Eksekutif puncak Nvidia telah menandakan momentum yang kuat di pasar Tiongkok untuk akselerator AI H200 yang canggih. Menurut CEO Jensen Huang, permintaan dari China tetap "cukup tinggi"—sebuah pernyataan yang mencolok yang datang hanya beberapa minggu setelah pemerintahan AS memberikan persetujuan untuk mengekspor prosesor canggih tersebut ke wilayah tersebut.
H200 merupakan kekuatan komputasi AI generasi terbaru dari Nvidia, dirancang untuk pembelajaran mesin skala besar dan operasi pusat data. Perubahan kebijakan ini menandai perkembangan penting dalam lanskap semikonduktor, di mana ketersediaan prosesor AI secara langsung mempengaruhi segala hal mulai dari infrastruktur cloud hingga aplikasi komputasi yang sedang berkembang.
Pernyataan Huang menegaskan dinamika kompetitif dalam perlombaan chip AI global, dengan perusahaan dan lembaga riset Tiongkok secara jelas memprioritaskan akses ke kemampuan komputasi generasi berikutnya. Persetujuan itu sendiri mencerminkan pertimbangan yang berkembang seputar perdagangan teknologi dan strategi geopolitik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
23 Suka
Hadiah
23
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MetaverseLandlord
· 01-09 15:00
黄仁勋 ini bisa nih, baru saja dibuka langsung bilang permintaan "sangat tinggi", orang pintar semua bisa dengar
Lihat AsliBalas0
NullWhisperer
· 01-07 00:48
Secara teknis, waktunya di sini... menarik. Persetujuan ekspor menurun dan tiba-tiba permintaan menjadi "cukup tinggi"? hampir seperti kebijakan adalah faktor penghambat utama, bukan selera pasar. layak untuk mengaudit angka permintaan tersebut jujur
Lihat AsliBalas0
ContractExplorer
· 01-07 00:43
ngl jensen huang kali ini bicara sangat menarik, baru saja dilepaskan dari pembatasan langsung mengatakan permintaan sangat tinggi, ini kan sedang mengisyaratkan betapa gila pesanan yang terhambat sebelumnya itu
Eksekutif puncak Nvidia telah menandakan momentum yang kuat di pasar Tiongkok untuk akselerator AI H200 yang canggih. Menurut CEO Jensen Huang, permintaan dari China tetap "cukup tinggi"—sebuah pernyataan yang mencolok yang datang hanya beberapa minggu setelah pemerintahan AS memberikan persetujuan untuk mengekspor prosesor canggih tersebut ke wilayah tersebut.
H200 merupakan kekuatan komputasi AI generasi terbaru dari Nvidia, dirancang untuk pembelajaran mesin skala besar dan operasi pusat data. Perubahan kebijakan ini menandai perkembangan penting dalam lanskap semikonduktor, di mana ketersediaan prosesor AI secara langsung mempengaruhi segala hal mulai dari infrastruktur cloud hingga aplikasi komputasi yang sedang berkembang.
Pernyataan Huang menegaskan dinamika kompetitif dalam perlombaan chip AI global, dengan perusahaan dan lembaga riset Tiongkok secara jelas memprioritaskan akses ke kemampuan komputasi generasi berikutnya. Persetujuan itu sendiri mencerminkan pertimbangan yang berkembang seputar perdagangan teknologi dan strategi geopolitik.