【BlockBeats】Baru-baru ini, badai regulasi sedang meledak di dunia pasar prediksi. Pada 11 Januari, otoritas pengawas di Tennessee mengeluarkan “larangan” terhadap beberapa platform prediksi terkenal, meminta mereka segera menghentikan layanan prediksi acara olahraga kepada pengguna lokal. Alasan yang cukup jelas—platform-platform ini beroperasi tanpa izin dari pemerintah negara bagian, melanggar batasan yang ditetapkan oleh Undang-Undang Taruhan Olahraga negara bagian tersebut.
Yang agak ironis adalah, platform-platform ini telah mendapatkan status kepatuhan dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) dan diakui sebagai pasar kontrak yang ditunjuk, sehingga pengguna dapat memperdagangkan kontrak berdasarkan hasil acara olahraga. Tapi masalah utama muncul—definisi “taruhan olahraga” menurut hukum negara bagian dan federal tidak sepenuhnya sama. Berdasarkan peraturan Tennessee, setiap lembaga yang terlibat dalam taruhan acara olahraga, apapun namanya, harus memiliki izin negara bagian. Ini bukan pilihan, melainkan keharusan.
Batas waktu yang diberikan otoritas adalah hingga 31 Januari, dan mereka menuntut platform-platform ini untuk menarik semua kontrak terbuka yang melibatkan pengguna dari negara bagian tersebut, serta mengembalikan dana. Kalau tidak mematuhi? Mereka bisa dikenai denda sebesar 25.000 dolar AS untuk setiap pelanggaran, dan dalam kasus yang serius, bisa dilaporkan ke departemen pidana dan didakwa dengan pelanggaran berat terkait promosi perjudian—yang termasuk ke dalam kejahatan berat menurut hukum negara bagian.
Peristiwa ini mencerminkan konflik yang semakin meningkat: meskipun tingkat federal melalui CFTC menyediakan kerangka pengawasan tertentu, definisi dan regulasi “perjudian” di setiap negara bagian tetap berbeda-beda. Pasar prediksi sebagai jalur yang baru muncul, masih belum sepenuhnya memahami batasan-batasan yang berlaku di semua negara bagian.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
17 Suka
Hadiah
17
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MerkleDreamer
· 01-11 12:34
Sudah lagi, federal lolos juga harus lolos negara bagian? Peraturan nesting seperti ini benar-benar gila
---
CFTC sudah comply juga tidak cukup, benar-benar kena dari semua pihak ya
---
Memang sudah seharusnya ada yang atur platform-platform ini, menutupi dengan bendera kontrak tapi hasil kerjanya betting
---
Operasi pemerintah negara bagian kali ini sama dengan langsung memotong pasar domestik Amerika, berapa banyak negara bagian lagi yang akan mengikuti di belakang?
---
Benar-benar tidak mengerti, untuk hal yang sama bagaimana federal dan negara bagian bisa punya interpretasi hukum yang berbeda ya
---
Ini barulah wajah paling nyata dari dunia crypto, aturannya selalu ada di tempat yang tidak terduga
---
Deadline 31 Januari, perkiraan ada gelombang proyek yang bakal kabur
Lihat AsliBalas0
NFTragedy
· 01-11 01:12
Ini adalah contoh klasik di mana tangan kiri CFTC dan tangan kanan pemerintah negara bagian saling bertentangan, sebuah lelucon tentang kepatuhan.
Lihat AsliBalas0
FarmHopper
· 01-11 01:11
Kembali lagi, skenario "CFTC melewati pemerintah negara bagian tapi tidak cukup" ini... memang federal tidak bisa mengatur negara bagian, ya
Lihat AsliBalas0
MevShadowranger
· 01-11 01:06
Peraturan negara bagian dan hukum federal bertarung, pola ini semakin akrab... Saatnya berhenti mencari celah.
Pasar prediksi menghadapi gelombang regulasi: Pemerintah negara bagian AS hentikan perdagangan kontrak olahraga
【BlockBeats】Baru-baru ini, badai regulasi sedang meledak di dunia pasar prediksi. Pada 11 Januari, otoritas pengawas di Tennessee mengeluarkan “larangan” terhadap beberapa platform prediksi terkenal, meminta mereka segera menghentikan layanan prediksi acara olahraga kepada pengguna lokal. Alasan yang cukup jelas—platform-platform ini beroperasi tanpa izin dari pemerintah negara bagian, melanggar batasan yang ditetapkan oleh Undang-Undang Taruhan Olahraga negara bagian tersebut.
Yang agak ironis adalah, platform-platform ini telah mendapatkan status kepatuhan dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) dan diakui sebagai pasar kontrak yang ditunjuk, sehingga pengguna dapat memperdagangkan kontrak berdasarkan hasil acara olahraga. Tapi masalah utama muncul—definisi “taruhan olahraga” menurut hukum negara bagian dan federal tidak sepenuhnya sama. Berdasarkan peraturan Tennessee, setiap lembaga yang terlibat dalam taruhan acara olahraga, apapun namanya, harus memiliki izin negara bagian. Ini bukan pilihan, melainkan keharusan.
Batas waktu yang diberikan otoritas adalah hingga 31 Januari, dan mereka menuntut platform-platform ini untuk menarik semua kontrak terbuka yang melibatkan pengguna dari negara bagian tersebut, serta mengembalikan dana. Kalau tidak mematuhi? Mereka bisa dikenai denda sebesar 25.000 dolar AS untuk setiap pelanggaran, dan dalam kasus yang serius, bisa dilaporkan ke departemen pidana dan didakwa dengan pelanggaran berat terkait promosi perjudian—yang termasuk ke dalam kejahatan berat menurut hukum negara bagian.
Peristiwa ini mencerminkan konflik yang semakin meningkat: meskipun tingkat federal melalui CFTC menyediakan kerangka pengawasan tertentu, definisi dan regulasi “perjudian” di setiap negara bagian tetap berbeda-beda. Pasar prediksi sebagai jalur yang baru muncul, masih belum sepenuhnya memahami batasan-batasan yang berlaku di semua negara bagian.