Sebuah startup yang mengklaim merevolusi pengembangan dengan alat pengkodean AI canggih telah terbongkar menjalankan salah satu skema paling rumit di dunia teknologi. Builder.ai, yang dinilai sebesar $1,5 miliar, memasarkan AI mutakhir yang dapat mengotomatisasi penulisan kode secara besar-besaran.
Realitanya? Di balik setiap solusi "berdaya AI" terdapat 700 pengembang manusia di India, yang secara manual menulis kode di balik layar. Selama 8 tahun, perusahaan ini mempertahankan penipuan ini sambil memikat investor dan mengakuisisi pelanggan dengan janji inovasi kecerdasan buatan.
Kesenjangan antara kemampuan yang dipasarkan dan pelaksanaan nyata menimbulkan pertanyaan serius tentang transparansi di ruang AI. Saat industri berlomba memanfaatkan hype AI, kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya due diligence—tidak hanya untuk investor, tetapi juga bagi siapa saja yang mengevaluasi klaim terobosan teknologi. Ketika janji otomatisasi ternyata menyembunyikan biaya tenaga kerja, kepercayaan menjadi mata uang nyata yang dipertaruhkan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ConsensusDissenter
· 01-11 12:46
700 coder India telah melakukan pekerjaan ilegal selama 8 tahun, ini adalah "Revolusi AI"? Lucu sekali, benar-benar seperti pakaian baru sang raja
Lihat AsliBalas0
DataBartender
· 01-10 22:33
WTF, 700 programmer India telah bekerja selama 8 tahun, dan masih berani mengklaim diri sebagai AI... Ini benar-benar gila
Lihat AsliBalas0
RektHunter
· 01-08 16:26
700 pengembang India menulis kode, hasilnya diklaim sebagai otomatisasi AI, penipuan ini berlangsung selama 8 tahun baru terungkap, bikin ngakak
Lihat AsliBalas0
GasOptimizer
· 01-08 16:22
700 coder India mengungkapkan kebenaran tentang AI skin suit, angka ini lebih mengesankan dari yang saya perkirakan...
Lihat AsliBalas0
BTCWaveRider
· 01-08 16:03
700 Indian programmers supporting a $1.5 billion valuation, this AI dream is too absurd
---
Eight years... they just deceived everyone like that, they really dare to hype it up
---
Promised automation, turned around to become outsourcing sweatshop, Web3 finally showed some honesty after all this time
---
This is why I never trust those "revolutionary" financing news, the more they hype, the more hollow the foundation
---
Just ask about AI, just ask about automation, just ask about $1.5 billion, just ask about 700 people... this story could be written into a tech paper
---
Turns out while we're hype AI, they're hype human labor, truly sophisticated
---
Another "AI skin, human labor filling" pie, this industry waters run deep
Sebuah startup yang mengklaim merevolusi pengembangan dengan alat pengkodean AI canggih telah terbongkar menjalankan salah satu skema paling rumit di dunia teknologi. Builder.ai, yang dinilai sebesar $1,5 miliar, memasarkan AI mutakhir yang dapat mengotomatisasi penulisan kode secara besar-besaran.
Realitanya? Di balik setiap solusi "berdaya AI" terdapat 700 pengembang manusia di India, yang secara manual menulis kode di balik layar. Selama 8 tahun, perusahaan ini mempertahankan penipuan ini sambil memikat investor dan mengakuisisi pelanggan dengan janji inovasi kecerdasan buatan.
Kesenjangan antara kemampuan yang dipasarkan dan pelaksanaan nyata menimbulkan pertanyaan serius tentang transparansi di ruang AI. Saat industri berlomba memanfaatkan hype AI, kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya due diligence—tidak hanya untuk investor, tetapi juga bagi siapa saja yang mengevaluasi klaim terobosan teknologi. Ketika janji otomatisasi ternyata menyembunyikan biaya tenaga kerja, kepercayaan menjadi mata uang nyata yang dipertaruhkan.