Sebelum masuk kontrak, pernah dengar frasa cuci otak ini kan——"Leverage penuh, villa tepi pantai".
Tapi begitu benar-benar masuk pasar, baru paham, ini bukan memperbesar keuntungan, tapi memperbesar risiko.
Leverage seperti pengeras suara. Kamu untung sedikit, dia mengompresi sampai terdengar gemilang; kalau arahnya salah, dia langsung maksimalkan kerugian, bahkan tidak memberi kesempatan untuk kabur.
Yang lebih ganas lagi——perdagangan sering.
Kamu pikir sedang menangkap setiap peluang, padahal biaya transaksi sedang mengikir seperti pisau tumpul——sedikit demi sedikit. Awalnya tidak terasa, lama-lama baru sakit. Tanpa sadar, modal sudah dimakan sampai tinggal kulit.
Paling mengerikan adalah matematikanya. Ini bukan masalah teknik, ini adalah putusan probabilitas.
Rugi 50%? Perlu balik dua kali untuk terselamatkan. Rugi 70%? Harus balik tiga kali. Paling putus asa adalah ketika akun tinggal 10%, untuk kembali ke titik awal perlu balik sembilan kali——itu hampir mustahil.
Tapi masalahnya, mayoritas orang tidak terima. Rugi terus nambah leverage, turun langsung averaging down, selalu berpikir "kali ini pasti bisa pulih". Hasilnya? Bukan mengubah takdir, malah menyerahkan chip terakhir.
Pasar kripto seperti ini, risiko dan godaan berjalan beriringan. Kesadaran lebih berharga daripada kepintaran.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
25 Suka
Hadiah
25
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
HashBard
· 18jam yang lalu
ngl matematika terasa berbeda saat portofolio kamu sendiri yang merembes... skenario 9x itu benar-benar merupakan narasi keputusasaan
Lihat AsliBalas0
BlockchainNewbie
· 01-11 00:03
Kerugian sampai hanya tersisa kerangka baru menyadari, leverage sama sekali bukan mesin pembalik keadaan, melainkan alat pemotong probabilitas.
Lihat AsliBalas0
StakeTillRetire
· 01-08 16:51
Masih ingin mendapatkan sembilan kali lipat meskipun kerugian sudah 10%? Bangunlah, ini hanyalah mimpi para penjudi
Lihat AsliBalas0
DuskSurfer
· 01-08 16:38
Membuat hati terasa sakit, teman saya di sekitar saya seperti itu, sekali rugi 50% masih ingin menambah leverage untuk balik modal, akhirnya semuanya hilang
Lihat AsliBalas0
RuntimeError
· 01-08 16:30
Tsk, you said it perfectly. How many people has that phrase "villa by the sea" already buried?
Losing 10% to multiply it nine times, well that's definitely a joke.
On the fee cutting part, I really feel it. Frequent arbitraging until in the end only the fee ledger remains.
The gambler's mentality is too strong, absolutely must go all-in.
That phrase "clarity is worth more than intelligence" should be plastered on the homepage of every trading software.
Sebelum masuk kontrak, pernah dengar frasa cuci otak ini kan——"Leverage penuh, villa tepi pantai".
Tapi begitu benar-benar masuk pasar, baru paham, ini bukan memperbesar keuntungan, tapi memperbesar risiko.
Leverage seperti pengeras suara. Kamu untung sedikit, dia mengompresi sampai terdengar gemilang; kalau arahnya salah, dia langsung maksimalkan kerugian, bahkan tidak memberi kesempatan untuk kabur.
Yang lebih ganas lagi——perdagangan sering.
Kamu pikir sedang menangkap setiap peluang, padahal biaya transaksi sedang mengikir seperti pisau tumpul——sedikit demi sedikit. Awalnya tidak terasa, lama-lama baru sakit. Tanpa sadar, modal sudah dimakan sampai tinggal kulit.
Paling mengerikan adalah matematikanya. Ini bukan masalah teknik, ini adalah putusan probabilitas.
Rugi 50%? Perlu balik dua kali untuk terselamatkan. Rugi 70%? Harus balik tiga kali. Paling putus asa adalah ketika akun tinggal 10%, untuk kembali ke titik awal perlu balik sembilan kali——itu hampir mustahil.
Tapi masalahnya, mayoritas orang tidak terima. Rugi terus nambah leverage, turun langsung averaging down, selalu berpikir "kali ini pasti bisa pulih". Hasilnya? Bukan mengubah takdir, malah menyerahkan chip terakhir.
Pasar kripto seperti ini, risiko dan godaan berjalan beriringan. Kesadaran lebih berharga daripada kepintaran.