Penilaian saham sebenarnya sangat sederhana: logika di balik rasio harga terhadap laba harus kamu pahami

Mengenai investasi saham, rasio Price-to-Earning (PE) mungkin adalah indikator yang paling sering disebutkan. Investor sering mendengar penilaian seperti “Saham ini PE-nya hanya 13 kali, sangat murah” atau “Saham itu PE-nya 30 kali, terlalu mahal.” Tapi apakah PE benar-benar sesederhana itu? Hari ini kita akan membahas indikator yang tampaknya rumit ini secara lebih detail.

Apa sebenarnya yang diukur oleh PE?

PE, juga disebut Price-to-Earning Ratio, singkatan dari PE atau PER (Price-to-Earning Ratio). Secara sederhana, ini menjawab pertanyaan: Dengan harga saham saat ini, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kembali modal investasi melalui laba perusahaan?

Dari sudut pandang lain, semakin rendah PE, berarti harga saham relatif murah; semakin tinggi PE, menandakan pasar bersedia membayar premi lebih tinggi untuk saham tersebut—biasanya karena investor optimis terhadap prospek pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Sebagai contoh, PE TSMC (2330.TW) pernah berkisar sekitar 13, yang berarti jika berdasarkan laba saat itu, investor membutuhkan waktu 13 tahun untuk mengembalikan modal awal.

Bagaimana cara menghitung PE? Dua metode pilihan

Metode paling umum adalah: Harga saham ÷ Laba per saham (EPS)

Misalnya, untuk TSMC, jika harga sahamnya 520 NT$, dan EPS tahun 2022 adalah 39.2 NT$, maka PE = 520 ÷ 39.2 ≈ 13.3 kali.

Metode lain adalah membagi nilai pasar perusahaan dengan laba bersihnya, prinsipnya sama, hanya dimensinya berbeda.

Berapa banyak jenis PE? Mana yang harus dipilih?

Di sini sering membingungkan. Berdasarkan periode data EPS yang digunakan, PE dapat dibagi menjadi tiga jenis:

PE statis — Menggunakan EPS dari satu tahun lalu. Keunggulannya data sudah pasti, tetapi tidak mencerminkan kondisi terbaru perusahaan.

PE bergulir (TTM) — Menggunakan EPS dari empat kuartal terakhir yang dijumlahkan. Indikator ini berada di antara “masa lalu” dan “sekarang,” mampu merefleksikan kondisi perusahaan secara lebih cepat. Misalnya, jika laporan kuartal Q1 baru dirilis, PE bergulir akan memasukkan data kuartal terbaru dan mengeluarkan data dari satu tahun lalu.

PE dinamis — Menggunakan perkiraan EPS untuk satu tahun ke depan yang dibuat oleh analis. Terdengar futuristik, tetapi karena prediksi berbeda-beda antar lembaga, akurasinya sering mengecewakan.

Ketiga jenis ini memiliki kegunaan masing-masing, tetapi mayoritas investor mengandalkan PE statis dan bergulir untuk pengambilan keputusan.

Kapan PE dianggap “wajar”?

Ini adalah pertanyaan paling sulit dijawab karena tidak ada standar mutlak. Ada dua metode umum:

Bandingkan dengan perusahaan sejenis — Membandingkan A dengan B dan C di industri yang sama. Tapi ada jebakan: PE sangat berbeda antar industri. Misalnya, data 2023 menunjukkan bahwa rata-rata PE industri otomotif di Taiwan bisa mencapai 98, sementara industri pelayaran hanya 1.8. Jadi, harus membandingkan perusahaan dengan perusahaan yang sejenis.

Bandingkan dengan sejarah — Membandingkan PE saat ini dengan performa saham dalam lima atau sepuluh tahun terakhir. Jika PE saat ini berada di posisi tengah-tengah sejarah, tidak terlalu tinggi maupun rendah, biasanya menandakan harga relatif seimbang.

Bagaimana menggunakan grafik aliran PE?

Ini adalah alat visualisasi yang praktis. Prinsipnya sederhana: Harga saham = EPS × PE.

Di grafik biasanya digambar 5 sampai 6 garis yang mewakili harga saham pada berbagai tingkat PE. Garis paling atas dihitung dari PE tertinggi dalam sejarah, dan garis paling bawah dari PE terendah. Posisi harga saham saat ini di grafik secara visual menunjukkan apakah saham overvalued atau undervalued.

Jika garis harga berada di area bawah, biasanya menandakan peluang beli yang menarik. Sebaliknya, jika di atas, berarti sebaliknya.

PE, PB, PS: Tiga indikator yang masing-masing punya peran

PE bukan satu-satunya alat valuasi. Jika PE tidak bisa digunakan, kita bisa mempertimbangkan indikator lain:

PB (Price-to-Book Ratio) — Cocok untuk perusahaan yang siklusnya cukup kuat. Jika PB kurang dari 1, harga saham mungkin undervalued.

PS (Price-to-Sales Ratio) — Khusus untuk menilai perusahaan startup atau perusahaan biotek yang belum menghasilkan laba. Mereka tidak punya laba, jadi PE tidak bisa dihitung, tetapi data pendapatan tetap bisa dijadikan acuan.

Apa yang harus diperhatikan saat menggunakan PE untuk investasi?

Meskipun berguna, PE memiliki tiga keterbatasan yang jelas:

Mengabaikan risiko utang — PE hanya mempertimbangkan nilai ekuitas, tidak memperhitungkan tingkat utang perusahaan. Dua perusahaan dengan PE sama bisa memiliki risiko berbeda jika satu berutang banyak dan yang lain tidak.

Sulit menilai apakah PE tinggi atau rendah secara akurat — PE tinggi bisa jadi karena perusahaan sedang mengalami masa sulit tapi fundamentalnya tetap baik, pasar tetap optimis; atau bisa juga karena gelembung. Perlu analisis mendalam, tidak ada rumus ajaib.

Tidak bisa digunakan untuk perusahaan tanpa laba — Startup dan perusahaan yang merugi tidak bisa dinilai dengan PE, harus pakai alat lain.

Saran terakhir

PE adalah alat referensi dalam pengambilan keputusan investasi, tetapi bukan segalanya. Saham dengan PE rendah belum tentu akan naik, dan yang PE tinggi belum tentu akan turun. Harga saham dipengaruhi banyak faktor—prospek industri, kemampuan manajemen, sentimen pasar, kondisi makroekonomi, dan lain-lain.

Belajar memahami PE adalah langkah awal untuk memahami valuasi saham. Investasi yang sebenarnya membutuhkan pengetahuan dan pengalaman pasar yang lebih luas.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)