Dulu ada sebuah desa, siapa yang menempelkan tulisan terbanyak di dinding, dialah yang paling memiliki kehadiran. Mengenai apa yang tertulis, sebenarnya tidak banyak orang yang peduli. Perlahan-lahan, dinding dipenuhi oleh kertas bekas, isi yang benar-benar berharga malah tenggelam. Ini seperti keadaan banyak komunitas saat ini——sehari saja belum keluar dari kemiskinan, mulut tidak bisa berhenti berbicara, jumlah menjadi satu-satunya standar. Tapi @0xMiden dan @KaitoAI
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dulu ada sebuah desa, siapa yang menempelkan tulisan terbanyak di dinding, dialah yang paling memiliki kehadiran. Mengenai apa yang tertulis, sebenarnya tidak banyak orang yang peduli. Perlahan-lahan, dinding dipenuhi oleh kertas bekas, isi yang benar-benar berharga malah tenggelam. Ini seperti keadaan banyak komunitas saat ini——sehari saja belum keluar dari kemiskinan, mulut tidak bisa berhenti berbicara, jumlah menjadi satu-satunya standar. Tapi @0xMiden dan @KaitoAI