non-Farm Employment dan Indikator Terkait?

Data non-farm employment sebenarnya terbagi menjadi dua tingkat indikator yang perlu dipahami oleh investor.

Non-Farm Payrolls (NFP resmi) adalah data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS, mencakup jumlah pekerjaan non-pertanian, tingkat pekerjaan, dan tingkat pengangguran. Laporan ini mencakup kondisi pekerjaan di sektor swasta maupun pemerintah, sehingga sangat otoritatif. Dirilis setiap hari Jumat pertama bulan tersebut, pukul 8:30 pagi waktu Timur AS (DST) atau 9:30 pagi (WST), sekitar pukul 20:30 atau 21:30 waktu Taipei.

Small Non-Farm (Data ADP swasta) berasal dari lembaga riset ADP, yang secara khusus mengukur kondisi pekerjaan non-farm di sektor swasta di seluruh AS. Data ini dikumpulkan dari sekitar 5 juta perusahaan AS dengan sekitar 35 juta catatan pekerja swasta. Meskipun bukan data resmi, karena otoritas ADP, laporan ini berperan penting sebagai indikator awal sebelum rilis data NFP. Biasanya dirilis setiap hari Rabu pertama bulan tersebut, pukul 8:00 atau 9:00 pagi waktu Timur AS, sekitar pukul 20:00 atau 21:00 waktu Taipei.

Bagaimana Membaca Data Non-Farm dengan Benar?

Setelah mendapatkan laporan non-farm employment, investor sering kali kebanjiran angka-angka. Sebenarnya, ada beberapa aspek utama yang harus diperhatikan secara tepat.

Tingkat pengangguran adalah indikator utama, tetapi harus diingat bahwa indikator ini memiliki lag time. Tingkat pengangguran mencerminkan kondisi ekonomi saat ini, tetapi tidak selalu menunjukkan tren masa depan, sehingga perlu dikombinasikan dengan indikator makro lain seperti CPI dan lainnya.

Yang paling penting adalah perubahan dan tren jumlah tenaga kerja. Penciptaan lapangan kerja non-pertanian menyumbang lebih dari 80% output ekonomi AS, sehingga fluktuasi data ini langsung mempengaruhi momentum ekonomi. Ketika jumlah tenaga kerja meningkat dan tingkat pengangguran turun, menandakan ekonomi sedang ekspansi, daya beli meningkat, dan dolar cenderung menguat. Biasanya, periode ini juga diikuti penguatan mata uang.

Sebaliknya, jika jumlah tenaga kerja berkurang dan tingkat pengangguran naik, menandakan pertumbuhan ekonomi melambat, perusahaan melakukan pengurangan, dan permintaan konsumsi melemah. Data semacam ini sering dianggap sebagai sinyal peringatan resesi, dan akan memberi tekanan negatif pada dolar, emas, dan harga minyak.

Para ahli menyarankan untuk memperhatikan tren pertumbuhan rata-rata selama 12 bulan, bukan hanya angka bulan tunggal. Data bulanan bisa sangat fluktuatif, tetapi jika kita melihat tren selama setahun terakhir, kita bisa menilai apakah ekonomi benar-benar pulih atau hanya rebound jangka pendek.

Dampak Data Non-Farm terhadap Berbagai Jenis Aset

Pasar Saham: Indikator Kepercayaan

Ketika data non-farm lebih baik dari perkiraan, suasana pasar langsung menjadi optimis. Investor percaya laba perusahaan akan meningkat, daya beli konsumen membaik, dan mereka lebih cenderung membeli saham. Harga saham biasanya akan naik dalam waktu singkat setelah rilis data.

Namun, jika data di bawah ekspektasi, pasar akan langsung berbalik. Investor mulai khawatir ekonomi akan melambat, dan harga saham pun turun. Respon ini sangat cepat, bahkan dalam hitungan menit bisa menentukan arah pergerakan harian.

Pasar Valuta Asing: Penggerak Utama Pergerakan Dolar

Data non-farm paling berpengaruh langsung terhadap dolar AS. Data yang kuat akan menarik dana internasional untuk memegang dolar, mendorong penguatan dolar. Pada saat yang sama, Federal Reserve cenderung mempertahankan atau menaikkan suku bunga, yang semakin mendukung penguatan dolar.

Sebaliknya, data yang lemah akan melemahkan permintaan terhadap dolar, dan investor mungkin beralih ke mata uang lain sebagai safe haven, menyebabkan dolar melemah. Trader forex sering kali mengatur strategi berdasarkan data non-farm.

Indeks Pasar: Panduan Pergerakan Indeks Utama

Respon indeks saham terhadap data non-farm biasanya sangat tajam. Data yang kuat akan mendorong kenaikan indeks komponen, memberi dorongan pada indeks utama. Data yang lemah akan memicu perilaku menghindari risiko, dan indeks bisa turun tajam.

Pasar Kripto: Pengaruh Tidak Langsung tapi Signifikan

Meskipun data non-farm tidak langsung mempengaruhi kripto, efek tidak langsung ini tidak bisa diabaikan. Ketika data lebih baik dari perkiraan, kepercayaan terhadap aset keuangan tradisional meningkat, dan investor cenderung mengurangi alokasi ke aset berisiko tinggi seperti kripto. Sebaliknya, jika data mengecewakan, sebagian investor akan melihat kripto sebagai tempat penyimpanan nilai dan alat apresiasi, sehingga aliran dana ke pasar kripto bisa meningkat.

Bagaimana The Fed Menggunakan Data Non-Farm untuk Membuat Kebijakan?

Dalam menetapkan kebijakan suku bunga, data non-farm adalah salah satu acuan utama. Jika data menunjukkan ekonomi yang kuat, The Fed cenderung menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Keputusan ini kemudian mempengaruhi arus modal global.

Bagaimana Investor Harus Menanggapi?

Memahami data non-farm hanyalah langkah awal, yang penting adalah bagaimana mengaplikasikannya. Berikut beberapa saran yang patut dipertimbangkan:

Pengambilan keputusan secara komprehensif, bukan impulsif. Data non-farm penting, tetapi bukan satu-satunya acuan. Investor juga harus menggabungkan analisis teknikal, indikator ekonomi lain, dan faktor geopolitik dalam pengambilan keputusan.

Perhatikan selisih antara perkiraan dan realisasi. Respon pasar biasanya bukan hanya dari angka data itu sendiri, melainkan dari seberapa besar perbedaan antara ekspektasi dan kenyataan. Deviansi kecil mungkin tidak memicu volatilitas besar.

Rancang rencana antisipasi sebelumnya. Sebelum data dirilis, buat rencana untuk berbagai skenario agar tidak terkejut oleh fluktuasi mendadak.

Data non-farm employment sebagai indikator utama analisis makroekonomi adalah keterampilan penting yang harus dimiliki setiap investor. Dengan memahami cara membacanya secara benar, investor dapat lebih banyak meraih peluang di tengah volatilitas pasar.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)