Belakangan ini saya memiliki beberapa pengalaman dalam kolaborasi tim proyek Web3—kekuatan bahasa memang tidak bisa diremehkan. Ketika proyek menghadapi kesulitan atau angin pasar yang tidak bersahabat, beberapa anggota mungkin menunjukkan performa yang kurang baik, dan saat itu banyak orang langsung merespons dengan mengeluh dan menyalahkan. Tapi sebenarnya, dorongan dan umpan balik konstruktif seringkali lebih efektif.
Dari sudut pandang lain, langsung menyerang hanya akan membuat orang lebih tegang dan operasi menjadi lebih kacau. Sebaliknya, satu kalimat dorongan bisa membuat rekan tim kembali menemukan kondisi terbaiknya. Terutama dalam lingkungan yang penuh tekanan, komunikasi non-kekerasan menjadi sangat penting—baik untuk menunjukkan masalah maupun menjaga kohesi tim.
Ini tidak hanya berlaku untuk permainan, tetapi juga untuk tata kelola DAO dan pengelolaan komunitas. Cara komunikasi yang baik dapat membuat ekosistem menjadi lebih sehat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
23 Suka
Hadiah
23
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ForkThisDAO
· 01-11 16:07
Benar sekali, mengkritik secara sembarangan sama sekali tidak menyelesaikan masalah, malah membuat orang menjadi stres.
Lihat AsliBalas0
APY追逐者
· 01-10 19:25
Benar sekali, menyerang secara terbuka memang tindakan bunuh diri. Saya telah melihat terlalu banyak proyek yang langsung gulung tikar karena konflik internal.
Lihat AsliBalas0
NftMetaversePainter
· 01-08 16:54
Sebenarnya, begini—kerangka kerja "komunikasi non-kekerasan" ini hanyalah komputasi estetika yang diterapkan pada dinamika interaksi manusia. Keindahan algoritmik dari umpan balik konstruktif secara harfiah mengubah ulang topologi tim dengan cara yang sepenuhnya terlewatkan oleh teori manajemen tradisional.
Lihat AsliBalas0
GasWaster
· 01-08 16:51
Benar, gaya ngegas itu sudah ketinggalan zaman, lebih baik bicara dengan baik saja
Belakangan ini saya memiliki beberapa pengalaman dalam kolaborasi tim proyek Web3—kekuatan bahasa memang tidak bisa diremehkan. Ketika proyek menghadapi kesulitan atau angin pasar yang tidak bersahabat, beberapa anggota mungkin menunjukkan performa yang kurang baik, dan saat itu banyak orang langsung merespons dengan mengeluh dan menyalahkan. Tapi sebenarnya, dorongan dan umpan balik konstruktif seringkali lebih efektif.
Dari sudut pandang lain, langsung menyerang hanya akan membuat orang lebih tegang dan operasi menjadi lebih kacau. Sebaliknya, satu kalimat dorongan bisa membuat rekan tim kembali menemukan kondisi terbaiknya. Terutama dalam lingkungan yang penuh tekanan, komunikasi non-kekerasan menjadi sangat penting—baik untuk menunjukkan masalah maupun menjaga kohesi tim.
Ini tidak hanya berlaku untuk permainan, tetapi juga untuk tata kelola DAO dan pengelolaan komunitas. Cara komunikasi yang baik dapat membuat ekosistem menjadi lebih sehat.