Siklus pasar bukanlah sekadar lemparan dadu yang kacau—sebenarnya cukup dapat diprediksi setelah Anda memahami apa yang menggerakkannya.
Alasannya? Sifat manusia tetap konsisten. Ketakutan yang sama, keserakahan yang sama, penolakan yang sama, euforia yang sama—mereka berputar dalam urutan yang hampir sama setiap saat.
Baik Anda memperdagangkan Bitcoin, altcoin, atau aset lainnya, pola emosional ini berulang. Investor merasa panik saat crash, menjadi serakah di puncak, meyakinkan diri bahwa penurunan tidak akan terjadi, lalu kehilangan akal saat harga melonjak. Ini bersifat mekanis.
Ini bukan gangguan acak. Ini adalah psikologi yang berperilaku di skala besar. Setelah Anda mengenali pola—di mana ketakutan mendominasi, di mana keserakahan muncul—Anda mulai melihat siklus bukan sebagai kejutan tetapi sebagai rangkaian yang tak terelakkan. Memahami ritme ini pada dasarnya adalah membaca suasana pasar secara real time.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LiquidityHunter
· 01-14 05:43
Psikologi siklus ini bukan hal baru... yang penting adalah di mana likuiditas berada, selisih harga antara kepanikan dan keserakahan adalah uangnya
Tunggu, yang benar-benar tidak normal harusnya pada perubahan kedalaman pasangan trading, data slippage dari pukul 3 hingga 4 pagi bisa mengungkap kebenarannya
Benar, tapi ini hanya permukaannya saja, yang lebih saya pedulikan adalah ruang arbitrase antar bursa—biasanya selama masa kepanikan bisa mendapatkan celah 8-15 basis poin
Siklus psikologi = ketidakefisienan pasar, saya sudah mengikuti data DEX selama tiga hari, sekarang tinggal menunggu likuiditas yang hilang semakin melebar
Kebiasaan manusia berulang ≠ pasar bisa dikendalikan, tapi memang ada cara untuk memanfaatkan pengulangan ini... masalahnya kamu harus berjaga tengah malam
Lihat AsliBalas0
ColdWalletGuardian
· 01-14 00:58
Benar, tetapi masalahnya adalah kebanyakan orang mengetahui pola tersebut tetapi tetap tidak bisa menahan rasa serakah
Lihat AsliBalas0
rugged_again
· 01-12 10:32
ngl mengatakan sedikit masuk akal, tetapi saya tetap merasa tidak masuk akal setiap kali kehilangan uang di setiap siklus
Lihat AsliBalas0
AirdropSkeptic
· 01-11 23:56
ngl benar, tapi sebenarnya yang bisa menjual di puncak keserakahan itu cuma beberapa...
Lihat AsliBalas0
Degentleman
· 01-11 23:56
ngl teori ini sudah pernah didengar berkali-kali, tapi setiap kali tetap saja dikalahkan oleh emosi sendiri, mental ini apa pun yang dikatakan tetap sia-sia
Lihat AsliBalas0
bridgeOops
· 01-11 23:55
Kata-kata terdengar indah, tetapi saat akun sendiri benar-benar merah darah, siapa yang masih bisa tenang dan menganalisis psikologi?
Lihat AsliBalas0
TestnetScholar
· 01-11 23:55
Benar, itu adalah siklus manusiawi, setiap kali saya menginjak jebakan tetap saja tidak belajar.
Lihat AsliBalas0
SchroedingerAirdrop
· 01-11 23:39
Kata-kata terdengar bagus, tetapi saat harga benar-benar turun, tetap saja panik, dan meskipun mental sudah sekuat apapun, tidak mampu menahan penyusutan akun.
Lihat AsliBalas0
DegenDreamer
· 01-11 23:33
Benar sekali, ini adalah permainan psikologis. Jika sudah dipahami, menjadi sederhana.
Siklus pasar bukanlah sekadar lemparan dadu yang kacau—sebenarnya cukup dapat diprediksi setelah Anda memahami apa yang menggerakkannya.
Alasannya? Sifat manusia tetap konsisten. Ketakutan yang sama, keserakahan yang sama, penolakan yang sama, euforia yang sama—mereka berputar dalam urutan yang hampir sama setiap saat.
Baik Anda memperdagangkan Bitcoin, altcoin, atau aset lainnya, pola emosional ini berulang. Investor merasa panik saat crash, menjadi serakah di puncak, meyakinkan diri bahwa penurunan tidak akan terjadi, lalu kehilangan akal saat harga melonjak. Ini bersifat mekanis.
Ini bukan gangguan acak. Ini adalah psikologi yang berperilaku di skala besar. Setelah Anda mengenali pola—di mana ketakutan mendominasi, di mana keserakahan muncul—Anda mulai melihat siklus bukan sebagai kejutan tetapi sebagai rangkaian yang tak terelakkan. Memahami ritme ini pada dasarnya adalah membaca suasana pasar secara real time.