Sumber: CryptoNewsNet
Judul Asli: Trader Legendaris Peter Brandt Temukan Pengaturan Harga Bitcoin yang Paling Tidak Biasa
Tautan Asli:
Trader legendaris Peter Brandt telah mengidentifikasi pengaturan harga Bitcoin (BTC) yang tidak biasa di pasar. Grafik menunjukkan formasi dasar bullish dengan basis datar dan koreksi kecil.
Volume Lemah Bitcoin dan Outflow ETF Membatasi Optimisme
Terutama, formasi grafik ini sering mendahului breakout ke atas yang kuat. Hal ini karena penjual tampaknya telah kehabisan motif di pasar, dan pembeli kemungkinan akan mengambil alih kendali. Jika ini diselesaikan ke atas, hal ini bisa memicu breakout yang kuat yang mungkin menghasilkan harga yang lebih tinggi.
Menurut grafik, jika Bitcoin dapat mempertahankan breakout di atas $92.000, ini bisa memicu kenaikan ke antara $94.000 dan $95.000 dalam jangka pendek. Sentimen positif dari pasar kripto yang lebih luas dapat memperpanjang ke level psikologis $100.000.
Namun, jika pola Brandt gagal sesuai dan Bitcoin menembus di bawah harga $90.000, pengaturan bullish ini akan dibatalkan. Ini mungkin menyebabkan penurunan lebih lanjut dengan koin yang jatuh ke antara $84.000 dan $86.000, atau dalam skenario terburuk, lebih rendah ke kisaran $70.000.
Pada saat berita ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di $90.212,43, yang mewakili penurunan 2,2% dalam 24 jam terakhir. Koin ini turun dari puncak intraday sebesar $92.652,09 ke rendah $89.578,31 sebelum rebound kecil ke level saat ini.
Namun, rebound ke $90.000 belum mampu memicu keterlibatan aktif di antara pengguna. Volume perdagangan Bitcoin turun sebesar 18,41% menjadi $43,58 miliar. Ekosistem mengalami outflow signifikan dari ETF Bitcoin (ETFs), membangkitkan kekhawatiran tentang posisi aset ini di pasar.
Selain itu, sebagian besar trader secara hati-hati mengurangi posisi leverage mereka, yang menyebabkan penurunan posisi open interest. Ketidakpastian makroekonomi di AS memicu pengurangan ini.
Apa yang Bisa Menentukan Rally Bitcoin?
Perlu disebutkan bahwa jika prediksi Peter Brandt terwujud dan Bitcoin menembus $100.000, ini bisa menyiapkan koin untuk rally besar. Venture kapitalis Tim Draper percaya bahwa aset kripto utama ini akhirnya bisa mencapai $250.000 pada tahun 2026.
Draper, bagaimanapun, mengaitkan prediksinya dengan utilitas Bitcoin dalam ruang keuangan global. Dia berpendapat bahwa semakin banyak orang menggunakan koin ini untuk transaksi sehari-hari, semakin cepat proyeksi harga ini dapat tercapai.
Di sisi lain, analis Mike McGlone memprediksi bahwa Bitcoin berisiko mengalami crash besar jika aset risiko tradisional seperti saham menjadi tidak stabil. Dia mengaitkan stabilitas pasar ekuitas dengan masa depan Bitcoin.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Trader Legendaris Peter Brandt Menemukan Pola Harga Bitcoin yang Tidak Biasa
Sumber: CryptoNewsNet Judul Asli: Trader Legendaris Peter Brandt Temukan Pengaturan Harga Bitcoin yang Paling Tidak Biasa Tautan Asli: Trader legendaris Peter Brandt telah mengidentifikasi pengaturan harga Bitcoin (BTC) yang tidak biasa di pasar. Grafik menunjukkan formasi dasar bullish dengan basis datar dan koreksi kecil.
Volume Lemah Bitcoin dan Outflow ETF Membatasi Optimisme
Terutama, formasi grafik ini sering mendahului breakout ke atas yang kuat. Hal ini karena penjual tampaknya telah kehabisan motif di pasar, dan pembeli kemungkinan akan mengambil alih kendali. Jika ini diselesaikan ke atas, hal ini bisa memicu breakout yang kuat yang mungkin menghasilkan harga yang lebih tinggi.
Menurut grafik, jika Bitcoin dapat mempertahankan breakout di atas $92.000, ini bisa memicu kenaikan ke antara $94.000 dan $95.000 dalam jangka pendek. Sentimen positif dari pasar kripto yang lebih luas dapat memperpanjang ke level psikologis $100.000.
Namun, jika pola Brandt gagal sesuai dan Bitcoin menembus di bawah harga $90.000, pengaturan bullish ini akan dibatalkan. Ini mungkin menyebabkan penurunan lebih lanjut dengan koin yang jatuh ke antara $84.000 dan $86.000, atau dalam skenario terburuk, lebih rendah ke kisaran $70.000.
Pada saat berita ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di $90.212,43, yang mewakili penurunan 2,2% dalam 24 jam terakhir. Koin ini turun dari puncak intraday sebesar $92.652,09 ke rendah $89.578,31 sebelum rebound kecil ke level saat ini.
Namun, rebound ke $90.000 belum mampu memicu keterlibatan aktif di antara pengguna. Volume perdagangan Bitcoin turun sebesar 18,41% menjadi $43,58 miliar. Ekosistem mengalami outflow signifikan dari ETF Bitcoin (ETFs), membangkitkan kekhawatiran tentang posisi aset ini di pasar.
Selain itu, sebagian besar trader secara hati-hati mengurangi posisi leverage mereka, yang menyebabkan penurunan posisi open interest. Ketidakpastian makroekonomi di AS memicu pengurangan ini.
Apa yang Bisa Menentukan Rally Bitcoin?
Perlu disebutkan bahwa jika prediksi Peter Brandt terwujud dan Bitcoin menembus $100.000, ini bisa menyiapkan koin untuk rally besar. Venture kapitalis Tim Draper percaya bahwa aset kripto utama ini akhirnya bisa mencapai $250.000 pada tahun 2026.
Draper, bagaimanapun, mengaitkan prediksinya dengan utilitas Bitcoin dalam ruang keuangan global. Dia berpendapat bahwa semakin banyak orang menggunakan koin ini untuk transaksi sehari-hari, semakin cepat proyeksi harga ini dapat tercapai.
Di sisi lain, analis Mike McGlone memprediksi bahwa Bitcoin berisiko mengalami crash besar jika aset risiko tradisional seperti saham menjadi tidak stabil. Dia mengaitkan stabilitas pasar ekuitas dengan masa depan Bitcoin.