Mengingat dinamika pasar keuangan, harga emas dalam beberapa hari mendatang akan terutama mencerminkan hubungan antara kurs dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah. Menurut analisis dari ahli Fawad Razaqzada yang dikutip oleh Jinse Finance, kedua faktor ini merupakan indikator kunci untuk arah pergerakan harga logam mulia.
Tekanan terhadap emas dari perspektif imbal hasil obligasi
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dapat menjadi tantangan signifikan bagi aset seperti emas, yang secara alami menawarkan tingkat pengembalian nol atau rendah. Jika investor mengamati penurunan lebih lanjut dalam harga surat berharga atau peningkatan pendapatannya, tekanan terhadap harga emas dapat meningkat. Dalam situasi seperti ini, modal dapat berpindah ke instrumen yang lebih menguntungkan, melemahkan minat terhadap logam mulia.
Peran dolar dalam keputusan investor
Mata uang dolar AS memainkan peran penting dalam beberapa minggu terakhir. Setelah Federal Reserve mengisyaratkan kesiapan untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut di tahun mendatang, dolar berada di bawah tekanan pasar. Namun, jika dalam minggu ini dolar memulihkan posisinya — terutama terkait dengan publikasi data ekonomi utama dan pernyataan dari pejabat Fed — emas dapat kehilangan daya tariknya bagi investor internasional.
Peristiwa penting yang menanti pasar
Perhatian pelaku pasar tertuju pada dua publikasi penting: laporan ketenagakerjaan non-pertanian untuk bulan November yang dijadwalkan pada hari Selasa, dan data tentang harga konsumen yang akan dirilis pada hari Kamis. Indikator ini dapat menjadi faktor penentu arah perubahan di pasar valuta asing dan membentuk jalur pergerakan harga emas di hari-hari mendatang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Emas dipengaruhi oleh fluktuasi imbal hasil obligasi pemerintah dan kurs dolar dalam minggu ini
Mengingat dinamika pasar keuangan, harga emas dalam beberapa hari mendatang akan terutama mencerminkan hubungan antara kurs dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah. Menurut analisis dari ahli Fawad Razaqzada yang dikutip oleh Jinse Finance, kedua faktor ini merupakan indikator kunci untuk arah pergerakan harga logam mulia.
Tekanan terhadap emas dari perspektif imbal hasil obligasi
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dapat menjadi tantangan signifikan bagi aset seperti emas, yang secara alami menawarkan tingkat pengembalian nol atau rendah. Jika investor mengamati penurunan lebih lanjut dalam harga surat berharga atau peningkatan pendapatannya, tekanan terhadap harga emas dapat meningkat. Dalam situasi seperti ini, modal dapat berpindah ke instrumen yang lebih menguntungkan, melemahkan minat terhadap logam mulia.
Peran dolar dalam keputusan investor
Mata uang dolar AS memainkan peran penting dalam beberapa minggu terakhir. Setelah Federal Reserve mengisyaratkan kesiapan untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut di tahun mendatang, dolar berada di bawah tekanan pasar. Namun, jika dalam minggu ini dolar memulihkan posisinya — terutama terkait dengan publikasi data ekonomi utama dan pernyataan dari pejabat Fed — emas dapat kehilangan daya tariknya bagi investor internasional.
Peristiwa penting yang menanti pasar
Perhatian pelaku pasar tertuju pada dua publikasi penting: laporan ketenagakerjaan non-pertanian untuk bulan November yang dijadwalkan pada hari Selasa, dan data tentang harga konsumen yang akan dirilis pada hari Kamis. Indikator ini dapat menjadi faktor penentu arah perubahan di pasar valuta asing dan membentuk jalur pergerakan harga emas di hari-hari mendatang.