Dua dekade telah berlalu sejak krisis keuangan hampir menggulingkan ekonomi global, dan AIG—yang pernah menjadi contoh utama "terlalu besar untuk gagal"—perlahan-lahan mengembalikan posisinya ke aset yang lebih berisiko.
Perubahan arah raksasa asuransi ini memberikan pengingat yang menyedihkan tentang siklus pasar dan pengelolaan portofolio. Setelah pengalaman hampir mati yang memerlukan bailout pemerintah melebihi $180 miliar, AIG menghabiskan bertahun-tahun mengurangi leverage dan menstabilkan diri. Sekarang, saat pasar telah pulih dan kondisi ekonomi berubah, perusahaan ini mulai kembali ke posisi yang lebih agresif.
Polanya mengungkapkan sesuatu yang penting: bahkan institusi dengan pengalaman kegagalan katastrofik akhirnya kembali ke risiko. Pertanyaannya bukan apakah pasar akan berputar lagi—melainkan kapan. Bagi investor dan trader kripto, kembalinya AIG secara bertahap ke risiko adalah studi kasus yang sempurna. Ini menunjukkan bagaimana nafsu institusional naik turun, bagaimana rasa puas diri menyusup setelah pemulihan, dan mengapa diversifikasi portofolio tetap tidak bisa dinegosiasikan. Pelajarannya bukan untuk menghindari risiko—melainkan menghormatinya, dan jangan pernah lupa apa yang terjadi terakhir kali.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ResearchChadButBroke
· 11jam yang lalu
Haha, AIG mulai bermain api lagi, benar-benar tidak bisa belajar ya
Lihat AsliBalas0
DegenTherapist
· 01-12 03:29
Haha, datang lagi? AIG ini trik sudah dimainkan selama dua puluh tahun dan masih diulang-ulang, keserakahan manusia memang begitu siklusnya
Lihat AsliBalas0
NeverVoteOnDAO
· 01-11 12:39
Sederhananya, AIG kali ini kembali berulah. Setelah menyelamatkan pasar dengan 1800 miliar, mereka belum belajar, sekarang mau main api lagi... Makanya kita harus bisa bertahan sendiri, setiap lembaga sepertinya mengalami lupa ingatan.
Lihat AsliBalas0
CountdownToBroke
· 01-11 12:39
Sudah mulai berbuat onar lagi, lembaga-lembaga ini benar-benar lupa ingatan
Lihat AsliBalas0
OnlyUpOnly
· 01-11 12:34
Manusia memang makhluk yang pelupa, hal AIG ini benar-benar ironis...
Lihat AsliBalas0
AlphaBrain
· 01-11 12:31
Manusia memang begitu, dari kegagalan belajar menjadi pelajaran, berulang kali terjadi, AIG sekarang mulai kembali bergelombang...
Lihat AsliBalas0
governance_lurker
· 01-11 12:17
Manusia memang begitu, dari kegagalan pun kita bisa belajar dan menjadi lebih bijaksana, haha
Dua dekade telah berlalu sejak krisis keuangan hampir menggulingkan ekonomi global, dan AIG—yang pernah menjadi contoh utama "terlalu besar untuk gagal"—perlahan-lahan mengembalikan posisinya ke aset yang lebih berisiko.
Perubahan arah raksasa asuransi ini memberikan pengingat yang menyedihkan tentang siklus pasar dan pengelolaan portofolio. Setelah pengalaman hampir mati yang memerlukan bailout pemerintah melebihi $180 miliar, AIG menghabiskan bertahun-tahun mengurangi leverage dan menstabilkan diri. Sekarang, saat pasar telah pulih dan kondisi ekonomi berubah, perusahaan ini mulai kembali ke posisi yang lebih agresif.
Polanya mengungkapkan sesuatu yang penting: bahkan institusi dengan pengalaman kegagalan katastrofik akhirnya kembali ke risiko. Pertanyaannya bukan apakah pasar akan berputar lagi—melainkan kapan. Bagi investor dan trader kripto, kembalinya AIG secara bertahap ke risiko adalah studi kasus yang sempurna. Ini menunjukkan bagaimana nafsu institusional naik turun, bagaimana rasa puas diri menyusup setelah pemulihan, dan mengapa diversifikasi portofolio tetap tidak bisa dinegosiasikan. Pelajarannya bukan untuk menghindari risiko—melainkan menghormatinya, dan jangan pernah lupa apa yang terjadi terakhir kali.